Dugderan 2015

Karnaval Dugderan Sambut Ramadan di Semarang

Karnaval Dugderan Sambut Ramadan di Semarang
5 (100%) 2 votes

Punya agenda jalan-jalan jelang Ramadan? Liburan ke Semarang bisa jadi pilihan. Ada karnaval budaya yang digelar di Semarang untuk menyambut datangnya bulan puasa bagi umat Islam ini. Karnaval unik ini bahkan memiliki sejarah panjang sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, tepatnya mulai diadakan pada tahun 1881.

Tahun ini, Karnaval Dugderan 2015 akan digelar pada hari Selasa 16 Juni 2015. Prosesi semarak dugder dan karnaval akan dimulai pada pukul 12.30 hingga selesai. Untuk rutenya sama dengan beberapa tahun sebelumnya, yaitu dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Kauman Semarang kemudian dilanjutkan ke Masjid Agung Jawa Tengah.

Dugderan 2015

Sama seperti beberapa tahun sebelumnya, karnaval tidak hanya dilakukan sehari tapi dua hari berturut-turut. Sehari sebelum puncak Dugderan, juga digelar “Karnaval Gelar Budaya Dan Karnaval Mobil Hias”. Tepatnya pada Senin, 15 Juni 2015 mulai pukul 07.00 hingga selesai, dengan rute mulai dari Simpang Lima melewati Jalan Pandanaran kemudian Tugu Muda, dan berakhir di Jalan Pemuda.

Dugderan yang digelar 1 hari sebelum bulan puasa, sejak pertama diadakan merupakan cara pemerintah Semarang untuk memberi informasi pada masyarakat akan datangnya bulan Ramadan. Kata “Dugder” sendiri berasal dari perpaduan bunyi “dugdug” dari bedug dan “der” dari meriam yang dibunyikan saat acara belangsung.

Dugderan 2015

Tidak hanya karnaval, Dugderan juga selalu dibarengi dengan pasar rakyat yang digelar selama sepekan sebelum dugderan dengan lokasi di sekitar Pasar Johar. Di pasar rakyat tersebut berbagai hasil kerajinan tangan seperti gerabah dan lainnya mudah ditemukan. Selain itu pasar rakyat juga dimeriahkan dengan berbagai permainan seperti bianglala dan lainnya. Namun untuk tahun 2015, berkaitan dengan kebakaran Pasar Johar beberapa waktu lalu, pasar rakyat ditiadakan

Puncak kemeriahan Dugderan tentu saat digelarnya karnaval. Dalam karnaval tersebut biasanya diikuti oleh pasukan merah putih, drumband, pasukan pakaian adat, meriam, warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Warak Ngendok menjadi ciri khas karnaval ini, dan hampir semua perserta karnaval pasti mengusungnya.

Warak Ngendok

Sejarah Dugderan dimulai pada Pemerintah Kanjeng Bupaii RMTA Purbaningrat, digelar pertama pada tahun 1881. Untuk penanda dimulainya bulan Ramadan pada saat itu Kanjeng Bupari RMTA Purbaningrat mengadakan acara penabuhan Bedug Masjid Agung dan membunyikan Maeriam di halaman Kabupaten, masing-masing dibunyikan tiga kali. Sebelum membunyikan bedug dan meriam tersebut, diadakan upacara di halaman Kabupaten.

Upacara yang unik dan informasi dimulainya bulan puasa, membuat Dugderan semakin menyedot perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya, untuk datang menyaksikan langsung prosesnya. Banyaknya masyarakat yang datang ini dimanfaatkan para pedagang dari berbagai daerah untuk menawarkan bermacam-macam makanan, minuman, dan mainan anak-anak, seperti yang terbuat dari tanah liat (Celengan, Gerabah), mainan dari bambu (Seruling, Gangsingan), mainan dari kerta (Warak Ngendog).

(Visited 5,304 times, 1 visits today)


About

Aktif mengenalkan Wisata Semarang melalui berbagai media


'Karnaval Dugderan Sambut Ramadan di Semarang' have 5 comments

  1. June 4, 2015 @ 7:53 pm Dwi Pramono

    Itu poster dari Disbudpar Kota Semarang update ya, mas? Karena di berita sebelumnya karnaval dugder tahun ini ditiadakan terkait kebakaran Pasar Johar.

    Reply

    • June 6, 2015 @ 6:46 am Munif

      Yang ditiadakan pasar malamnya pak, sudah saya infokan di artikel di atas…

      Reply

  2. June 5, 2015 @ 1:24 pm Suzan

    Baru tahu ada tradisi ini

    Reply

  3. June 13, 2015 @ 11:12 am Rahmi

    Hari Senin tgl 15 pas ada acara ke kota pengen sekalian lihat ah

    Reply

  4. June 15, 2015 @ 12:10 pm hery

    Wow, keren. Saya orang semarang sangat bangga dengan acara dugderan. Salam buat semuanya.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool