Kabupaten Purworejo

7 Hal Yang Wajib Diketahui dari Kabupaten Purworejo

7 Hal Yang Wajib Diketahui dari Kabupaten Purworejo
5 (100%) 1 vote

Ezytravelers, sebagai orang yang lahir dan besar di Purworejo, rasanya saya wajib mempromosikan kota kelahiran. Setidaknya ada 7 hal yang wajib kalian diketahui dari Kabupaten Purworejo. Apa saja?

Kota asal mantan ibu negara kita ibu Ani Yudoyono ini dijuluki sebagai kota pensiun. Kenapa bisa begitu? Karena sebagian besar warga Purworejo itu suka merantau, dan pulang kampung lagi ketika akan menghabiskan masa pensiun. Termasuk keluarga besar saya. Semuanya menyebar kemana-mana, termasuk saya, hehe. Terlihat ketika libur Lebaran atau libur kenaikan kelas. Bisa dipastikan jalan-jalan di kota, alun2, tempat-tempat makan serta pusat oleh-oleh khas Purworejo dipenuhi mobil-mobil berplat luar kota.

Ezytravelers, secara geografis Kabupaten Purworejo berbatasan dengan propinsi DI. Yogyakarta di sebelah timur, Kabupaten Kebumen, di sebelah barat, Kabupaten Wonosobo di barat laut dan Kota Magelang di sebelah utara. Bagian selatan wilayah Kabupaten Purworejo merupakan dataran rendah. Bagian utara berupa pegunungan, bagian dari Pegunungan Serayu. Di perbatasan dengan DI Yogyakarta membujur Pegunungan Menoreh. Karena diapit oleh pegunungan,  Kabupaten Purworejo memiliki iklim yang cukup sejuk.

Nah, ada 7 hal yang wajib Ezytravelers ketahui dari Kabupaten Purworejo. Apa saja?

Bedug Terbesar di Asia

Purworejo memiliki bedug besar bernama Bedug Kyai Bagelen yang berada di dalam Masjid Agung Purworejo. Masjid yang berlokasi di sebelah barat alun-alun Purworejo ini biasa dikunjungi wisatawan domestik sebagai bagian dari wisata religi. Selain mampir untuk salat, para wisatawan tersebut juga ingin melihat bedug yang konon terbesar di Asia ini.

Makanan khas Purworejo

Kalau ditanya soal makanan khas Purworejo, ada banyak macamnya. Saya yakin, pasti akan banyak yang terprovokasi untuk mencarinya. Berikut ini, beberapa diantaranya.

  • Clorot

Kue clorot adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan gula merah yang dimasak dalam pilinan daun kelapa yang masih muda (janur kuning). Clorot berasal dari Kecamatan Grabag yang terletak di pesisir selatan Kota Purworejo.

  • Dawet Ireng

Dawet ireng khas Butuh Purworejo ini sangat populer dan selalu dicari para pemudik dari luar kota. Sepanjang jalan antara Purworejo-Kebumen banyak dijumpai kedai-kedai yang menjual dawet ireng ini.

  • Geblek Bumbu

Geblek bumbu terbuat dari tepung singkong yang berbentuk lingkaran dan digoreng. Mirip-mirip sama aci goreng. Makan geblek ini paling enak dengan dicocol atau dicampur dengan bumbu kacang. Makanan sederhana ini termasuk makanan yang paling saya cari kalau sedang pulang kampung.

  • Kue Lompong

Kue yang berwarna hitam ini terbuat dari gandum berisi kacang dan dibungkus dengan daun pisang yang telah mengering berwarna kecoklatan (klaras). Rasanya? legit banget. Kalau penasaran ingin mencicipi, banyak kok dijual di pusat oleh-oleh yang ada di Purworejo. Harganya murah meriah, kok.

  • Kue Satu

Kue satu ini terbuat dari tepung ketan, berbentuk kotak kecil berwarna krem, dan rasanya manis. Ada juga kue satu yang dibuat dari tepung kacang hijau. Kue satu ini biasanya dihidangkan ketika Lebaran. Cocok juga dinikmati sambil minum teh hangat. Begitu di gigit, kue satu ini akan lumer di mulut. Hmm, kebayang kan rasanya?

  • Lanting

Lanting  ini bahan dan bentuknya hampir sama dengan geblek, hanya saja ukurannya lebih kecil. Rasanya gurih dan renyah. Sebenarnya ada beberapa varian lanting. Ada yang pedas manis ada juga yang rasa orisinal atau rasa bawang.

  • Sate Winong

Sebenarnya sate winong sama dengan sate kambing kebanyakan, tetapi sate winong ini disajikan dengan bumbu kecap buatan sendiri yang khas dan berbeda dengan sate kambing lain. Dinamakan sate Winong karena rata-rata penjualnya berasal dari daerah Winong.

Kesenian khas Purworejo

Purworejo memiliki kesenian yang khas, yaitu dolalak, tarian tradisional diiringi musik perkusi tradisional seperti : Bedug, rebana, kendang. Satu kelompok penari terdiri dari 12 orang penari, dimana satu kelompok terdiri dari satu jenis gender saja (seluruhnya pria, atau seluruhnya wanita). Kostum mereka terdiri dari : Topi pet (seperti petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan berkaos kaki tanpa sepatu (karena menarinya di atas tikar). Biasanya para penari dibacakan mantra hingga menari dalam kondisi trance (biasanya diminta untuk makan padi, tebu, kelapa) kesenian ini sering disebut juga dengan nama Dolalak.

Tempat Wisata

Untuk pariwisata, kabupaten Purworejo mengandalkan pantai-pantainya yang berada di wilayah selatan. Ada pantai Ketawang, Pantai Keburuhan (Pasir Puncu), Pantai Jatimalang dengan goa-goa seperti Goa Selokarang dan Sendang Sono, di Sendang Sono yang artinya kolam di bawah pohon sono. Sebagian masyarakat mempercayai bahwa kalau kita mandi di sendang tersebut akan dapat mempertahankan keremajaan.

Ezytravelers, mau coba?

Ada juga Goa Seplawan yang terdapat di kecamatan Kaligesing. Goa ini banyak diminati wisatawan karena keindahannya yang masih asli dan juga keindahan pemandangan alamnya.

Di samping itu, terdapat juga air terjun Curug Muncar dengan ketinggian kurang lebih 40m yang terletak di kecamatan Bruno dengan panorama alam yang masih alami.

Batik khas Purworejo

Beberapa tahun belakangan ini, orang-orang Purworejo menciptakan kreasi batik tulis khas Purworejo. Beberapa motif yang diciptakan mulai motif manggis dan durian, motif kambing etawa hingga motif kesenian dolalak. Produk batik khas Purworejo ini tidak kalah dengan batik khas kota lain, loh.

Komoditi khas Purworejo

Komoditi khas kabupaten Purworejo juga patut diperhitungkan. Buah durian dan manggis bahkan menjadi ikon kota Purworejo. Dua buah ini menjadi andalan di bidang pertanian. Sedangkan di bidang peternakan, Purworejo memiliki komoditas yang sudah dikenal luas hampir di seluruh pelosok nusantara. Siapa yang tidak tahu kambing Etawa?

Ternak yang menjadi khas Purworejo adalah kambing peranakan etawa (PE), yakni kambing dari India yang memiliki postur tinggi besar. Bagi sebagian besar peternak di Purworejo, memiliki kambing ini merupakan kebanggaan tersendiri, ibarat memiliki mobil mewah. Benar juga sih, karena harga seekor kambing Etawa kabarnya bisa untuk membeli mobil, loh.

Tokoh-tokoh Penting yang Berasal dari  Purworejo

Nah, selain makanan khas, tempat wisata, batik dan komoditi lain yang dimiliki Purworejo, ternyata banyak juga tokoh-tokoh serta pahlawan yang berasal dari Purworejo, lho. Antara lain Jenderal Ahmad Yani, Sarwo Edhie Wibowo, Bustanul Arifin, Oerip Soemohardjo, W.R Soepratman, Kyai Sadrach, Danurwindo, Slamet Kirbiantoro, Endriartono Sutarto, Kasman Singodimedjo, Mardiyanto, Ganjar Pranowo, Erman Suparno, Wilopo, dan masih banyak lagi yang belum disebutkan. Ternyata banyak juga putra asli Purworejo yang menjadi tokoh penting Nusantara, ya.

Meski Purworejo adalah kota kecil, tetapi suasana dan potensi yang dimilikinya membuat warganya ingin selalu pulang. Termasuk saya.

Jadi, kapan Ezytravelers berkunjung ke Purworejo?

Sumber foto :

cerita kuliner Indonesia

telusur Indonesia

sketsa budaya

 

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: cari hotel di semarang, promo menarik, dan tiket murah ke Semarang
(Visited 143 times, 1 visits today)


About

Blogger yang pengen jadi "traveller". Suka baca, musik dan kopi.


'7 Hal Yang Wajib Diketahui dari Kabupaten Purworejo' have 8 comments

  1. January 2, 2017 @ 11:33 am Dewi 'Dedew' Rieka

    wah ternyata makanan khas purworejo unik-unik yaaa penasaran deh

    Reply

  2. January 2, 2017 @ 2:22 pm Amir Mahmud

    Saya sering ke Purworejo, bolak balik malah, kadang mampir di alun alun kota. Beda banget sama Kebumen, lebih maju Purworejo ^_^

    Reply

    • January 2, 2017 @ 8:58 pm Ika Puspitasari

      Wah iya kah? Alun-alun memang semacam pusat keramaian di Purworejo. Padahal Kebumen juga memiliki potensi yang tidak kalah dari Purworejo, loh

      Reply

  3. January 2, 2017 @ 3:59 pm Vita Pusvitasari

    Seringnya cuma mampir purworejo kalau dari garut ponorogo, belum pernah mampir atau singgah, batiknya bagua juga

    Reply

  4. January 2, 2017 @ 9:07 pm Yang Nofiar Desmayani

    Saya sudah pernah ke Purworejo. Kapan2 main lagi deh

    Reply

  5. January 3, 2017 @ 8:44 am Primastuti satrianto

    Purworejo deket banget sama Jogja, ternyata bnyk ya yg sy blm tahu, makasih mba sharingnya..

    Reply

  6. January 3, 2017 @ 10:38 am Fakhruddin

    Baru tahu bedug terbesar ada di Purworejo, Kue lompongnya enak sih. Saya pernah cobain 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool