Komplek Nasi Goreng di Ungaran

Sepertinya nasi goreng sudah menjadi ikon kuliner nusantara ya, Sobat Ezy? Saya jadi teringat ucapan Obama ketika berkunjung ke Indonesia menemui SBY “Saya sudah lama dan ingin sekali merasakan bakso, rambutan, dan nasi goreng.’’ Nah kan, presiden saja kangen sama Nasi goreng.

Jika sedang perjalanan ke Semarang melewati Ungaran, Kabupaten Semarang tidak sulit untuk menemukan nasi goreng, hampir sepanjang jalan ada yang jualan.

Namun pasti ada yang bertanya “Nasi goreng yang enak di Ungaran di mana sih?”

Nah… Cocok! Saya referensikan 3 lokasi warung nasi goreng yang memiliki keunikan sendiri-sendiri. Lebih tepatnya sih komplek nasi goreng karena warungnya bergerombol, berderet dalam satu kawasan.

nasi-goreng-bu-misdi-ungaran

Nasi Goreng Bu Misdi, Alun-alun Lama Ungaran

1. Komplek Nasi Goreng Alun-alun Ungaran Lama

Ada lebih dari 4 warung nasi goreng yang terkenal di area alun alun ungaran ini, seperti nasi goreng Djaikem yang melegenda, Nasi goreng Bu Misdi, Nasi Goreng  Ngapinah yang berada di garda paling depan alun-alun, dan nasi goreng Pak To. Mungkin sudah banyak orang yang tahu bagaimana nasi goreng Djaikem, jadi saya akan berkenalan dengan nasi goreng Bu Misdi yang lokasinya berada di tengah tengah lingkar alun alun.

Ketika saya perjalanan pulang dari Boyolali, waktu itu sekitar pukul 8 malam. Saya sampai berputar 2 kali mencari warung nasi goreng karena saking banyaknya pilihan warung nasi. Akhirnya saya parkir di depan warung nasi goreng bu Misdi, yang ada di dalam. Ternyata di dalam sudah ada 3 keluarga yang menunggu pesanannya.

Di meja sudah ada daftar menu, tapi tidak ada harga yang tertera. Di warung ukuran 3×3 meter di pinggir jalan ini ada 2 orang yang bagian masak, salah satunya adalah Bu Misdi. Kemudian ada bagian kasir merangkap pramusaji dan 2 orang lagi menyuguhkan minuman dan bersih bersih. Di meja ada jajanan berupa kerupuk, keripik tempe dan cabe hijau dalam cawan.

“Nasi goreng 1, teh panas 1,” pesan saya kepada bagian pemesanan. Sudah 10 menit saya menunggu, namun pesanan masih masuk antrean. Mendadak saya berubah pikiran karena tergoda menu pengunjung lain.

“Mas, ganti nasi goreng ayam campur babat, bisa?” Tanya saya di dekat penggorengan.

“Bisa, Mas. Ini pesenannya lagi dimasak!” balas pramusaji laki laki yang rambutnya di cat pirang.

Pesanan datang juga, “Nasi Goreng Ayam Babat Bu Misdi”. Presentasinya biasa dan sederhana sekali. Hanya nasi goreng ayam babat dengan taburan bawang goreng tanpa ada embel embel apapun, seperti taburan kol, timun, sledri, tomat atau krupuk. Ucapan selamat makan pun tak ada, eh… kok jadi baper gini. Hanya ada 1 cawan kecil lombok rawit hijau.

Porsinya lumayan banyak, 1 piring penuh, jika yang makan wanita mungkin tidak akan kuat menghabiskannya sendirian. Nasinya mawur, agak keras dan rada berminyak, namun tidak ada Bekas minyak yang dleweran di piring. Nasi goreng biasanya ada telurnya, bukan? Nah, telur yang dioseng bersama bumbu ini hancur, tercampur sempurna dengan nasi sampai tidak terlihat.

Babatnya garing empuk dan berasa gurih semuanya habis saya lahap, kecuali yang seperti usus saya tinggal karena memang nggak suka. Suwiran ayamnya lebih terasa agak kering. Total pengeluaran Rp19.000,-  dengan pesanan berupa 1 porsi nasi goreng ayam+babat, teh panas dan 1 keripik Tempe.

nasi-goreng-harpindojaya-alun-alun-ungaran02

Komplek Nasi Goreng depan Harpindo, Ungaran

2. Komplek Nasi Goreng Depan Harpindo

Komplek nasi goreng selanjutnya adalah depan Harpindo yang jualannya memakai gerobak. Ada 5 gerobak nasi goreng yang berjualan di sini. Mereka adalah pindahan yang dulunya berjualan di sepanjang jalan alun alun. Gerobak ini sudah melayani pelanggan dari pukul 5 sore. Bagi anak muda yang sedang mencari pasangan pasti betah di sini, karena yang datang adalah muda-mudi. Wajar saja, karena seberang jalan adalah kampus STEKOM.

“Nasi goreng satu, teh panas satu!” Itulah pesanan saya setelah duduk di lesehan di atas tikar teras ruko. Semua gorobak nasi goreng di sini memasaknya juga unik, karena dimasak di atas bara api arang dengan tungku tanah. Cita rasanya sudah pasti berbeda bila dimasak menggunakan gas atau kompor. Ketika saya pesan “Nasi goreng” saja, yang disajikan adalah nasi goreng ayam babat.

nasi-goreng-harpindojaya-alun-alun-ungaran

Presentasinya lebih ramai, sudah tentu ada suwiran ayam, babat dan telur, kemudian ada campuran irisan kol yang dimasak bersama nasi, ada potongan gimbal empuk yang terbuat dari tepung seperti cap jay, saya  tidak tahu apa sebutannya, dan 3 iris mentimun sebagai pemanisnya.

Kemudian sebagai teman makan nasi goreng, disediakan sate ati dan sate puyuh, masing-masing harganya Rp3.000,- per tusuk. Enaknya makan nasgor di sini, disediakan kerupuk dalam toples, dan kamu bebas ambil sepuasnya, Gratis!

Bagimana rasanya? Bagi saya yang tidak suka pedas, rasanya pas dan gurih. Nasinya mawur tapi tetap empuk, tidak lembek dan tidak berminyak. Babatnya tidak begitu garing, suwiran ayamnya juga empuk. Jika suka petai, bisa tambah 1 porsi seharga Rp.3.000,-. Harganya bisa saja naik turun sesuai fluktuasi harga petai di pasaran.

Total pengeluaran, Nasi goreng ayam+babat, 1 gelas teh panas dan mengunyah kerupuk sepuasnya di komplek nasi goreng Harpindo ini adalah Rp12.000,-

nasi-goreng-alun-alun-bungkarno-ungaran

Terbakar, Mas Jhon masak sambil atraksi

3. Komplek Nasi Goreng Alun Alun Bung Karno.

“Mas, ini mau masak nasi goreng atau mau bakar warung?” Batin saya ketika menyaksikan cara masak Mas Jhon, salah satu warung nasi goreng di Alun Alun Bung Karno  yang sedikit lebay. Dari wajannya sampai menyumbul api seperti terbakar. Katanya ini adalah efek dari kuah kaldu dan minyak.

Ada belasan warung nasi goreng yang berjualan di Pujasera Asjo, singkatan dari “Asmara Kalirejo”, karena warung nasi goreng di sini kebanyakan adalah pindah dari Jalan Asmara.

nasi-goreng-alun-alun-mas-jhon-ungaran

Nasi Goreng Mas Jhon, Alun Alun Bung Karno

Setelah atraksi masak yang bikin panas, akhirnya datang juga pesanan saya “Nasi Goreng Ayam”. Bagi lidah yang suka manis dan asin, rasanya sudah pas. Sajiannya mirip seperti yang di Depan Harpindo, ada potongan gandum namun sedikit lebih renyah, ditaburi daun bawang (onclang) dan tanpa irisan kol. Sajiannya dipercantik dengan krupuk yang menutupi setengah piring dan mentimun. Yang paling terasa adalah rasa dari bawang goreng dan serpihan sledri. Saya suka dengan suwiran ayamnya, besar besar dan empuk namun tidak kering.

Porsinya jumbo, pas bagi yang datang berpasangan. Tingkat kepedasan bisa diminta sesuai selera. Total pengeluaran 1 porsi nasi goreng ayam dan teh panas adalah Rp14.000,-

Nah, bagi yang sedang main ke Ungaran, lapar dan ingin mencari Nasi Goreng, banyak sekali kan pilihannya? Tinggal pilih sesuai selera di 3 kompleks warung nasi goreng di atas. Tinggal tunjuk.

Komplek Nasi Goreng di Ungaran
5 (100%) 2 votes
(Visited 709 times, 1 visits today)

About

Holiday Runner yang lagi rajin renang, Tertarik dengan street photography dengan kamera handphone Owner www.slamsr.com


'Komplek Nasi Goreng di Ungaran' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool