Batik Demak

Berburu Batik Demak Sekar Jagad

Berburu Batik Demak Sekar Jagad
5 (100%) 2 votes

Waktu saudaraku yang tinggal di Medan dan datang untuk liburan wisata ke Semarang sekitarnya, dia bertanya padaku di mana sentra produksi batik Demak. Terus terang waktu itu aku sempat terkejut dengan mulut berdesis oooooh, ada ya Batik Demak?

Sayangnya dia tak punya waktu lebih banyak untuk berkeliling waktu itu, sehingga pulang ke Medan tanpa membawa satu helai batikpun.

Dus, aku yang penasaran kemudian mulai jalan-jalan mencari keberadaan batik Demak yang selama ini kulewatkan. Dan sampailah aku di dua sentra produksi batik ini. Yang satunya ada di jalan lingkar kota Demak, satu lagi di daerah Betokan dekat perkebunan jambu dan belimbing yang menjadi sumber inspirasi dari motif batik Demak ini. Di kedua tempat ini aku menyaksikan langsung proses produksinya.

Batik Demak Sekar Jagad

Prosesnya diawali dengan pencelupan kain menggunakan  warna dasar. Sebagian  masih menggunakan bahan pewarna alami seperti dedaunan, tapi ada juga yang menggunakan pewarna sintetis.

Setelah dikeringkan, kemudian dibuatlah motif batik-an di atas kain tersebut menggunakan lilin. Ada tiga cara pembuatannya, yakni dengan cara men-cap dengan cetakan, dengan cara menyablon dan dengan canting alias yang kita kenal sebagai batik tulis.

Batik Demak Sekar Jagad
Selanjutnya dikeringkan kembali, dan dicuci untuk membersihkan bekas lilin cetakannya. Lalu dicelup menggunakan warna lain. Jumlah warna dalam kain menunjukkan berapa kali proses pencelupan, yang artinya juga berbeda dalam harga kain batik jadinya.

Batik Demak Sekar Jagad

Untuk kain batik dengan satu warna, rata-rata per meter Rp. 60.000,- Untuk yang dua warna, rata-rata per meter Rp. 70.000,- rata-rata per meter Rp. 80.000,-

Batik Demak Sekar Jagad

Selain jumlah warna, jenis kain juga menentukan harganya. Di dekat sentra produksi, terdapat juga gallery yang tidak saja memajang berbagai macam kain batik dengan berbagai motif dan ukuran, tetapi juga menampilkan batik yang sudah digubah menjadi baju, kemeja, celana, gaun, cardigan, tas dll.

Batik Demak Sekar Jagad

Konon Batik Demak yang terkenal dengan batik sisiknya sebenarnya sudah ada sejak   tahun 1920-an, dengan sentra usaha terbesar yang terletak di Kecamatan Wedung. Namun karena tidak ada yang meneruskan dan mengembangkan, akhirnya usaha ini mati. Kenapa sisik, karena Demak berada di daerah pesisir pantura (pantai utara Jawa)

Batik Demak Sekar Jagad

Setelah mati suri cukup lama, batik Demak baru dirintis lagi sekitar tahun 2006.

Batik Demak Sekar Jagad

Motif-motif yang ada diambil dari inspirasi hasil alam Demak sendiri. Sehingga ada motif  jambu, motif belimbing, motif mangrove, motif semangka tegalan, motif ikan dst.

Batik Demak Sekar Jagad

Terdapat motif yang menggunakan stilasi ornamen yang terdapat di Masjid Agung Demak (MAD), seperti  gambar bledeg (petir) yang ada di pintu bledeg.

Batik Demak Sekar Jagad

Motif bulus yang ada di pengimaman MAD. Motif yang terinspirasi soko tatal  MAD. Maupun motif yang terinspirasi tiang di teras MAD bercorak Majapahit yang merupakan pemberian Raja Brawijaya pada Raden Fatah.

Batik Demak Sekar Jagad

Sejarah dan kekayaan alam yang menjadi ciri khas Demak ini tertuang dalam batik-batik indah ini yang memadukan motif klasik dengan motif batik kontemporer.

Batik Demak Sekar Jagad

Ada satu motif batik yang memadukan semua motif tersebut, dan inilah yang disebut sebagai Batik Sekar Jagad. Mau berburu Sekar Jagad ini? Yuk ke Demak!

Batik Demak Sekar Jagad

(Visited 1,523 times, 6 visits today)


About

penikmat hujan, pecinta purnama.


'Berburu Batik Demak Sekar Jagad' have 9 comments

  1. April 17, 2015 @ 8:16 pm Inung Djuwari

    kirim satu buat aku mbak…. 😀

    Reply

    • April 30, 2015 @ 11:54 am dian

      eh sini dong. pilih sendiri, mbak Inung 🙂

      Reply

  2. April 18, 2015 @ 5:56 am Hidayah Sulistyowati

    Yang motif bulus apik, mbak

    Reply

    • April 30, 2015 @ 11:56 am dian

      betul, mbak Wati. nyeni dan penuh filosofi 🙂

      Reply

  3. April 24, 2015 @ 2:24 pm Be Adawea

    Keren banget yaaa ternyata batik-batik Demak… selanjutnya filosofis motif batiknya dong mbak…

    Reply

    • April 30, 2015 @ 11:57 am dian

      Siap! Insya Allah kapan-kapan dibahas filosofinya ya:)

      Reply

  4. April 30, 2015 @ 10:51 am ina

    batik demak, smg ke depan makin maju dan lebih variatif.
    Harusnya pemkab mewajibkan pns untuk memakai batik demak tiap jumat. Demi memajukan & melestarikan usaha batik demak

    Reply

    • April 30, 2015 @ 11:58 am dian

      Eh usulnya bagus. Kapan-kapan aku matur pak Bupatine wis 😀

      Reply

  5. July 28, 2015 @ 9:17 pm Fanisa

    Kalo boleh tau, itu alamatnya mana ya pengrajin sama yang pny galery batik demak. Terimakasih

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool