Jajanan Oleh-Oleh Khas Semarang Yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Jajanan Oleh-Oleh Khas Semarang Yang Wajib Kamu Bawa Pulang
5 (100%) 1 vote

Berkunjung ke kota Semarang tidak lengkap jika tidak membawa pulang oleh-oleh, terutama untuk jajanan khasnya. Kota pelabuhan yang berada di utara pulau Jawa ini memang kental dengan paduan budaya Arab, China dan Jawa, tidak heran jika kita bisa menemukan berbagai makanan tradisional hasil akulturasi budaya di kota Semarang. Lalu, jajanan khas apa saja yang bisa dibawa pulang saat berburu oleh-oleh di Semarang?

1. Bandeng Presto

Bandeng Presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari kota Semarang. Kalau kamu suka makan ikan bandeng tapi tidak suka dengan durinya yang banyak dan tajam, kamu perlu mencoba Bandeng Presto. Disebut presto karena cara memasaknya yang menggunakan mesin uap air bertekanan tinggi sehingga durinya menjadi lunak sehingga bisa dimakan. Dengan proses tersebut bumbu yang ditambahkan pun menjadi lebih merasuk ke dalam daging ikan, nikmat bukan? Bandeng Presto ditemukan pada tahun 1977 oleh Hanna Budimulya yang berkelahiran Pati. Pada awalnya Bandeng Presto dibuat dalam skala kecil untuk kalangan sempit saja. Namun karena digemari banyak orang, produksi Bandeng Presto semakin berkembang dan menjadi oleh oleh khas Semarang. (wikipedia)

Bandeng Presto bisa didapatkan di toko oleh-oleh yang berderet di Jalan Pandanaran, seperti toko Bandeng Juwana, Bandeng Arwana, Pusat Oleh-Oleh Djoe, dan lain sebagainya. Toko Bandeng presto di kota Semarang pun terus berinovasi, agar waktu keawetannya semakin tahan lama, kini ada varian bandeng presto vakum yang disimpan dalam plastik kedap udara. Jadi jika kita bawa ke luar kota yang membutuhkan waktu tempuh lama sekalipun, Bandeng Presto tetap bisa dinikmati dalam keadaan segar.

2. Lumpia Semarang

lunpia semarang oleh oleh semarang

Makanan Lumpia sudah sangat melekat dengan Kota Semarang sebagai makanan khas atau oleh-oleh. Lumpia Semarang adalah sejenis makanan rollade yang berisi udang, rebung, ayam, atau telur. Lumpia Semarang sendiri konon merupakan kuliner perpaduan Tiongkok-Indonesia, yang awalnya dibuat oleh pasangan Tjoa Thay Yoe dari Tiongkok dan Mbak Wasih yang menghasilkan cita rasa manis yang digemari masyarakat Semarang. Orang semarang ada yang menyebutnya lunpia ada juga yang menyebutnya lumpia, keduanya tidak salah. Lun atau lum berarti lunak atau lembut, tergantung pada dialek pengucapnya. Pia sendiri berasal dari dialek Hokkian (Tionghoa) yang berarti kue.
Ada dua jenis lumpia yang kita kenal menurut proses pembuatannya, yaitu lumpia basah dan lumpia kering. Secara mendasar yang membedakan adalah kulit lumpianya. Namun kini kita juga bisa menikmati lumpia dengan berbagai macam varian rasa atau isi seperti Lumpia isi kepiting, ikan kakap, kambing jantan muda, bahkan isi jamur dan kacang mede seperti lumpia yang bisa kita dapatkan di Resto Lunpia Delight. Lumpia Semarang ini bisa ditemukan di sepanjang jalan Pandanaran, Jalan Mataram, Jalan Gajah Mada, Jalan Pemuda dan di Gang Lombok, Pecinan.

3. Wingko Babat

wingko babat oleh oleh khas semarang

Wingko adalah makanan tradisional sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Wingko Babat sebagai oleh oleh khas Semarang biasanya berbentuk bulat kecil dan disajikan selagi hangat. Awalnya wingko berasal dari kota Babat, Lamongan, Jawa Timur. Wingko asli kota Babat justru berukuran sangat besar. Namun setelah penjualnya sering berjualan di Stasiun Kereta Api di Kota Semarang, jajanan wingko ini mulai populer di lidah warga kota Semarang. Tidak heran salah saatu merk Wingko yang terkenal (konon paling tua) di kota Semarang berlogo kereta api, tokonya masih bisa kita temukan di kawasan Kota Lama Semarang.

Namun jajanan wingko babat ini juga bisa dengan mudah kita temukan di berbagai pusat oleh oleh khas Semarang. Selain di kota Lama, di daerah Banyumanik juga bisa kita temukan rumah produksi wingko babat, tepatnya di Jalan Ulin. Wingko babat juga tersedia dalam berbagai macam rasa seperti durian, coklat, atau nangka.

4. Gandjel Rel

oleh oleh khas semarang roti ganjel rel

Eits, Gandjel Rel yang ini bukan bantalan rel sesungguhnya lho ya. Ini adalah kue khas dari kota Semarang, yang kebetulan bentuk dan warnanya seperti bantalan (ganjel) rel dan berwarna coklat bertabur wijen. Roti ini adalah jajanan peninggalan Belanda, resep yang digunakan belum berubah hingga sekarang. Roti ini terasa manis karena menggunakan gula aren. Dahulu roti ini hanya bisa ditemui jika kita blusukan di Pasar Johar Semarang. Kini hampir setiap pusat oleh-oleh di kota Semarang menyediakan jenis jajanan ini.

Booking Hotel di Semarang melalui Ezytravel.co.id yuk! Dijamin paling murah, apalagi Pakai Promo KZL

foto: momylicious.com | cipika.co.id | sedapsekejap.net | lunpiadelight.co.id

(Visited 1,375 times, 2 visits today)


About

blogger, social media strategist, dan fanboy DC.


'Jajanan Oleh-Oleh Khas Semarang Yang Wajib Kamu Bawa Pulang' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool