Ereveld

Ereveld Gajah Mungkur dan Kalibanteng Semarang

Ereveld Gajah Mungkur dan Kalibanteng Semarang
5 (100%) 2 votes
Ereveld Kalibanteng Semarang

Ereveld Kalibanteng yang Hijau dan Asri

Semarang The Little Netherlands. Setelah saya kemarin menyebutnya Venetie Van Java kali ini saya menyebutnya dengan salah satu sebutan baru. Dari sekian banyak sebutan untuk Semarang menurut saya ini adalah sebutan yang paling mengena. Sisa sisa pendudukan belanda memang memberikan warisan yang patut untuk dilestarikan. Bukan hanya dari bangunan namun juga cara mereka memberikan penghargaan terhadap warganya yang meninggal di Indonesia. Jika anda sedang liburan di Semarang, tidak ada salahnya untuk belajar sejarah disini. Salah satunya adalah Ereveld yang berarti Taman Penghormatan.

Pendudukan Belanda sendiri di semarang sudah berlangsung sejak lama. Karena letaknya yang strategis dan semarang yang sudah menjadi salah satu kota pelabuhan yang strategis didukung dengan bermunculan pengusaha Tionghoa yang sukses berdagang di Semarang dan mempunyai komoditi andalan gula membuat semarang kala itu kota yang cukup ramai. Agresi militer beberapa kali terjadi di semarang dan banyak jatuh korban baik dari pihak indonesia maupun dari kolonial belanda yang kala itu berkuasa. Sebagai penghargaan dari kerajaan belanda untuk tentara dan pejabatnya yang meninggal di semarang maka dibuatlah kompleks pemakaman khusus untuk mereka yang gugur di semarang.

Ereveld dari Kerajaan Belanda

Pengelolaan yang Teratur Dari Kerajaan Belanda

Bermula dari tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya dan pada tahun 1705 Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjian. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC. Sejarah inilah yang mengawali pendudukan Belanda atas Semarang. Sampai pada akhir masa pendudukannya pada tahun 1945 dan beberapa tahun pasca kemerdekaan. Banyak jatuh korban berjatuhan pada masa pendudukan Jepang selama 1943-1945.

HOTEL MURAH DI SEMARANG

Ereveld yang berarti taman kehormatan berdiri dengan indah dan tertata sangat rapi di Semarang. Ada dua buah makam di Semarang yaitu Ereveld Kalibanteng dan Ereveld Gajah Mungkur ( Candi). Keduanya terawat dengan sangat bersih dan hijau dengan perawatan oleh pegawai yang kabarnya masih digaji langsung dari Kerajaan Belanda. Keamanan dan ketenangan sangat dijaga disini, sehingga mengambil foto pun ada banyak sekali aturan, salah satunya harus mendapat ijin dari Kedutaan Besar Belanda di Indonesia. Foto pendukung disini diambil dari luar kompleks Ereveld.

Danau di Ereveld

Beringin Tua yang Meneduhkan dan Danau Buatan yang Sejuk

Ereveld Kalibanteng berdiri pada April 1949 sebagai Pemakaman Perang Belanda. Tempat yang dikelola oleh  Yayasan Oorlogsgravenstichting ini bertujuan untuk melakukan penghormatan kepada korban perang dan warga sipil Belanda yang meninggal selama keberadaan mereka di Indonesia. Jangan membayangkan makam pada umumnya yang memberikan kesan suram. Disini semuanya hijau, rumput terpotong sangat rapi dan dikelilingi sungai buatan yang memberikan kesan sejuk dan nyaman. Sebuah penghargaan yang  amat layak diberikan kepada warga negara. Ada sekitar 25.000 jenazah yang disemayamkan disini baik berupa abu maupun jasad yang dimakamkan.

Satu lagi adalah Ereveld Candi yang terletak di kawasan Gajah Mungkur Semarang.  1.100 jenazah yang dimakamkan di Ereveld Candi kebanyakan adalah tentara KNIL yang meninggal tidak hanya di Semarang namun juga dari luar Semarang. Untuk menjaga ketenangan sebagai sebuah taman kehormatan tidak sembarang orang diijinkan untuk masuk. Disini juga berlaku peraturan yang sama bahwa hanya keluarga dan pihak yang berkepentingan saja yang boleh masuk di kawasan ini.  Ada 7 Ereveld lain yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ereveld Kalibanteng

Kalibanteng yang Hijau Sebagai Lokasi Taman Kehormatan

Keduanya terletak berdekatan dengan kota Semarang sehingga akses menuju kesana juga cukup mudah. Angkutan umum bisa dipakai dengan mudah. Untuk menuju Kalibanteng anda bisa mengambil kendaraan jurusan terminal Mangkang dan turun dikawasan Bundaran Kalibanteng. Sementara untuk lokasi Candi anda dapat menaiki kendaraan umum kearah Ungaran dan berhenti di Pom bensin Gajah Mungkur dan berjalan kaki sedikit menuju kompleks taman kehormatan ini. Hotel murah di Semarang juga ada di kawasan ini dan bisa didapatkan dengan mudah.

Opdat Zij Met eere Mogen Rusten (So That They May rest In Honor)

(Visited 1,657 times, 2 visits today)


About

A passionate writer, full time transportation provider, a part time junker


'Ereveld Gajah Mungkur dan Kalibanteng Semarang' have 2 comments

  1. March 30, 2015 @ 5:04 pm Slamet Riyadi

    berati gak ada penggalian makam baru ya ndra?

    Reply

  2. April 2, 2015 @ 2:10 pm Inung Djuwari

    Mengapa pemakaman umum di Semarang dan beberapa makam di kota lain tidak dibuat teratur seperti ini ya…? Jadi kan kita mudah untuk mencari bila kita berziarah.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool