Masjid Pekojan Semarang

Bubur India Yang Legendaris di Masjid Pekojan Semarang

Bubur India Yang Legendaris di Masjid Pekojan Semarang
5 (100%) 1 vote

Ada satu tradisi unik yang masih bertahan hingga ratusan tahun di salah satu Masjid di kota Semarang, Masjid Jami Pekojan, yaitu pembagian takjil Bubur India selama bulan Ramadhan. Masjid Pekojan ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Semarang.

Masjid Pekojan Semarang

Masjid Jami Pekojan dibangun pada tahun 1309 Hijriah atau 1878 Masehi oleh Haji Muhammad Azhari Akwan. Fakta ini bisa ditemukan di sebuah prasasti marmer bertuliskan huruf Arab gundul di dinding masjid. Selain itu bisa juga kita temukan prasasti lainnya di dinding jalan petolongan. Prasasti tersebut bertuliskan huruf cina yang konon isinya adalah sebuah doa agar diajuhkan dari musibah.

Masjid Pekojan Semarang

Bubur India memang sudah sangat melekat dengan Masjid Pekojan. Setiap hari selama bulan ramadhan, pengurus masjid memasak 200-300 mangkuk bubur India, bahan-bahannya dari swadaya masyarakat. Biasanya mereka mulai memasak setelah waktu dhuhur dan selesai setelah waktu azhar.

Masjid Pekojan Semarang

Pada jaman dahulu daerah Pekojan ini dihuni oleh warga pendatang dari India, Arab, dan Gujarat. Mereka datang ke Semarang untuk berdagang dan menyiarkan agama Islam. Nah, mereka juga yang memulai tradisi membuat bubur selama bulan Ramadhan sebagai takjil. Maka dari itu bubur yang disajikan sering disebut oleh masyarakat sebagai bubur India.

Bubur ini dimasak di sebuah panci yang cukup besar dan dicampur dengan 8 jenis rempah-rempah seperti cengkeh, serai, jahe, daun pandan, daun salam dan kayu manis. Tidak lupa dicampur dengan beragam sayuran seperti wortel, bawah merah dan bawang putih. Menu sayuran pada bubur India berganti-ganti setiap harinya. Uniknya, khusus pada hari Kamis, bubur India ditemani dengan lauk gule kambing. Jamaah yang sedang menanti waktu berbuka puasa juga disuguhi dengan kurma dan secangkir susu.

bubur india

Area Masjid Jami Pekojan ini dikelilingi oleh bangunan makam. Pada tahun 1975 saat dilakukan renovasi, beberapa makam dipindahkan, namun masih ada yang dipertahankan seperti makam keturunan pendiri masjid, imam dan para pengurus masjid.

Di area makam tersebut terdapat makam dari Syarifa Fatima, seorang warga pekojan yang jaman dahulu terkenal suka menolong dan menyembuhkan penyakit warga. Di dekat makam Syarifa Fatima ada pohon bidara yang bibitnya didatangkan langsung dari Gujarat. Daun dari pohon bidara ini bisa dimanfaatkan untuk melemaskan otot mayat yang kaku sekaligus menghilangkan bau tak sedap saat dimandikan. Warga pun sering memanfaatkan daun pohon bidara untuk keperluan pengobatan.

bubur india pekojan

Jika tertarik dengan tradisi makan bubur india saat berbuka puasa, tidak ada salahnya kamu mampir ke sini. Masjid Pekojan berlokasi di Jalan Petolongan di Semarang, tak jauh dari kawasan pecinan dan bundaran Bubakan. Jika dilihat dari Jalan Raya Pekojan, masjid ini memang tidak nampak karena berada di pojokan jalan Petolongan, setelah melalui gang kecil.

(Visited 878 times, 4 visits today)


About

blogger, social media strategist, dan fanboy DC.


'Bubur India Yang Legendaris di Masjid Pekojan Semarang' have 6 comments

  1. June 23, 2015 @ 12:25 am Rahmi

    Kapan ya bisa mencicpi bubur India ini. 11 tahun tinggal di Semarang sama seklai belum pernah nyicip nih 🙁

    Reply

  2. June 23, 2015 @ 10:38 am Hidayah Sulistyowati

    Buburnya enak, bisa juga bawa tempat makan dari rumah kalo pengen bawa pulang 😉

    Reply

  3. June 25, 2015 @ 3:03 pm Soviana Maulida

    24 tahun di Semarang, belum pernah coba ta’jil legendaris ini. Padahal ya ndak jauh dari kantor. Huhuhu..

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool