kampoeng batik kauman

Destinasi Wisata Kota Pekalongan: Kampoeng Batik Kauman

Vote Us

Dikenal sebagai Kota Batik, Kota Pekalongan adalah tempatnya para pengrajin dan pedagang batik yang sudah terkenal ke seluruh negeri. Karya-karya mereka tidak hanya berhasil menembus pasar batik nasional, namun juga menembus mancanegara. Para pengrajin ini berasal dari beberapa Kampung Batik yang ada di Kota Pekalongan. Selain terkenal dengan Museum Batik Pekalongan, Kota Pekalongan juga memiliki beberapa Kampung Batik. Salah satunya adalah Kampoeng Batik Kauman.

Kampoeng Batik Kauman

Kampoeng Batik Kauman terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim, Kauman, Kota Pekalongan. Selain dikenal dengan batiknya, Kampoeng Batik Kauman juga dikenal dengan Masjid Agung Al-Jami Kota Pekalongan yang dibangun pada tahun 1862. Di Kampoeng Batik Kauman banyak ditemui rumah yang memiliki desain tempo dulu. Rumah-rumah itu masih digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus untuk produksi batik.

Sejak pertama memasuki jalan kampung, aroma lilin malam untuk membuat pola batik sudah tercium. Itu menandakan proses pengerjaan batik sedang berlangsung. Batik yang diproduksi di Kampoeng Batik Kauman adalah batik tulis dan cap. Kampoeng Batik Kauman terdiri dari beberapa gang. Di tiap gang selalu ada tempat produksi batik. Selain untuk proses produksi, rumah-rumah ini juga berfungsi sebagai galeri untuk menjual batik hasil karya pengrajin batik. Baik dalam bentuk kain, pakaian jadi, maupun aksesoris lainnya.

Pembatik Kampoeng Batik Kauman

Ezytravelers diperbolehkan untuk melihat langsung proses produksi kain batik. Proses pembuatan batik tulis dan batik cap hampir sama. Yang membedakan proses menggambar pola atau motif pada batik tulis dan proses pengecapan pada batik cap. Batik tulis biasanya dikerjakan oleh kaum perempuan. Sedangkan batik cap dikerjakan oleh kaum laki-laki. Beberapa proses pengerjaan batik juga dikerjakan oleh kaum laki-laki. Proses perwarnaan, peluruhan lilin malam, pembilasan kain, dan penjemuran kain prosesnya sama. Proses pembuatan masih dilakukan secara manual. Baik proses pembuatan batik tulis, maupun batik cap.

Batik cap Kampoeng Batik Kauman

Dalam satu kain batik tulis, proses pembuatannya bisa memakan waktu selama 3-4 minggu. Itu tergantung tingkat kerumitan pola batik yang digambar. Kebanyakan pengrajinnya adalah wanita paruh baya. Mereka tampak telaten menggoreskan canting mengikuti pola batik yang sudah digambar sebelumnya. Mereka bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk menyelesaikan satu kain batik.

Sedangkan untuk proses pembuatan batik cap, pengrajin tinggal mengecapkan canting cap pada selembar kain sesuai dengan pola atau motif pada canting cap. Canting cap biasanya terbuat dari tembaga. Di setiap tempat produksi batik, rata-rata mereka memiliki puluhan canting cap dengan berbagai pola atau motif. Sepertinya terlihat mudah, namun proses pengecapan juga membutuhkan ketelitian. Terutama untuk ketebalan warna dan kesamaan pola. Pola harus sama dan sesuai dengan pola yang dibuat sebelumnya.  Ketebalan warna juga harus sama agar batik yang dihasilkan memiliki warna yang sama.

Proses batik di Kampoeng Batik Kauman

Setelah proses pembuatan pola pada batik tulis dan pengecapan pada batik cap, proses selanjutnya adalah proses perwarnaan. Kain batik yang sudah jadi dicelupkan ke pewarna yang dipilih. Pewarna batik bisa berupa perwarna alami dan kimiawi. Pemberian warna juga bisa lebih dari satu warna. Setelah diberi warna, lilin malam yang menempel pada kain batik siap untuk diluruhkan hingga lilin malam terlepas dari kain batik. Setelah itu tinggal dibilas dengan air bersih. Proses pembuatan kain batik diakhiri dengan proses penjemuran yang memanfaatkan panas sinar matahari.

Saatnya explore Semarang! Ambil promo Tiket pesawat ke Semarang dan Hotel di Semarang yang murah banget. Bisa juga nih kalau mau tour murah keliling dunia, cek di: Paket tour murah

Perkembangan batik yang semakin maju ternyata juga terdapat beberapa masalah, antara lain adalah masalah regenerasi pengrajin batik yang melambat, masalah pengolahan limbah batik, dan serbuan batik tekstil yang masuk ke Indonesia. Beberapa permasalahan sudah dicarikan solusinya, seperti pengenalan batik sejak dini dan pengadaan jurusan batik di tingkat universitas. Kemudian pembangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di tempat produksi.

Kampoeng Batik Kauman

Berbagai motif khas Kota Pekalongan di buat di sini. Seperti motif Jlamprang dan motif Pagi dan Sore. Pemasaran batik di Kampoeng Batik Kauman sudah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Sehingga jangkauan pemasaran mereka lebih luas. Di Kampoeng Batik Kauman terdapat sekitar 42 galeri batik dan puluhan pengrajin batik. Selain berwisata batik, Ezytravelers juga bisa menikmati suasana kampung dan bangunan-bangunan tempo dulu. Terlihat tembok-tembok rumah dihiasi dengan mural bermotif batik.  Warga kampung sangat ramah kepada setiap pengunjung.

Kampoeng Batik Kauman
Jalan KH. Wahid Hasyim, Kauman, Kota Pekalongan

(Visited 22 times, 1 visits today)


About

Traveller, Travel Blogger


'Destinasi Wisata Kota Pekalongan: Kampoeng Batik Kauman' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool