rafting di bogowonto

Begini Rasanya Digulung Jeram Di Sungai Bogowonto

Pandangan mata seolah buram mendadak ketika tubuh digoncang-goncan jeram di atas perahu karet. Sontak kami pun berteriak sekencang kilat berfikir akan terbalik dan kami akan hanyut mengikuti aliran sungai saat rafting di Bogowonto. Kami mencoba menaklukan sungai yang lebar dengan arus yang cukup deras.

rafting di bogowonto

Pemanasan sebelum rafting di Bogowonto

Sebelum saya dan teman-teman bergulat dengan jeram yang ganas. Kami melakukan pemanasan terlebih dahulu. Seorang instruktur memandu kami untuk melakukan gerakan-gerakan senam ringan. Kami semangat dan senang mengikutinya.

rafting di bogowonto

Setelah pemanasan selesai dilakukan, maka kami diminta memakai alat pelindung seperti pelampung, dan helm. Tak lupa kami membawa dayung kami masing-masing. Terik matahari siang itu tak menyurutkan kami untuk menaklukkan sungai Bogowonto.

Selain melakukan pemanasan kami juga diberikan sedikit pengarahan perihal keamanan saat rafting di Bogowonto.

Tiga perahu karet sudah di siapkan

Tiga perahu karet sudah disiapkan untuk rafting di Bogowonto. Kami pun membagi peserta menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok didampingi oleh instruktur yang siap memandu kami untuk melewati jeram-jeram ganas itu.

rafting di bogowonto

Kami pun siap di atas perahu masing-masing. Sang instruktur mulai mendayung perahu kami dari belakang. Kami pun ikut mengimbanginya. Tangan kami tak ada yang diam, semua mendayung dengan semangat. Perahu kami melewati sungai dengan aliran yang tenang.

Mendayung saat rafting di Bogowonto

“Dayung…dayung…dayung….” Begitu instruktur kami memandu.

Dengan semangat kami mendayung tanpa henti dan mencoba mendahului perahu lainnya. Gelak tawa pun pecah pada saat kami rafting di Bogowonto. Dengan tampang tengil instruktur membasahi kami dengan air mengunakan dayungnya.

Kami pun tak mau kalah untuk membalasnya. Hal tersebut pun kami lakukan kepada teman kami di perahu karet lainnya. Seraya kami mendayung dan mendekat dengan jeram-jeram kecil sebagai pemanasan.

Jeram-jeram di Bogowonto menantang kami

rafting di bogowonto

Jeram-jeram kecil berhasil kami lalui dengan sempurna. Keberhasilan sederhana ini menantang kami untuk mencari jeram yang lebih besar. Kami pun tak segan-segan untuk mencari jeram-jeram tersebut.

Dayung serentak kami angkat ke atas, karena di depan kami sudah ada jeram yang besar untuk kami lalui. Perahu kami pun terombang-ambing melewati jeram pertama. Debit air di sungai Bogowonto ini cukup tinggi karena hujan beberapa hari lalu di Purworejo. Sehingga kami hanya melewati sungai Bogowonto sejauh 5 kilometer saja.

Mungkin bagi Ezytravelers yang sudah pernah mencoba rafting di sungai Elo, Magelang, rafting di Bogowonto ini memiliki grade jeram yang sama. Hanya saja kondisi sungai agak sedikit lebar.

Yuk keliling Semarang! Eits, ambil promo Tiket Pesawat Jakarta SemarangHotel di Semarang & Paket Wisata Murah sekarang!

Di mana sih Rafting Bogowonto itu?

Rafting Bogowonto berada di Kabupaten Purworejo yang tepat berada di selatan sebagai hilir. Sungai Bogowonto berada di daerah aliran sungai (DAS) Bogowonto seluas 58.571,68 Ha.

Wahana rafting ini tergolong destinasi wisata baru di Purworejo. Masih banyak sekali yang harus dibenahi. Terutama skipper yang kurang detail dalam memberikan pengarahan perihal keamanan saat berarum jeram. Angkutan yang jadi pengangkut kami pun hanya ada satu dan harus bolak balik untuk antar jemput.

Satu perahu terbalik saat melewati jeram grade 3

Rasa was-was bercampur teriakan maut mengiringi kami untuk melewati jeram dengan arus yang tergolong deras. Sebelum perahu kami melewati jeram tersebut, kami sudah bersiap dan mengangkat dayung kami. Rasanya seolah hilang kesadaran ketika perahu yang saya tumpangi beberapa kali terjebak dalam pusaran jeram.

Dalam hati saya sudah merasa pasrah apabila nantinya perahu saya terbalik. Sementara kuping saya terdengar suara jeritan bercampur tawa. Saya pun juga turut serta berteriak menambah ketegangan.

Setelah beberapa menit, akhirnya kami dapat melewati jeram tersebut dengan selamat dan kami serempak melepaskan tawa.

“Untung perahunya gak terbalik dan aku gak jatoh.” Celetuk Aya.

Kami pun kembali tertawa mendengar celetuk Aya, yang sedari tadi merasa ketakutan.

Jarak beberapa mater dari jeram tersebut, kami mendapati perahu yang ditumpangi kelompok lain terbalik. Meskipun kami sempat kawatir dengan keadaan mereka, namun pada akhirnya kami tertawa.

Begini Rasanya Digulung Jeram Di Sungai Bogowonto
5 (100%) 1 vote
(Visited 42 times, 1 visits today)

About

Seorang gadis yang doyan jalan-jalan. Selalu menceritakan cerita perjalanannya melalui tulisan dan foto.


'Begini Rasanya Digulung Jeram Di Sungai Bogowonto' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool