Gedung eks BI

10 Bangunan Kuno di Kota Lama Semarang (Bagian 2)

Sebentar lagi puasa, lalu lebaran dan pasti libur panjang bagi yang mendapat jatah cuti. Siap-siap beli tiket pesawat murah menuju ke Semarang mulai dari sekarang. Sudah pasti banyak sekali destinasi wisata Semarang  yang bisa Anda kunjungi. Tetapi yang utama tetap berkunjung ke sanak family untuk tetap menjalin silaturahim.

Salah satu destinasi wisata di Semarang yang terus bergeliat adalah Kawasan Kota Lama Semarang. Di  telah diulas beberapa bangunan kuno yang ada di Kawasan Kota Lama dan belum selesai dibahas. Di bagian kedua ini juga masih membahas beberapa bangunan Kuno yang ada di Semarang. Antara lain adalah :

1. Eks Gedung Bank Indonesia
Gedung ini sekarang menjadi Kantor Bank Jateng Capem Pasar Johar. Dulu merupakan Kantor Javasche Bank. Bangunan yang berdiri di atas tapak berbentuk segitiga pada lokasi yang sangat bagus dan menghadap ke Jembatan Berok. Arsitek dari Biro Arsitek dan Insinyur Fermont-Cuypers menyematkan sculpture modern yang memukau pada batas bagian kota tua.
Sculpture sendiri bisa didefinisikan sebagai bentuk tiga dimensi karya seni yang diciptakan dengan membentuk atau menggabungkan kerasm bahan plastik, suara, teks, cahaya, biasanya batu (batu atau marmer), logam, kaca, atau kayu.

Gedung Eks Bank Indonesia

Gedung Eks Bank Indonesia – photo by @inungnie

2. Gedung Kantor Pos Besar
Kantor Pos Indonesia selesai dibangun pada tahun 1906, lebih dari setengah abad setelah dibangunnya layanan pos pada tahun 1862. Gedung dengan atap mansard dari gaya Kekaisaran Perancis ke-2 pada abad ke -19 tersebut selalu memukau sepanjang masa.
Bentuk atap mansard adalah bentuk atap yang seolah-olah terdiri dari dua atap yang terlihat bersusun atau bertingkat.

Kantor Pos Besar Johar - photo

Kantor Pos Besar Johar – photo by @inungnie

3. Gedung Papak
Sekarang merupakan Gedung Keuangan Negara (GKN). Disebut gedung Papak karena gedung ini tanpa atap. Gedung ini merupakan monument arsitektur Modern pada tahun 1950-an. Setelah Stadhuis (Gedung Pemerintah Kolonial) yang berada di dalam benteng terbakar pada tahun 1850, maka dibangun gedung baru di seberang Kali Semarang. Pada tahun 1955 Gedung Papak terbakar dan didirikan Gedung Papak yang baru.

Gedung Keungan atau Gedung Papak Semarang

Gedung Papak Semarang – photo by @inungnie

4. Jembatan Berok
Jembatan ini semula digunakan sebagai batas orang atau kendaraan yang mendekat ke gerbang barat benteng de Vijfhoek. Ketika kantor pemerintahan kolonial kedekatnya maka nama jembatan adalah Gouvernementbrug, dan ketika digantikan oleh Societet Amiticia maka namanya menjadi Socieitetsbrug. Lafal “brug” oleh masyarakat setempat menjadi “berok” dan lama-lama kemudian menjadi “mberok”. Saat ini jembatan “mBerok” terdapat dua jembatan untuk memisahkan arus dan yang asli ada disebelah selatan.

Jembatan mBerok -

Jembatan mBerok – photo by @inungnie

5. Gedung GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia)
Gedung ini merupakan contoh bangunan Art Deco lanjut di Indonesia, dengan ciri garis-garis horizontal yang kuat dipadu dengan unsur vertical berbentuk menara yang biasanya dimanfaatkan untuk ruang tangga.

6. Gedung Pelni
Gedung ini bergaya Art Deco dirancang oleh F.J.L Ghijsels dari biro AIA untuk KPM atau Koninklijke Paketvaart Maatschappij.Gedung dirancang pada tahun 1917 dan selesai dibangun pada tahun 1918. Uniknya gedung ini menjadi karya Art Deco Indies pertama di Semarang.

PT. Pelni Semarang

PT. Pelni Semarang – photo by Seputarsemarang[dot]com

7. Gedung Djakarta Lloyd
Bangunan anggun dengan atap mansard yang merupakan salah satu gaya bangunan Indies-Tropis dari arsitek H. Thomas Karsten. Dibangun pada tahun 1930. Kantor yang sejuk ini dirancang untuk Stoomvaart Maatshaapij Nederland dan kini menjadi Djakarta Lloyd.

Djakarta Lloyd Semarang

Djakarta Lloyd Semarang – photo by seputarsemarang[dot]com

8. Gedung Bank Mandiri dan Kantor Pantja Niaga
Dibangun pada tahun 1910 untuk Nederlandshe Handel Maatschappij (Maskapai Perdagangan Belanda). Bentuk asli bangunan hingga kini masih bisa kita lihat, bangunan yang sepenuhnya memagari jalan.

Gedung Bank Mandiri Semarang

Gedung Bank Mandiri – photo by @inungnie

9. Gedung De Locomotief
De Locomotief adalah penerus dari surat kabar berbahasa Belanda pertama yang terbit di Semarang pada tahun 1845, Semarangsch Nieuws en Advertentieblad. Nama baru tersebut mulai dipakai pada tahun 1863 dan terbit sampai dengan tahun 1956 dan menempati bangunan di Jalan Kepodang.

10. Kantor Pusat Raja Gula Oie Tiong Ham
Semula dibangun untuk N.V. Kian Gwan, perusahaan Raja Gula Oei Tiong Ham sebagai kantor pusat dan bank. Arsitek gedung adalah Liem Bwan Tjie, merupakan orang Semarang yang menjadi salah satu pelopor gerakan Modernisme di Belanda.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin berkeliling Kawasan Kota Lama Semarang dan bisa mnegenal lebih jauh apa yang ada di kota lama.
Selamat jalan-jalan.

10 Bangunan Kuno di Kota Lama Semarang (Bagian 2)
5 (100%) 2 votes
(Visited 1,387 times, 1 visits today)



'10 Bangunan Kuno di Kota Lama Semarang (Bagian 2)' have 2 comments

  1. June 8, 2015 @ 6:30 pm Dwi Pramono

    Waah,… kalau nomor 5, 9, 10 ada foto dan sedikit detilnya tentu lebih ciamik, mbak.. Keep posting!

    Reply

    • June 9, 2015 @ 11:32 am Inung Djuwari

      terima kasih Pak DP….kemarin ublek-ublek koleksi foto tidak nemu…
      mungkin saya yang lupa motret gedung Gedung GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia), De Locomotief dan Kantor Pusat Raja Gula Oie Tiong Ham .
      Iya nih musti kembali ke kota lama untuk motret2 lagi 😉

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool