Gulai Kambing Bustaman yang Bikin Kamu Kangen Semarang

Gulai Kambing Bustaman yang Bikin Kamu Kangen Semarang
5 (100%) 1 vote

Di kawasan Kota Lama Semarang rupanya tak hanya menawarkan eksotisme wisata bangunan bersejarah. Wisata kuliner khas Semarang yang beragam juga tersedia disini. Tilik saja disekitar belakang Gereja Blenduk, berdiri sebuah tenda kaki lima yang berjualan gulai kambing khas Semarang yakni Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar.

Tendanya pun tidak terlalu istimewa, bahkan biasa banget. Sekilas melihat seperti kurang meyakinkan, hanya saja yang lebih menyakinkannya lagi, banyak sekali mobil parkir didepan tenda tersebut, terutama saat makan siang.

isian gule bustaman4

Siapa pun yang pernah singgah di Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar pasti jatuh hati akan rasa gulai ini. Tak heran, pemudik yang tiba di Kota Semarang saat Lebaran atau para wisatawan akan mengagendakan wisata kuliner di Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar.

Citarasa yang khas sekali tanpa menggunakan santan layaknya gulai, Gulai Bustaman menyiasatinya dengan serundeng kelapa sehingga rasa gurih tetap terasa enak di mulut. Pertama kali merasakan kuahnya saja sudah bisa dirasakan gurih dan menyegarkan mulut, sampai dagingnya yang empuk ketika dikunyah. Semakin lengkap pula, menikmati gulai kambing dengan kerupuk atau keripik tempe.

Menikmati gulai disini bisa memilih aneka jenis bahannya seperti dari kepala, lidah, kuping, kaki, daging serta jeroan. Bahan-bahan ini pun dimasak menggunakan resep khusus, yaitu dengan direndam dan ungkep menggunakan rempah-rempah. Jadi penyajiannya terpisah antara isi bahan gulai dengan kuah gulai. Bumbu lainnya bawang merah, bawang putih dan serundeng kelapa sebagai pengawet alami daging dan jeroan yang telah diungkep.

isian gule bustaman3

Gulai Kambing Bustaman ini merupakan usaha keluarga yang turun-temurun, sang pemilik Gulai Bustaman Gereja Blenduk, Pak Sabar, sudah 42 tahun menjalani usaha sajian kuliner ini. Resep yang disajikan selama ini masih orisinal dari keluarga terdahulu. Bumbu yang menjadi ciri khas diantaranya meliputi campuran dari 27 macam rempah-rempah. Konon, resep 27 macam rempah-rempah ini berasal dari perpaduan resep kaum Jawa dan kaum Gujarat sehingga tercipta akulturasi rasa dalam resep Gulai Bustaman.

Gule Bustaman Pak Sabar buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Pengunjung bisa menikmati satu porsi gulai kambing cukup dengan mengeluarkan isi dompet senilai Rp.25 ribu komplit dengan nasi. Dijamin rasanya yang menggugah lidah dan akan ketagihan untuk datang kembali kesini.

Selain berada di komoplek Gereja Blenduk, Gulai Bustaman juga tersebar kurang lebih ada 10 warung di Semarang. Para pedagang adalah mereka yang biasanya langsung mewarisi resep turun temurun dari Kampung Bustaman yang masih melestarikan warisan kuliner ini, mereka ada seperti di Jalan Kartini, Jalan Agus  Salim, Komplek Gubernuran, Jalan MT. Haryono dan lainnya.

Buat yang suka sekali dengan wisata kuliner, Gulai Bustaman Gereja Blenduk Pak Sabar bisa dijadikan salah satu tujuan untuk menikmati kulineran setelah berjalan-jalan menikmati taman dan bangunan-bangunan bersejarah di Kotalama Semarang.

(Visited 1,150 times, 3 visits today)


About

cowok tampan yang punya nickname @hyudee yang suka nulis dan kuliner serta hobi foto. salam manis, :)


'Gulai Kambing Bustaman yang Bikin Kamu Kangen Semarang' have 1 comment

  1. July 22, 2016 @ 9:40 am Dewi 'Dedew' Rieka

    Akkk deskripsinya bikin ngences inii,unik gulainya ya ngga bersantan

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool