Kampoeng Djowo Sekatul

Kampoeng Djowo Sekatul, Wisata Nuansa Pedesaan di Semarang

Kampoeng Djowo Sekatul, Wisata Nuansa Pedesaan di Semarang
4.25 (85%) 4 votes

Ingin liburan di Semarang dengan nuansa tradisional Jawa kuno, bisa mencoba ke Kampoeng Djowo Sekatul. Berada di Limbangan Kendal, tak terlalu jauh dari Kota Semarang, Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini merupakan tempat wisata agro dengan nuansa pedesaan. Berada di perbukitan Medini di kaki gunung Ungaran dengan lahan seluas sekitar 12 hektar, desa wisata ini menyajikan nuansa seperti tinggal di pedesaan tempo dulu.

Kampoeng Djowo Sekatul

Begitu memasuki area desa wisata ini, bangunan bangunan tradisional Jawa kuno yang berbentuk Joglo banyak dijumpai. Dan di hari hari tertentu disambut dengan live music berupa sinden dan musik tradisional gamelan. Untuk masuk dan dan jalan jalan ke desa wisata Sekatul ini tidak perlu membayar. Pengunjung membayar jika menggunakan fasilitas lanjutan yang disediakan seperti bermain flying fox, berenang atau memesan makanan di restonya untuk dinikmati di gazebo gazebo yang berbentuk joglo dengan berbagai ukuran, dan ada juga gazebo yang berada di pohon.

Kampoeng Djowo Sekatul

Karena berada di kaki gunung Ungaran, air pada kolam renangnya cukup dingin menyegarkan. Dan salah satu yang seru adalah flying foxnya. Dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi, berada di antara pepohonan, tetapi panjang sekali, menurut pengelola, ini merupakan flying fox paling panjang di Jawa Tengah.

flying fox

gazeboo

Kolam Renang Kampoeng Djowo Sekatul

Selain gazebo gazebo berbentuk rumah joglo, juga terdapat beberapa rumah yang agak besar dengan arsitektur tradisional Jawa kuno. Rumah rumah yang agak besar ini digunakan untuk penginapan jika pengunjung berasal dari luar kota. Karena nuansa tradisional nya, Desa Wisata ini sering pula dijadikan menjadi satu tempat untuk pemotretan atau foto foto pre wedding. Jika musim liburan dan hendak memesan makanan, mungkin lebih baik segera memesan makanan baru ditinggal jalan jalan. Karena banyaknya tamu.

Makanan di Kampoeng Djowo Sekatul

Nama Sekatul berasal dari kata “Katul”. Pada jaman penjajahan Jepang, penduduk yang berada di daerah ini hidupnya sangat menderita dan sangat sulit yang akhirnya apa saja dimakan, termasuk katul yang biasanya untuk makan ternak. Dan untuk mengenang masa masa sulit serta mengingatkan anak cucu di masa akan datang supaya ingat sejarah maka daerah ini diberikan nama “Sekatul”.

Menuju lokasi ini jika dari pusat kota Semarang bisa melalui Ngaliyan atau Ungaran. Dari Simpang Lima ke arah barat melalui ngaliyan – BSB – terus saja melalui jalan Semarang Boja tersebut, di persimpangan utama banyak papan petunjuknya. Jarak dari Simpang Lima hingga Desa Wisata Kampoeng Djowo Sekatul ini sekitar 27 Km.

Selain melalui Ngaliyan, bisa juga melalui Ungaran, dari alun alun Ungaran ambil arah ke barat menuju Gunungpati, terus saja hingga pertigaan pasar Gunungpati mengambil jalan yang sedikit agak belok kiri, dan jika sampai Jalan Semarang Boja lalu belok kiri. Dan dari sini cukup banyak tanda penunjuk menuju lokasi. Koordinat GPS lokasi : 7, 8′ 19.71″LS 110, 18′ 2.65″BT.

(Visited 9,956 times, 16 visits today)



'Kampoeng Djowo Sekatul, Wisata Nuansa Pedesaan di Semarang' have 3 comments

  1. May 20, 2015 @ 11:02 am munif

    udah beberapa kali ke sini, asri sekali suasananya…

    Reply

  2. December 4, 2015 @ 10:00 am eko

    minta nomer telpon yang bisa dihubungi

    Reply

  3. February 16, 2016 @ 8:37 am nurjanah jafar

    Menarik skali..

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool