Asyiknya Trekking Gunung Merapi

Di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah, banyak terdapat jajaran pegunungan yang bisa digunakan untuk pendakian gunung. Beberapa gunung tersebut antara lain adalah Gunung Ungaran, Lawu, Sindoro, Sumbing, Prau, Andong,  Merbabu, dan Gunung Merapi. Dari beberapa gunung tersebut, gunung Merapi masih aktif dan memiliki aktivitas vulkanologi yang tinggi. Namun, gunung Merapi masih terbuka untuk pendakian.

Gunung Merapi merupakan gunung teraktif di Indonesia dan memiliki ketinggian 2950 mdpl. Terletak diantara perbatasan provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, yaitu tepatnya di Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sleman. Namun, hanya jalur pendakian menuju ke Gunung Merapi hanya bisa melalui Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sedangkan jalur lainnya sudah rusak dan tidak layak karena letusan Gunung Merapi. Gunung Merapi terakhir meletus pada tahun 2010.

 

Pendakian Gunung Merapi bisa dilakukan secara camping atau hanya trekking (tanpa camping). Hal ini akan mempengaruhi peralatan yang dibawa, dan waktu pendakian. Namun dalam artikel ini akan diceritakan tentang pendakian Gunung Merapi secara treking (tanpa camping). Pendakian akan melalui basecamp Barameru di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Bisa ditempuh dalam waktu 2-3 jam perjalanan dari kota Semarang. Sangat disarankan untuk naik kendaraan pribadi. Kawasan Selo juga merupakan kawasan wisata alam dan juga jalur pendakian Gunung Merbabu.

Pendakian Gunung Merapi secara trekking idealnya dilakukan mulai pukul 02:30 dinihari. Berdasarkan estimasi tersebut, pendaki bisa menikmati sunrise di sekitar Pos Watu Gajah atau di  pos Pasar Bubrah. Pasar Bubrah merupakan area camping dan batas pendakian Gunung Merapi. Sebelum melakukan pendakian, jangan lupa untuk registrasi dan membayar ijin (simaksi) pendakian Gunung Merapi sebesar Rp 18.500/ orang di Basecamp Barameru. Hal itu demi keamanan dan kenyamanan dalam pendakian jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Setelah registrasi, pendaki bisa mulai trekking dari Basecamp Barameru menuju gapura Taman Nasional Gunung Merapi atau Pos I. Perjalanan treking sekitar 1 jam perjalanan dan akan melewati area New Selo. Selama perjalanan pendaki akan melalui perkebunan warga. Jalur berupa jalan aspal, jalan setapak dan tanah. Di sebelah kiri jalur pendakian terapat jurang yang cukup dalam. Maka sebaiknya pendaki tetap berhati-hati.

 

Setelah mencapai Pos I, perjalanan bisa langsung dilanjutkan menuju Pos II. Selama trekking, pendaki akan melewati hutan. Jalurnya menanjak dan terlihat sangat jelas. Ada beberapa pohon perdu di sepanjang jalur pendakian. Di pos II terdapat sebuah shelter untuk istirahat dan tanah lapang yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Setelah cukup beristirahat di shelter yang ada di Pos II, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Pos Watu Gajah. Terdapat dua jalur yang bisa dilewati untuk menuju Pos Watu Gajah, yaitu jalur normal dan jalur evakuasi. Jalur normal akan melewati batu-batuan dan jalurnya menanjak. Sedangkan jalur evakuasi lebih landai. Kedua jalur ini akan bertemu di Pos Watu Gajah. Diberi nama Pos Watu Gajah karena di pos ini terdapat banyak batu yang berukuran besar. Pos Watu Gajah merupakan spot favorit untuk mendirikan tenda atau camping karena tempatnya yang datar dan rimbun oleh pepohonan. Di pos ini, pendaki juga bisa melihat ratusan kera.

Pos Watu Gajah dan Pos Pasar Bubrah letaknya tidak terlalu jauh. Dibutuhkan waktu waktu trekking selama 15 menit dengan jalur berupa batuan kerikil dan menanjak. Pos Pasar Bubrah merupakan area lapang yang dipenuhi batu dan kerikil. Di sini juga sering digunakan untuk mendirikan tenda, meskipun tanahnya tidak datar. Pos Watu Gajah dan Pos Pasar Bubrah merupakan tempat yang tepat untuk menikmati sunrise. Dari kedua pos ini pula, pendaki bisa melihat Gunung Merbabu (3142 mdpl).

Jika perjalanan trekking dimulai pada pukul 02:30, diperkirakan pada pukul 06:00 sudah sampai di Pos Watu Gajah atau Pos Pasar Bubrah. Pendakian secara trekking lebih cepat karena pendaki tidak membawa beban berat, seperti membawa perlengkapan camping. Hal itu memudahkan pendaki untuk mempercepat langkah dalam trekking.

Sesuai himbauan PVMBG dan pengelola Gunung Merapi, pendakian gunung dibatasi hanya sampai di Pos Pasar Bubrah saja. Pendaki tidak diperkenankan untuk mendaki hingga puncak gunung. Namun, banyak pendaki yang tidak menghiraukan larangan tersebut dan tetap melakukan pendakian hingga ke puncak gunung. Tak jarang terjadi kecelakaan kecil atau bahkan menyebabkan kematian dalam pendakian di gunung. Pendakian gunung bukan tentang puncak gunung semata, perjalanan yang aman dan bisa  pulang serta berkumpul dengan keluarga merupakan bagian terpenting dari sebuah pendakian gunung.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika trekking ke Gunung Merapi:

  1. Bawa perlengkapan sesuai standard trekking atau pendakian
  2. Gunakan sepatu trekking atau sepatu olahraga. Jangan gunakan sandal gunung.
  3. Sebaiknya pilih waktu yang bagus ketika mendaki, jangan ketika musim hujan.
  4. Mengurus ijin pendakian ke basecamp atau pengelola Gunung Merapi
  5. Bawa logistik sesuai kebutuhan, termasuk air minum. Di Gunung Merapi tidak ada sumber mata air.
  6. Latihan fisik sebelum melakukan pendakian
  7. Pendakian dilakukan secara tim (3-6 orang). Satu diantaranya pernah naik gunung Merapi.
Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel murah di Semarang, paket wisata murah, dan tiket pesawat Semarang
Asyiknya Trekking Gunung Merapi
Vote Us
(Visited 73 times, 1 visits today)


About

Traveller, Travel Blogger


'Asyiknya Trekking Gunung Merapi' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool