Curug Lawe Medini, Air Terjun Tersembunyi di Semarang

Curug Lawe Medini, Air Terjun Tersembunyi di Semarang
5 (100%) 1 vote

Ternyata di sekitar Semarang banyak juga Air terjun yang namanya Curug Lawe ya, Sobat Ezy? yang saya ketahui ada 3, yaitu di Kalisidi, di Medini dan di Pekalongan. Supaya tahu perbedaanya, kali ini saya akan tulis tentang Curug Lawe yang ada di dekat Kebun Teh Medini. Kenapa? karena info dan ulasannya masih sedikit, baik di blog dan foto di Instagram. Tentu saja, orang Semarang belum banyak yang tahu. Mari main air.

Jadi Begini,

Air terjun dengan tinggi sekitar 30 meter ini bersembunyi di lereng gunung Ungaran, tepatnya di lembah area perkebunan teh Medini, Jl. Promasan, Desa Gunungsari, Kec. Limbangan Kab. Kendal. Kalau Kamu pernah mandi air hangat di Nglimut Gonoharjo, Nah, berarti kamu sudah dekat dengan Curug Lawe Semarang, tinggal naik sedikit. Atau pernah trekking di Gunung Ungaran dan Kebun Teh Medini? tinggal koprol ke bawah sebentar sudah sampai di curug yang masih asri dan sunyi dari hingar bingar ini.

curug lawe semarang Jembatan bambu, akses masuk ke curug lawe di Desa Gunungsari

Jalur untuk menuju ke lokasi curug cukup mudah. Jika berangkat dari Semarang atau Ungaran nantinya akan bertemu di Cangkiran. Dari pertigaan Cangkiran lurus ke arah Boja sekitar 400 meter, lalu belok kiri ke Jalan Raya Jatikalangan sebelum Terminal Bus Cangkiran. Dari sini sudah banyak petunjuk arah ke Nglimut, jalan aspal mulus. Saya sarankan jangan lewat Jl. Promasan, karena jalannya rusak, lubang, bergelombang dan kerikil. Rusak karena sering dilalui truk pengangkut teh dari Medini. Ambil jalan ke Nglimut Gonoharjo saja.

Dari Nglimut silakan lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki atau naik motor. Patut diperhatikan adalah jalanan sudah tidak lagi mulus, berupa batu batu kali yang licin dan menanjak. Bagi yang suka petualangan sembari menikmati suasana alam, saya sarankan lewat jalur bumi perkemahan, hutan pinus Wana Wisata Perhutani Nglimut Gonoharjo dengan jalan kaki. Sepanjang jalan pasti akan penuh kejutan. Kemudian bagi yang ingin cepat tiba di lokasi, bisa naik kendaraan menuju kebun teh Medini Desa Gunung Sari dengan waktu sekitar 20 menit saja. Jalur masuknya berada di kiri jalan, 100 meter sebelum pos jaga Medini, ada sebuah jembatan dari bambu selebar 2.5 meter. Tapi awas, tidak bisa dilewati kendaraan, sangat riskan roboh bila dilewati. Titipkan kendaraan di rumah warga sekitar.

curug lawe-medini

“Kira kira masih ada gak? Air terjun yang masih alami, gak ada sampah dan masih sepi?” Tanya saya kepada Sodik, teman saya dari Boja, ketika istirahat di Nglimut.

“Slam, kamu ngimpi ya?” Menepuk nepuk pipi saya, sepertinya becanda.

“Soalnya curug di Semarang yang sudah populer, mulai berubah, banyak tempelan, warung, dan tentunya sampah,” curhat saya, gelisah.

“Sabar ya, Mas. I feel you,”

Sebagai info tambahan: Hasil pencarian foto di Instagram dengan tagar #curuglawemedini, saya hanya menemukan 64 post, sobat ezy. Jadi saya simpulkan bahwa Curug Lawe Medini ini masih sepi pengunjung dan alami.

Bagaimana kondisi di sepanjang curug lawe?
Di sepanjang perjalanan akan di suguhi pemandangan alam yang memanjakan mata. Kita akan melewati jalan setapak perkebunan warga yang didominasi pohon kopi dan alpukat. Misalkan sedang panen, sepertinya kita bisa membeli alpukat dengan harga tangan pertama, pastinya lebih murah.

curuglawe medini04

Di tengah perjalanan kita akan menemui sebuah gubug yang digunakan sebagi loket karcis masuk. Sepertinya sudah jarang dijaga atau saya yang datang terlalu kepagian, jadi tidak ada yang menjaganya. Kemudian tidak tertulis juga berapa nominal karcis masuk. Dari sini hawanya sudah berbeda, harum khas hutan, aroma bunga kopi dan kesejukan mulai terasa, pemandangannya hijaunya hutan dan birunya pegunungan sangat memanjakan mata. Tapi ingat, kita harus tetap waspada dengan kondisi jalan, jurang di sebelah kiri lumayan dalam. Dari sini kita sudah setengah perjalanan.

curug lawe yang sangat hijau

Total waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Curug Lawe Medini sekitar 15-20 menit saja. Dekat bukan? Bila kamu menemui Pohon besar di samping kiri dengan peringatan “Rawan Longsor”, maka tinggal beberapa langkah lagi kamu sudah sampai. Suara riuh gemericik air mulai terdengar dari sini.

Walaupun sudah dikelola, namun Curug Lawe Medini ini terasa masih liar. Mungkin karena belum serius saja. Sebagai contoh, ada sebuah meja dan kursi dari tumpukan batu yang bisa kita gunakan untuk beristirahat sembari menikmati suasana curug dari kejauhan. Beberapa papan peringatan dan petunjuk yang mulai pudar. Kadang saya juga harus menyibak rumput untuk mencari jalan. Sudah dikelola, namun belum total.

curug lawe medini

Suasana sekeliling air terjun begitu sejuk, bulir bulir percikan air sangat menyegarkan kulit. Sepertinya saya bakal betah tidur seharian di sini, mendirikan tenda atau bergelantungan di hammock tanpa ada teriakan teriakan berarti dari orang lain. Saya rasa masih belum banyak banyak orang yang tahu tentang Curug Lawe Medini ini, mungkin karena akses jalanan yang jauh dan lumayan sulit bagi kebanyakan orang. Akan tetapi bagi beberapa orang justru suka dengan suasana seperti ini. Sepi, alami dan belum banyak orang yang tahu.

Pesan Tiket Pesawat ke Semarang yuk! Jangan Lupa Pesan Hotel Juga di Ezytravel
(Visited 915 times, 1 visits today)


About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Curug Lawe Medini, Air Terjun Tersembunyi di Semarang' have 1 comment

  1. August 15, 2016 @ 8:28 am slamsr

    nah, kan. tambah ramai

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool