Bukit Batu Selo Bligo, Tidak Securam Selo Arjuno

Bukit Batu Selo Bligo, Tidak Securam Selo Arjuno
5 (100%) 1 vote

bukit batu selo bligo

Selo Bligo, diambil dari puncak Selo Arjuna

“Sudah jauh-jauh perjuangan dari Semarang sampai sini, kok nggak sekalian ke Selo Bligo? eman-eman lho,”  Rayu saya kepada 2 gadis yang nampak berkeringat dan kecapekan duduk di persimpangan jalan setelah menuruni Selo Arjuno.

“Gak ah, takut. Kelihatannya lebih curam,” Sepertinya mereka trauma ketinggian setelah naik turun tangga besi.

Selo Bligo, Salah satu bukit batu raksasa di Dusun Watu Lawang ini bentuknya memang meruncing dan curam jika dilihat dari puncak Selo Arjuno atau dari bawah. Inilah salah satu biang dari menciutnya niat dan nyali dari para pengunjung setelah menuruni Selo Arjuno, terutama bagi pengunjung wanita. Namun, setelah didatangi dan dilihat dari dekat sangatlah berbeda. Medannya lebih lebar, landai dan tidak ekstrim seperti di Selo Arjuno yang harus menaiki anak tangga besi dengan kemiringan 90 derajat. Jaraknya pun dekat, kita hanya perlu trekking sekitar 10-15 menit saja. Jika capek, kita bisa istirahat, duduk-duduk sambil makan bekal di gazebo besi di tengah jalan setapak menuju Selo Bligo.

bukit batu selo bligo

Pemandangan sisi barat dari Selo Bligo

Treking Menuju Selo Bligo

Saya kurang bisa mengukur dengan pasti berapa tinggi dan diameter bukit batu raksasa ini, mungkin tingginya sekitar 50 meter hingga 70 meter. Jalur yang dilalui berupa tanah berbatu dan sedikit menanjak. Di beberapa tanjakan sudah dibuat undak-undakan dan dipasang tali panjang untuk berpegangan. Jadi ada baiknya memakai alas kaki yang sesuai dan nyaman seperti sepatu trail atau sandal gunung  dengan sol bergigi. Saya sempat bertemu dengan wanita yang kesusahan untuk naik dan turun, ternyata dia memakai sepatu selop dengan sol yang halus, mirip seperti sepatu balet tanpa tali.

selo bligo

Di jalur ini saya menemui banyak sekali bunga-bunga kuning cerah yang termasuk dalam keluarga bunga matahari, tumbuh subur di kawasan bawah bukit dan menyelimuti tebing.  Beberapa kali saya berhenti untuk istirahat sambil memotret bunga, serangga, dan landscape Selo Arjuno dari kejauhan. Nampak 4 lelaki yang sedang menikmati suasana puncak Selo Arjuno, bermandikan guyuran sinar matahari yang tepat berada di atas ubun-ubun.

“Woooy… Aaaaaaak….” Sesekali mereka berteriak memanggil penghuni yang ada di Selo Bligo, atau entah, mungkin mereka hanya ingin berteriak menghilangkan penat.

bukit batu selo bligo

Batu Gardu Pandang sisi Barat Selo Bligo

Suasana Puncak Selo Bligo

Sampai Di puncak Selo Bligo, terdapat 2 batu gardu pandang. Di sisi sebelah kanan, terdapat batu dengan pagar pipa besi dan sebuah bendera merah putih sebagai penanda. Puncak ini lah yang terlihat dari puncak Selo Arjuno. Tapi harap hati-hati, terdapat banyak celah di sisi kanan ini. Tidak mau kan? misalnya sampai terpeleset dan terjepit di antara batu  seperti Aron Ralston (James Franco) di film 127 Hours (2010).

Gazebo di puncak Selo Bligo

Gazebo di puncak Selo Bligo, dengan bangku panjang

Kemudian di sisi ujung kiri, terdapat batu gardu pandang yang menghadap ke barat tanpa bendera dengan pemandangan berupa batu-batu menyembul namun lebih pendek dan belum ada akses jalan untuk ke sana. Kemudian di tengah  puncak yang lumayan lapang ini terdapat sebuah gazebo dengan kanopi dari galvalum, besarnya hampir sama dengan yang di bawah bukit tadi. Terdapat 2 bangku panjang di sisi luar kanan dan kiri yang saling berhadapan. Panjangnya cukup untuk tiduran satu orang atau cukup untuk diduki 6 orang. Di puncak selo Bligo ini berbeda dengan Selo Arjuno yang panas dan sempit. Suasananya lebih teduh dengan adanya gazebo, suasana makin sejuk dan semilir dengan dikelilingi pepohonan. Tapi harap hati-hati, ketika saya berada di puncak ada banyak tawon dan lebah yang sedang mencari serbuk sari. Jangan sampai mengusik dan berujung dientup ya. Acara traveling bisa bubrah jika sampai kena sengatan tawon.

Pemandangan sisi Timur

Pemandangan sisi Timur Selo Bligo

Anyway, saya betah berlama lama di sini, menikmati suasana teduh dengan semilir angin sepoi-sepoi di bawah gazebo, menyegarkan mata dengan hijaunya landscape perbukitan. Akan lebih asyik lagi jika bercengkrama bersama teman seperjalanan sambil menikmati camilan dan menyeduh secangkir teh hangat. Nah, misalkan punya waktu cukup banyak dan tidak tergesa-gesa, sepertinya menunggu suasana senja di puncak Selo Bligo bakal lebih syahdu.

Dapatkan Banyak Pilihan Paket Wisata Murah dan Hotel Murah di Semarang hanya di Ezytravel.co.id
(Visited 1,162 times, 1 visits today)


About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Bukit Batu Selo Bligo, Tidak Securam Selo Arjuno' have 2 comments

  1. January 20, 2017 @ 1:54 pm Rinas

    Gak dijelasin selo arjuno selo bligo itu darimana jalannya, jd bingung juga bacanya itu tempat apa.
    setidaknya ada penjelasan dari Jalan raya terdekat menuju mana naik apa

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool