Benteng Pendem Ambarawa

Benteng Pendem Ambarawa, Antara Hidup dan Mati

Benteng Pendem Ambarawa, Antara Hidup dan Mati
4.25 (85%) 4 votes

Membicarakan tempat wisata di Semarang  tidak akan melelahkan. Dari wisata kuliner, heritage, alam, seni/budaya dan wisata edukasi, tersedia di Kota Semarang dan sekitarnya. Banyak dari kita yang melewatkan begitu saja tempat-tempat unik yang ada disekitar kita. Kadang malah kita tidak ngeh ada tempat wisata yang letaknya dekat dengan tempat tinggal kita. Bagi Anda yang tinggal di Semarang, mari menjelajahi kota Semarang dari yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda.

Kalau sedang wisata ke Semarang tepatnya di selatan kota Semarang yaitu Ambarawa. Ambarawa berjarak sekitar 40km dari Kota Semarang dan termasuk wilayah Kabupaten Semarang. Di Ambarawa terdapat beberapa tempat wisata seperti Palagan Ambarawa dan Museum Kereta Api. Ambarawa ini juga dijuluki sebagai kota Palagan Ambarawa.

Bila berkunjung ke museum Kereta Api Ambarawa, tidak ada salahnya mampir ke Fort Willem 1 atau orang-orang sekitar menyebutnya Benteng Pendem. Pendem atau Pendhem adalah istilah Bahasa Jawa yang berarti terpendam atau terkubur. Lokasi Benteng Pendem ini dekat dengan museum Kereta Api, atau dibelakang RSUD Ambarawa dan berada di Kompleks Lapas Kelas II Ambarawa. Benteng Pendem ini pernah digunakan sebagai setting film Soekarno yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Wah di kompleks Lapas, apakah bisa masuk? Tentu saja boleh asal minta ijin dulu kepada petugas Lapas yang berjaga. Lebih enak lagi kalau memliki teman atau saudara yang tinggal di kompleks bneteng tersebut, tentu tidak perlu minta ijin 😀 Jalan masuk ke Benteng ada 2 (setahu saya), pertama bisa melewati jalan alternatif dekat dengan RSUD Ambarawa. Yang kedua melewati pintu masuk ke Lapas Ambarawa dan bangunan benteng yang bisa dikunjungi ada disebelah kiri Lapas.

Benteng Pendem

Jalan menuju kompleks Benteng Pendem

Foto di atas ada tampak plang hijau dipojokan, ternyata itu bertuliskan “Masdjid” dengan angka tahun 1834-1843. Saya lupa mengambil foto dari dekat 😀

Ketika kita sudah berada di suatu tempat, sudah seharusnya mentaati peraturan yang ada. Seperti di dalam benteng Pendem ini. Kita tidak boleh ramai, karena ternyata di benteng tersebut digunakan juga sebagai tempat tinggal. Bagi saya atau Anda yang tak biasa hidup di gedung-gedung tua mungkin akan merasa ngeri. Karena selain bangunan sudah tua, banyak lumut ataupun tumbuhan liar yang tumbuh di dinding-dinding bangunan.

Benteng Pendem

Salah satu selasar yang sisi kirinya digunakan untuk tempat tinggal

Tempat ini memang eksotis karena itu menjadi surga bagi para pecinta fotografi. Sudut-sudut tempat bisa menjadi objek foto. Sayang sepertinya pemerintah tidak memperhatikan bangunan peninggalan bersejarah ini. Banyak bangunan-bangunan yang sudah tidak terawat. Walaupun terlihat kokoh berdiri, tetapi kalau tidak terawat lama-lama tentu akan rusak juga. Usianya pun sudah hampir 2 abad.

Benteng Pendem Semarang

Bangunan benteng yang kokoh berdiri

Benteng Pendem Semarang

Sesekali nampang disini. Photo by @ania.maharani

Sudah seharusnya pemerintah turut berperan memelihara bangunan-bangunan bersejarah. Karena sebenarnya tempat-tempat peninggalan bersejarah mempunyai nilai histories tersendiri dan bisa menjadi komoditas wisata.

(Visited 18,959 times, 3 visits today)



'Benteng Pendem Ambarawa, Antara Hidup dan Mati' have 17 comments

  1. April 9, 2015 @ 2:02 pm Hidayah Sulistyowati

    Udaranya adem di situ, buat jalan-jalan asik ya

    Reply

    • April 9, 2015 @ 2:42 pm slamet riyadi

      adem?
      aku kalo ke sana kok sumuk panas yak hehe

      Reply

      • April 9, 2015 @ 3:22 pm Inung Djuwari

        bener mas Slam….panas, aku jam 10 pagi kesitu, sudah panas. Adem kalo di dalam bangunan bentengnya mbak Wati.

        Reply

    • October 4, 2015 @ 11:40 am ayda

      itu kalok dari salatiga mana?

      Reply

  2. April 9, 2015 @ 2:43 pm menik

    waaaaaaah, masih belum terekspos ini tempatnya 😀 masih jarang yang ngulas tempat ini hehehe
    asiiik, kalo lewat ambarawa bisa mampir nih hehehe
    TFS mbak 😀

    Reply

    • April 9, 2015 @ 4:04 pm Inung Djuwari

      mbak Menik….ayoo kesana sebelum tutup.
      soalnya aku dapat desas-desus benteng ini sudah mulai ditutup untuk umum, tapi kabar benar tidaknya belum tahu.

      Reply

  3. April 9, 2015 @ 4:35 pm munif

    ternyata masih boleh dikunjungi… beberapa waktu lalu denger info ga boleh masuk, mungkin orangnya ga ijin kali ya…

    Reply

    • April 10, 2015 @ 3:41 pm Inung Djuwari

      saya juga mendengar slentingan begitu mas, kalau sudah tidak boleh masuk. Tapi kebenaran beritanya kalau tidak boleh masuk juga belum ada. Iya kali mas…pada nyelonong saja jadi yang tinggal disitu merasa terganggu.

      Reply

  4. April 13, 2015 @ 7:39 pm Dwi Pramono

    Wiii… yang dipilih jadi featured image fotonya horor…

    Reply

    • April 14, 2015 @ 12:45 pm Inung Djuwari

      bukan horor pak DP, kui asline pencahayaane kurang….sing motret sing ora pinter 😀

      Reply

  5. April 13, 2015 @ 11:08 pm Rahmi Aziza

    Kemarin pas ke Ambarawa kok rak sisan mampir sini yo, baru tahu sih ada tempat layak gini di Ambarawa

    Reply

    • April 14, 2015 @ 12:47 pm Inung Djuwari

      padahal tinggal loncat aja lhooo dari museum 😀

      Reply

  6. July 29, 2015 @ 6:47 pm dewa

    sayang sekali,karena benteng ini sudah ditutup, tidak boleh lagi untuk kunjungan publik… maklumlah tanah sengketa

    terakhir kesana tgl 27 juli 2015 lalu

    Reply

  7. September 13, 2015 @ 3:06 pm andy

    Tanah kelahiranku ambarawa tak jauh dari museum,palagan dan benteng.
    Love ambarawa

    Reply

  8. October 28, 2015 @ 2:23 pm asrul sani

    tempatnya ternyata keren sekali… jangan lewatkan pokoknya kalo singah ke Semarang mampir di Benteng pendem Ambarawa…

    Reply

  9. December 16, 2015 @ 7:15 pm hidayatun

    kemarin tanggal 12 Desember saya ke sana baru mau masuk di gerbang sudah di tegur sama ibu ibu dan dilarang masuk.

    Reply

  10. December 20, 2015 @ 12:28 pm Jodi

    Sayang ya baru kemaren kesana tanggal 19-12-15 baru dateng udah diusir aja

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool