keraton solo

3 Tempat Menarik Ini Harus Kamu Kunjungi Saat ke Solo

3 Tempat Menarik Ini Harus Kamu Kunjungi Saat ke Solo
5 (100%) 2 votes

Mudah dan cepatnya akses dari Semarang ke Solo, membuat arus kunjungan dari kedua kota ini sangat tinggi. Apalagi kedua kota ini juga memiliki banyak tempat wisata dan kuliner yang menarik. Jika kamu liburan ke Semarang dan akan melanjutkan jalan-jalan ke Solo atau Surakarta yang bisa ditempuh dari Semarang sekitar 3 jam perjalanan, berikut 3 tempat menarik yang bisa Anda kunjungi.

Keraton Surakarta
Tanpa mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta, rasanya belum lengkap perjalanan ke Solo. Keraton yang dibangun oleh Pakoe Boewono II pada tahun 1745 ini terletak di pusat kota Solo, tepatnya di ujung Jalan Slamet Riyadi. Sebelum di lokasi yang sekarang, dahulu ibukota Keraton berada di Kartasura, yang berjarak lebih kurang 12 km barat Kota Solo.

keraton solo

Memulai perjalanan dari Jalan Slamet Riyadi ke arah keraton, kita akan disambut gerbang yang rimbun oleh pepohonan. Setelah itu sebuah alun-alun besar menanti untuk kita seberangi. Dari alun-alun ini, kita bisa melihat gaya khas sebuah tata kota lama. Ada Kraton Kasunanan Surakarta yang terletak dalam satu kompleks dengan alun-alun dan Masjid Agung.

Di seberang alun-alun, kita akan disambut sebuah gerbang pendapa yang terbuka besar dan berdiri cukup megah. Dari sini kita bisa terus berjalanan ke dalam, karena bangunan utama keraton berada di belakangnya. Di dalam bangunan utama ini terdapat sebuah museum yang dulunya merupakan kompleks perkantoran pada jaman Paku Buwono X.

Museum yang terbagi atas sembilan ruang pameran ini menyimpan bermacam-macam benda bersejarah, yang memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi. Beberapa koleksi yang ada antara lain kereta kencana, bermacam-macam senjata, wayang kulit dan benda-benda peninggalan jaman dulu lainnya.

Taman Balekambang
Nama Balekambang menurut cerita berasal dari kata bale (balai) dan kambang (mengapung), ini karena di taman ini ada balai yang terlihat mengapung dari kejauhan, lalu dinamakan Balekambang. Awalnya taman ini merupakan milik keraton yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada 1921. Sebagai persembahan untuk buah hati tercinta, nama mereka diabadikan untuk nama Taman Air Partini dan Hutan Kota Partina.

taman balekambang

Setelah diserahkan kepada negara taman ini kemudian menjadi taman kota yang terbuka untuk umum. Dalam perkembangannya Taman Balekambang yang juga menjadi pusat kesenian, mengalami pasang surut. Dulu grup lawak legendaris Srimulat pernah berjaya di tempat ini. Namun masa kelam juga pernah terjadi di tempat ini, dengan digunakannya Taman Balekambang untuk tempat tinggal, bahkan panti pijat liar, yang menyebabkan taman ini menjadi kumuh.

Tahun 2007, saat Joko Widodo menjadi wali kota Solo, Taman Balekambang direvitalisasi. Taman kembalikan fungsinya dan dijadikan salah satu obyek wisata. Taman ini pun kemudian kembali dibuka untuk umum. Kini, jika mengunjungi Taman Balekambang kita tidak hanya menikmati suasana taman kota tapi juga ada berbagai pertunjukan yang digelar secara rutin di tempat ini.

Di Taman Balaikambang ada wahana permainan air, tempat memancing, dan taman reptil juga menjadi pesona taman yang terletak di sisi utara Stadion Manahan ini. Di sini setiap bulan juga digelar pertunjukan Sendra Tari Ramayama saat bulan purnama di hari Jumat. Juga ada ketoprak dan pertunjukkan seni lainnya. Taman ini selalu ramai setiap hari, terutama saat akhir pekan. Pengunjung bisa datang ke sini mulai pukul 07.00 – 17.00, tanpa membayar tiket masuk.

Museum Sangiran
Kurang lebih 17 km dari Kota Solo, di salah satu kaki Gunung Lawu. Terdapat salah satu obyek wisata bertaraf internasional, yaitu Museum Purbakala Sangiran. Museum ini berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang terletak di Kabupaten Sragen. Di sinilah ditemukan berbagai fosil purba, salah satu tapak penting perjalanan peradaban manusia.

museum sangiran

Awalnya Museum Sangiran dibangun di atas tanah seluas 1.000 m2 yang terletak di samping Balai Desa Krikilan. Baru pada tahun 1980 dibangunlah sebuah museum yang representatif. Ini karena semakin banyaknya fosil yang ditemukan dan agar para wisatawan nyaman saat berkunjung.

Museum Sangiran terus berbenah untuk mempertegas keberadaannya sebagai warisan dunia yang memiliki peran penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kini jika kita mengunjungi Museum Sangiran tentu sangat berbeda, bahkan bisa dikatakan berevolusi dari sebelumnya, menjadi sebuah museum yang megah dengan arsitektur modern. Koleksi yang tersimpan di Museum Sangiran juga sangat lengkap, mulai dari fosil manusia, binatang, peralatan yang digunakan pada saat itu dan berbagai koleksi lainnya.

(Visited 248 times, 1 visits today)


About

Aktif mengenalkan Wisata Semarang melalui berbagai media


'3 Tempat Menarik Ini Harus Kamu Kunjungi Saat ke Solo' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool