Pasar Semawis

Enam Jam di Semarang #2

Enam Jam di Semarang #2
5 (100%) 1 vote

Menjelajah kota Semarang bersama teman bisa jadi pengalaman dan tantangan tersendiri. Dengan waktu yang terbatas kita harus berpikir cermat tempat-tempat mana yang akan dikunjungi. Semua hal harus dipertimbangkan secara detail dan tepat. Cerita ini adalah bagian ke-2 dari pengalaman kami berempat menjelajahi Semarang dalam enam jam mulai dari jam 15:00 hingga 21:00.

Golden Moment di Klenteng Sam Poo Kong
Setelah puas di Kota Lama, kami berempat menuju Klenteng Sam Poo Kong. Menurut cerita, klenteng ini merupakan salah satu tempat yang disinggahi armada Cheng Ho ketika menjelajahi dunia pada abad ke-15. Untuk masuk ke area klenteng, pengunjung harus membayar tiket masuk Rp 3.000,-/orang. Beruntung sekali kami tiba di klenteng ini saat sore menjelang maghrib. Langit biru yang cerah, warna klenteng yang serba merah, dan taburan cahaya matahari keemasan menghasilkan pemandangan yang indah.

Klenteng SamPooKong

Keberuntungan tidak berhenti di sini. Selepas maghrib ternyata kami berempat bisa menyaksikan proses terjadinya gerhana bulan dari halaman klenteng yang luas. Ketika menyapukan pandangan ke langit sebelah timur, kami melihat bulan purnama yang tinggal sebagian. Kami berusaha mengabadikan momen ini melalui kamera. Namun sayang, kamera dari smartphone tidak cukup memadai untuk merekamnya. Jadilah kami berempat hanya memandangi langit sebelah timur yang mulai berubah warna sambil ngobrol santai.

Klenteng SamPooKong

Di Klenteng Sam Poo Kong ini kami benar-benar bisa menikmati pemandangan yang komplit. Di sore hari kami menikmati golden moment yang jadi idaman banyak fotografer. Sedangkan selepas maghrib kami bisa menikmati peristiwa alam terjadinya gerhana bulan total yang bisa diamati secara jelas dengan mata telanjang.

Kuliner di Pasar Semawis

Setelah puas menikmati Klenteng Sam Poo Kong dan mengabadikan banyak gambar, kami berempat menuju kawasan Pecinan. Setiap akhir pekan, area di Pasar Gang Baru berubah menjadi sangat ramai. Di jalan ini, tiap akhir pekan disulap menjadi ‘pasar kuliner’ yang menyajikan banyak makanan dan minuman enak dan khas Semarang. Warga Semarang menyebutnya Pasar Semawis.

Pasar Semawis

Suasana Pasar Semawis tiap akhir pekan

Kami datang ke Pasar Semawis dalam keadaan perut mulai lapar. Disepanjang kiri kanan jalan terdapat ratusan warung/tenda penjaja makanan yang siap untuk di coba. Saking banyaknya, berkunjung sepuluh kalipun rasanya tidak akan cukup menikmati semua kuliner yang ada.

Pasar Semawis Semarang

Pisang Plenet khas Semarang sejak 1960

Hidangan pertama yang kami coba adalah Es Conglik. Hidangan ini sangat terkenal di Semarang. Es Congklik mempunyai varian berbagai rasa. Mulai dari rasa durian, kelapa muda, vanilla, cokelat atau strawberry pun ada. Benar-benar pas dengan cuaca Semarang yang cukup panas malam itu.

Setelah menikmati es congklik, kami mencoba pisang planet. Lagi-lagi ini adalah kuliner yang sangat terkenal di Semarang. Petualangan kami menjelajahi kuliner terus berlanjut, ada yang mencoba sate udang, lumpia, siomay dan lain-lain.

Jajanan Murah di Semawis

Salah satu jajanan di Semawis

Selain kuliner, Pasar Semawis juga membuka tenda khusus “karaoke jalanan” yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Umumnya peserta karaoke adalah mereka yang fasih menyanyikan lagu-lagu Mandarin. Jangan kaget jika anda harus mengantri untuk bisa mandapatkan giliran. Lantunan lagu-lagu Mandarin ini akan menjadi teman sempurna acara santap di Pasar Semawis. Menambah khas suasana santap di daerah Pecinan.

Mie Jowo Pak Doel Noemani

Setelah puas cemal cemil berbagai makanan di Pasar Semawis, kami meluncur ke Mie Jawa Pak Doel Noemani di Jl Pemuda. Lokasinya tepat di depan Mall Paragon. Ide mampir di Pak Doel Noemani berawal dari Mbak Ainun yang belum pernah makan di sini. Dasar perut karet semua, kami yang sudah ngicipi beberapa makanan di Pasar Semawis jelas tidak menolak ajakan mampir makan di warung yang terkenal dengan olahan mie.

Bakso Sapi

Warung Pak Doel Noemani

Kurang lebih lima belas menit dari Pasar Semawis, akhirnya kami sampai di lokasi. Di dalam warung sudah ada puluhan orang yang duduk menikmati beragam menu. Kami berempat segera memilih menu yang kami suka. Saya dan Farisa memilih menu mie godog, sedangkan Yudi dan Mbak Ainun memesan mie goreng. Biar makin nikmat, kami berempat memesan sate jeroan

Mie Godhog

Mie godhog pak Doel Noemani

Setelah menunggu sekitar lima belas menit, makanan yang kami pesan akhirnya datang juga. Kami berempat menikmati sajian a la Pak Doel Noemani dengan khidmat. Sesekali saya melirik Farisa yang duduk di sebelah saya. Dia tampak serius menikmati mie godognya dengan pelan tapi pasti

Sedangkan di depan saya, Mbak Ainun sudah mengeluarkan senjata andalannya: smartphone terbaru dilengkapi kamera yang mumpuni. Mbak Ainun mulai memotret suasana di Warung Pak Doel Noemani dan makanan yang dihidangkan dari berbagai sudut. Beberapa menit kemudian saya sudah bisa melihat hasil jepretannya bertebaran di akun media sosial.

Sate

Sate yang siang di bakar

Sementara Yudi tampak santai menikmati mie goreng. ENtah karena terlalu banyak cabai, cuaca Semarang yang panas atau kombinasi keduanya yang membuat Yudi berkeringat. Dari wajah dan leher jelas terlihat keringat mulai mengucur.

Sekitar jam 20:45, kami menyelesaikan santap malam di Warung Pak Doel Noemani. Kami pun menuju ke pusat kota sebelum berpisah. Tak terasa, enam jam sudah kami lalui bersama. Mulai dari ngobrol santai, jalan-jalan mengunjungi beberapa tempat wisata, menikmati gerhana bulan sampai jelajah kuliner bersama. Komplit

(Visited 646 times, 1 visits today)



'Enam Jam di Semarang #2' have 4 comments

  1. April 25, 2015 @ 6:09 am Inung Djuwari

    Waaahhhh seruuuuu jalan-jalannya (y) (y)

    Reply

  2. April 26, 2015 @ 11:04 am Soviana

    Itu salah satu jajanan semawis yg ijo pink trus ditusuk, apa namanya, mas sof?

    Reply

    • April 27, 2015 @ 11:20 am Sofyan Rosydi

      Lupa namanya… Itu sosis diiris memanjang dalamnya buncis. Terus dibakar

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool