mendoan

Bisa Jajan Mendoan di Semarang

Bisa Jajan Mendoan di Semarang
5 (100%) 1 vote

Bagi penggemar kuliner, Semarang menawarkan  berbagai keragaman makanan yang berasal dari berbagai daerah. Selama ini orang-orang dari luar kota yang liburan di Semarang hanya tau tahu bakso dan lunpia sebagai makanan yang ada di Semarang dan Kabupaten Semarang. Padahal masih banyak lagi jajanan yang bervariasi.

Selain lunpia, oleh-oleh andalan yang sering dibawa dari Semarang itu ada bandeng presto, wingko babat dan ganjel rel. Di seputaran Jalan Pandanaran berbagai oleh-oleh menarik telah tersedia. Pada musim liburan akan berakhir, kawasan ini akan mendadak padat. Untunglah sekarang sudah diatur sistem parkirnya sehingga sudah lumayan lah tidak berdesak-desakan seperti dahulu.

Bagi orang Purwokerto yang sedang singgah, jangan khawatir, bisa jajan mendoan di Semarang. Taunya ada mendoan khas Purwokerto ini ya gara-gara ikutan jalan-jalan Minggu pagi ngiderin Simpang Lima. Dulu sebelum Simpang Lima ditutup untuk Car Free Day (CFD), ada dua penjual mendoan Purwokerto yang mangkal di sana. Satu di depan STM Pembangunan, satunya lagi di pengkolan Telkom.  Setelah ada CFD, yang jualan di pengkolan tadi pindah ke pasar tiban Stadion di Jalan Ki Mangun Sarkoro.

penjual mendoan adam

Kebetulan suami saya suka sekali dengan mendoan Purwokerto yang ini. Mendoan Purwokerto Adam milik Mas Supriyadi dan Mba Triana ini khas sekali cita rasanya. Plek njiplek seperti rasa asalnya dari Purwokerto. Mungkin juga karena pemiliknya berasal dari sana.

Mendoan itu berasal dari kata mendo, tempe setengah jadi yang dikemas khusus per lembar dan digoreng setelah dibalut tepung. Jadi bukan tempe utuh yang diiris-iris dan kemudian dicemplungkan ke adonan tepung ya. Beginilah bentuk mendoan sebelum digoreng :

tipisnya mendoan purwokerto

mendoan Purwokerto yang tipis

Sama halnya dengan kemasan mendoan mentah yang beredar di pasaran, mendoan Adam ini juga dalam satu bungkusnya terdapat dua buah tempe mendoan yang siap untuk digoreng. Bolak balik dengan masing-masing dialasi daun pisang.

mendoan Purwokerto

mempersiapkan mendoan yang akan digoreng

Bagi saya yang wong Semarang asli, gorengan macam mendoan seperti ini lebih suka yang garing dan kriyuk. Namun bagi mereka penikmat mendoan original, mendoan basah adalah pilihan yang paling sesuai. Jadi mendoan tersebut hanya akan digoreng sekitar satu menit saja. Kulit mendoannya masih berwarna putih dan saat dikunyah masih terasa empuk tepungnya.

mendoan di Semarang

Lantas bagaimana nasib saya yang gemar sekali akan kriyukan?

Rekues ke penjualnya untuk minta digorengkan sampai garing juga bisa kok. Mendoan Purwokerto Adam memang membebaskan pembeli untuk memilih level gorengan mendoannya, mulai dari yang basah, sedang sampai kering. Bahkan kalau pembelinya enggak malu, minta remukan tepung mendoannya juga boleh. Lezat sekali loh untuk pelengkap makan. Kan kalau nggak kriyuk nggak rame…

mendoan Purwokerto Adam Semarang

Bagi yang berminat, bisa jajan mendoan di Semarang juga looohh… tak perlu jauh-jauh ke Purwokerto. Tinggal luncuran ke daerah Tlogosari. Masuk saja melalui gerbang perumahan Tlogosari. Nanti setelah jembatan pertama belok ke kanan. Mendoan Purwokerto Adam ini ada di depan Alfamart. Buka mulai sekitar pukul 18.00 hingga malam hari.

(Visited 1,603 times, 1 visits today)


About

Ibu dua orang anak yang gemar ngomong gak penting, senang kumpul-kumpul plus ngumpulin buku


'Bisa Jajan Mendoan di Semarang' have 2 comments

  1. April 29, 2015 @ 9:07 pm danie

    kalo pulang kerja, pasti penjualnya blm siap. kalau abis maghrib rame bgt, antrinya….

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool