Jembatan Biru Sumurup, Spot Asyik Menikmati Senja Rawa Pening

Rawa Pening seakan tak ada matinya ya, Sobat Ezytraveler. Dipandang dari sisi mana pun rasanya bikin adem hati dan pikiran. Entah itu menerawang jauh dari atas ketinggian Goa Rong atau mengekor santai dari ekor ular raksasa di Bukit Cinta. Satu kata, syahdu! Satu lagi sudut pandang yang tidak kalah syahdunya, yaitu Jembatan Biru, Sumurup, Kabupaten Semarang. Entah ada apanya sampai panas diperbincangkan para kawula muda Semarang dan mondar-mandir di pemberitaan social media semenjak bulan puasa kemarin, Ada apa sih di sana?

Sebelumnya saya ajak napak tilas dahulu. Terakhir main di jembatan yang didominasi warna biru ini, sekitar 2 tahun lalu. Saya ke sini bersama mantan pacar yang sekarang sudah jadi ibu dari anak saya. Wah kok tiba tiba jadi nostalgia gini, duh! Dulu  masih sepi, hanya kami berdua di atas jembatan, ditemani hangatnya matahari pagi, kepakan sayap dan cuitan burung kuntul, dan perahu nelayan yang hilir mudik menyapa kami.

Yuk Baca Artikel Serunya Berburu Pokemon Di Ambarawa !!

Dahulu jembatan ini hanyalah pagar kokoh dari beton yang berfungsi untuk menghalau enceng gondok supaya tidak masuk ke sungai yang mengalir ke pembangkit listrik di Tuntang. Dahulu juga tidak bisa disebut jembatan, karena ujung barat dan timur “PUTUS” alias tidak menyambung, bahkan strukturnya pun tidak simetris dan tidak saling bertemu. Kalau tetap memaksa untuk disebut jembatan, ya namanya jembatan salah konstruksi atau jembatan anti mainstream.

jembatan biru rawa pening

“Wah… ramai ya, Mas? Sejak kapan seperti ini?” Tanya saya ke penjaga parkir di samping rel kereta.
“Sudah setahun ini, Mas. Sejak bulan puasa tahun 2015 kemarin,”
“Bayar parkirnya sekarang, Mas?” Tanya saya sambil merogoh kantong celana.
“Nanti saja, pas pulang,”

Untuk masuk ke Jembatan biru rawa pening ini tidak bayar, alias gratis. Cukup bayar parkir saja bagi yang membawa kendaraan. Lokasinya juga mudah dijangkau dan mudah ditemukan. Sebagai patokannya adalah Jembatan Tuntang. Bila dari Kota Salatiga, setelah melewati Jembatan Tuntang, langsung belok kiri menuju Desa Sumurup. Sekitar 200 meter di kiri jalan akan terlihat papan nama Wisata Jembatan Biru Desa Sumurup. Bila dari Semarang, setelah keluar dari pintu Tol Bawen, ambil kiri ke arah Salatiga. Cukup putar arah saja setelah melewati jembatan Tuntang. Jaraknya dari Tol Bawen sekitar 10 menit  saja dari pintu keluar Tol Bawen, sekitar 4KM.

wisata rawa pening

“Kok sendirian, Mas?” Tanya bapak tukang perahu di pinggir jembatan, tukang parkir dan Mbak-mbak yang selfie di pinggir jembatan.
“Hehehe… iya,” Saya balas dengan senyum, tepi tepi bibir naik setengah dan mata sedikit menyipit. Misalkan saya baper dan menjawab serius, bakal panjang ceritanya, keburu Matahari ditelan rawa.

Memangnya kenapa bila “Sendirian?”

Ada mitos jika datang ke sini sendirian, bakal dapat teman baru, gebetan baru atau menyatukan teman yang dulu berpisah. Anyway, mitos ini saya ciptakan 5 menit yang lalu (nyengir kuda) Jangan dianggap serius, ya.  Tapi ada benarnya juga lho, ketika saya datang sendirian eh, malah bertemu dan berkenalan dengan wanita yang ternyata adalah adik kelas semasa SMA. Dunia ini sempit ya?

danau rawa pening

Kembali ke Jembatan Biru!

Mengapa disebut Jembatan Biru? Karena Jembatan ini didominasi warna biru, sesimpel itu. Kalau warnanya merah, tidak mungkin disebut jembatan kuning, bukan? Dilihat secara fisik dan arsitektur, jembatan ini terbagi atas 3 jembatan beton yang tidak sejajar dengan panjang sekitar 100 meter, 150 meter dan 50 meter. Kemudian disambungkan dengan 2 jembatan besi biru yang melengkung. Parasnya makin cantik setelah lantainya dikeramik berwarna krem dengan hiasan keramik motif bunga hijau di tengah. Di samping kanan dan kiri jembatan sudah diberi pengaman besi.

Spot Menarik?

Kalau dari mata saya, apapun bisa jadi menarik dan banyak cara untuk menikmati suasana wisata danau rawa pening. Seperti menyeruput mi rebus pakai telur di warung apung sambil memandang jauh ke tengah danau, turun ke bawah jembatan sambil mainan air, atau ngrasani sepasang kekasih yang selfie ria di tengah jembatan. Namun sepanjang pengamatan saya sore itu dengan cuaca agak mendung, banyak orang mengantre foto di tengah jembatan penghubung yang melengkung dengan background jajaran Gunung Merbabu, Telomoyo, Kendil dan Gajah yang terpantul apik di rawa pening.

rawa pening semarang

Ketika senja tiba, jembatan makin ramai didatangi muda mudi, tua dan anak untuk menikmati suasana matahari terbenam. Seperti di bulan puasa kemarin, jembatan ini ramai dimanfaatkan untuk ngabuburit, menunggu waktu berbuka puasa. Yang ingin sekalian berbuka juga bisa, warung apung di pinggir jembatan menjual banyak jajanan dan makanan, yang spesial adalah wader gorengnya. hmmm… kriuk.

Senja di Rawa Pening Semarang memang selalu menarik, bila cuaca cerah di sebelah selatan juga tidak kalah indahnya. Jajaran gunung-gunung yang menyundul langit  seperti Gunung merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Kendil dan Gunung Gajah, semuanya nampak asyik berbaris mengapung di atas rawa.

Bila sobat Ezy berkunjung ke rawa pening di hari Minggu, bisa menikmati pemandangan kereta api uap yang melintas sepanjang tepian Rawa Pening, dari Museum Kereta Api Ambarawa menuju Stasiun Tuntang. Bagi sobat yang hobi fotografi, sepanjang jalur rel kereta ini bagus sebagai objek foto.

rawa pening

“30 ribu saja, Mas. Nanti bisa selfie di tengah rawa, bendera kuning itu,” Ucap bapak pemilik perahu. “Kalau 60 ribu sampai di Kampung Rawa, bendera merah itu,” Imbuhnya, sembari menunjuk ke bendera merah di tengah rawa.

“Bolak-balik, ya pak?” Tanya saya khawatir misalkan ditinggalkan di tengah rawa Semarang. Kan horor!

“Iya, bolak-balik. Nanti bisa saya tunggu, kalau ingin foto-foto selfie dulu,”

Bila ingin lebih greget, sobat Ezy bisa menyewa perahu bermotor dengan tarif yang cukup murah. Tidak usah takut keblondrok, karena sudah ada paguyubannya dan ada kesepakatan harga. Kalau mau sewa hingga malam untuk hunting foto bintang dari tengah rawa juga bisa, tergantung negosiasi dengan pemilik perahu, ya. Oh iya, mau datang sendiri, berpasangan atau bergerombol juga asyik saja. Ajak-ajak saya juga bisa. hihihi.

Jembatan Biru Sumurup, Spot Asyik Menikmati Senja Rawa Pening
3 (60%) 2 votes
(Visited 4,072 times, 4 visits today)


About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Jembatan Biru Sumurup, Spot Asyik Menikmati Senja Rawa Pening' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool