Kota Lama

Enam Jam di Semarang #1

Dua minggu lalu, saya mengadakan meet up dadakan dengan Yudi, Farisa dan Mbak Ainun dari Jakarta. Karena keterbatasan waktu dan mendadak, akhirnya kami melakukan tour singkat dadakan selama enam jam di Kota Semarang. Bukan hal yang mudah untuk menentukan tempat-tempat mana saja yang perlu dikunjungi dalam waktu singkat. Idealnya, untuk mengunjungi tempat-tempat terbaik di Semarang setidaknya memerlukan waktu dua hari. Berikut ini adalah catatan pengalaman kami menikmati Semarang selama kurang lebih enam jam.

Ngobrol santai di Basilia Cafe & Dine
Sesuai kesepakatan, kami bertemu di Basilia Café & Dine yang bersebelahan dengan Mall Citraland pada jam 15:00. Basilia Café merupakan salah satu tempat favorit saya. Lokasi strategis, suasana yang cozy, dan menu makanan yang enak menjadikan alasan yang tepat sebagai meeting point. Makanan yang ditawarkan di tempat ini bebas MSG dan dari bahan organik. Basilia juga mendukung gerakan slow food yang lebih sehat jika dibandingkan dengan fast food. Bisa dikatakan Basilia Café & Dine merupak pilhan terbaik sebagai meeting point di pusat kota Semarang

Cafe Basilia Semarang

Steak ikan tuna Basilia Cafe & Dine

Basilia Café & Dine didirikan oleh Mbak Indri sekitar tahun 2009. Mulanya Mbak Indri yang berasal dari Jepara membuka usaha di lantai 2 Java Mall. Setelah mengalami kebakaran, Basilia Café & Dine pindah lokasi ke lantai dasar Mall Citraland. Sejak pindah ke lokasi baru, Basilia Cafe & Dine terus berkembang. Kian hari Basilia makin dikenal dan menjadi salah satu tempat favorit untuk makan atau sekadar nongkrong bersama.

Setiap menu makanan di tempat ini dibandrol dengan harga berkisar antara 20.000 – 100.000. Harga ini tergolong murah jika kita menimbang bahan baku organik yang digunakan, dan usaha untuk menyajikan setiap menu tanpa MSG. Ditambah tempat yang nyaman dan berada di pusat kota sehingga mudah dijangkau

Hampir dua jam saya, Farisa, Yudi dan Mbak Ainun ngobrol santai sambil menikmati berbagai menu yang sudah kami pesan, seperti lasagna, pizza, dll. Obrolan mengalir mulai dari masalah asmara, rutinitas kerja, agenda liburan, gadget dan tentu yang paling hot adalah seputar gossip…

Jalan-jalan di Kota Lama
Setelah puas ngobrol santai dan menikmati makanan di Basilia Café & Dine, kami berempat memutuskan menuju Kota Lama. Dari Simpang Lima kami menggunakan taxi untuk menuju ke lokasi. Kurang lebih 15 menit perjalanan akhirnya kami sampai di Taman Srigunting.

Srigunting Semarang

Narsis di taman Srigunting

Tujuan utama kami adalah naik bus tingkat wisata Semarjawi yang sedang ngehit. Bus Semarjawi mulai hadir di Kota Semarang kurang lebih tiga bulan lalu hasil kerja sama salah satu operator seluler dan pemerintah Kota Semarang. Bus tingkat ini beroperasi di kawasan Kota Lama mulai jam 09:00 – 21:00. Pada hari Senin dan jam 12:00 – 15:00 bus ini tidak beroperasi.

Gereja blenduk kota lama

Gereja Blenduk. Foto: Sriyono

Agar bisa naik bus, setiap penumpang wajib membeli tiket terlebih dulu di Retro Kafe yang berlokasi tidak jauh dari Taman Srigunting. Harga tiket per dipatok Rp 10.000,-/penumpang. Bus Semarjawi mampu mengangkut sekitar 40 penumpang dengan rute keliling kota Lama

Kota Lama Semarang

Bus Semarjawi di Kawasan Kota Lama. Foto: @hyudee

Sayang sekali ketika tiba di lokasi, kami tidak kebagian tiket bus Semarjawi. Sebagai gantinya kami menikmati suasana sore hari di sekitar Gereja Blenduk. Di sekitar gereja ada banyak kesibukan dari berbagai komunitas. Di taman Srigunting yang bersebelahan dengan Gereja Blenduk ada teman-teman komunitas fotografi Oase sedang menggelar pameran. Di sisi lain ada komunitas origami yang sedang meet up. Sementara di seberang Gereja kami melihat sekelompok anak muda sedang asyik mengabadikan gambar dan membuat video clip.

Gereja Blenduk dan sekitarnya merupakan tempat favorit untuk dikunjungi. Selain bisa belajar sejarah dan menikmati kemegahan bangunan tua yang berusia ratusan tahun, di sini kita juga bisa menemui banyak kegiatan. Hampir tiap hari warga Semarang dan berbagai komunitas berkegiatan di Kota Lama.

Gulai Bustaman Semarang

Gulai khas Bustaman Pak Sabar dengan kuah yang bening dan lebih jernih. Lokasi: Belakang Gereja Blenduk

Di sini pengunjung juga bisa menikmati beberapa kuliner yang sudah enak di Semarang. Bagi yang suka olahan kambing bisa menikmati sate dan gulai kambing 29 atau gulai Bustaman Pak Sabar yang sudah terkenal. Bagi penggemar seafood, bisa mampir makan di warung Ikan Bakar Cianjur. Sedangkan bagi yang suka makanan tradisional bisa mengicipi bakso kakap, es dawet duren atau es gempol. Semua tempat makan berlokasi kurang dari 200 meter dari Gereja Blenduk …

Baca Cerita Selanjutnya di Sini
Enam Jam di Semarang #1
5 (100%) 1 vote
(Visited 675 times, 1 visits today)



'Enam Jam di Semarang #1' have 2 comments

  1. April 23, 2015 @ 9:42 pm Hidayah Sulistyowati

    Nunggu lanjutan ceritanya ah 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool