Kuliner Iwak Manuk Khas Semarang

Kuliner Iwak Manuk Khas Semarang
5 (100%) 2 votes

Pernah mendengar kuliner Iwak Manuk? Iya, Iwak Manuk, salah satu jenis kuliner yang ngehits banget di Semarang. Iwak Manuk adalah sebutan untuk kuliner berbahan baku Burung Blibis dan Blekok. Daging unggas ini biasanya didatangkan dari wilayah kota Demak dan Purwodadi. Unggas yang hidup liar di semak-semak atau pohon dan perairan air tawar ini menjadi menu andalan beberapa warung makan yang ada di pinggir kota Semarang. Seperti di jalan raya Mangkang, daerah Penggaron atau bahkan hingga di wilayah Kebonagung Demak.

Salah satunya adalah Rumah makan Sambel Idjo, Lesehan Ikan Bakar Segar yang berlokasi di timur kota Semarang. Terletak di pinggir jalan raya Brigjen Sudiarto, Penggaron atau sebelum terminal Penggaron. Rumah makan Sambel Idjo ini menyajikan beragam jenis kuliner ikan bakar serta unggas. Pilihan penyajian ikan serta unggas ini ada dua pilihan, digoreng dan dibakar. Bumbu pilihannya pun juga beragam, mulai dari masak asam manis, lada hitam hingga bumbu bakaran yang biasa.

Namun masakan yang paling menjadi favorit di sini adalah Iwak Manuk Blibis dan Blekok. Setiap pengunjung yang datang, baik yang memilih makan di tempat atau bawa pulang, kebanyakan memilih Iwak Manuk ini. Dagingnya yang lembut dan gurih, dipadu sambel yang pedas, mampu membuat keringat bercucuran bagi penikmatnya. Pengunjung bisa memilih sesuai dengan harga mulai Rp. 20.000 hingga Rp. 55.000 per ekor, tergantung ukuran iwak manuk yang tersedia.

Iwak Manuk ukuran kecil

Iwak Manuk ukuran kecil

Bahkan bebek gorengnya pun diolah dengan bumbu spesial dan empuk. Bebek goreng atau bakar diberi label harga Rp. 50.000 per ekor. Tekstur dagingnya empuk karena dimasak dalam api kecil dan lama. Sehingga bumbunya meresap dalam dagingnya, memberi rasa gurih yang mantap.

Bebek goreng yang empuk dan gurih

Bebek goreng yang empuk dan gurih

Nah, di rumah makan ini, ada minuman yang spesial dan menyegarkan. Saya bahkan langsung tertarik pada pandangan pertama begitu memasuki rumah makan ini. Minuman spesial yang diberi nama Dawet Jabung ini memiliki ciri khas tersendiri, tak seperti umumnya dawet yang beredar di seluruh penjuru kota Semarang. Dawet Jabung adalah minuman yang berasal dari kota Ponorogo. Jabung itu nama daerah yang ada di Ponorogo. Bahan dasar dawet terbuat dari tepung aren. Itulah kenapa tekstur dawet terasa berbeda saat di dalam mulut. Empuk, tidak kenyal, terasa gurih dengan santan yang tidak terlalu kental. Penambahan rasa manis hanya berasal dari gula aren, sangat alami. Jadi, aman deh dikonsumsi oleh penikmat minuman dari segala usia. Es Dawet ini murah banget, hanya seharga Rp. 2.000 permangkok.

Dawet Jabung yang khas dari Ponorogo

Dawet Jabung yang khas dari Ponorogo

Nah, bagi sobat travelers yang berniat singgah ke kota Semarang, bisa mampir ke rumah makan ini untuk mencicipi kulinernya yang khas. Rumah makan yang terletak satu deret dengan mall Giant ini tak begitu ramai pengunjung dalam waktu yang bersamaan. Kebanyakan pembeli memilih untuk membawa pulang pesanan iwak manuk, sehingga sobat travelers bisa menikmati makanan dalam suasana nyaman. Tanpa perlu antri untuk mendapatkan tempat duduk, atau tak nyaman karena terlalu penuh pengunjung. Bila sobat masih ingin menjelajah kota Semarang, ada beberapa pilihan hotel untuk menginap di pusat kota, seperti sekitar Simpang Lima atau jalan Pemuda.

Nah, silahkan menikmati kenyamanan kota Semarang dengan wisata kuliner yang khas menggoda ini!

(Visited 1,281 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Kuliner Iwak Manuk Khas Semarang' have 11 comments

  1. August 11, 2015 @ 4:42 pm Muhammad Kurniawan

    recommended banget nih. . . iwak belibis josss

    Reply

  2. August 11, 2015 @ 11:20 pm Ika Puspitasari

    Walaaah….aku kok malah nggak tahu tempat ini? Lumayan dekat sama rumahku nih mb Wati …hihi

    Reply

    • August 13, 2015 @ 4:51 pm Hidayah Sulistyowati

      Ini juga karena nyari yg di Kebonagung Demak nggak jualan, jadi pas lewat kok baca iwak manuk ya mampir lah dakuw. Recommended Dawetnya, endesss ๐Ÿ™‚

      Reply

  3. August 12, 2015 @ 8:54 am gustyanita pratiwi

    Kupikir tdnya ntu manuk, ternyTa bebek goreng, nyammi bgt y mb

    Reply

    • August 13, 2015 @ 4:53 pm Hidayah Sulistyowati

      Yang Blibis kebetulan aja dapat yg kecil, yg besar lagi susah dicari, kata mbak yg jual ๐Ÿ™‚

      Reply

  4. August 12, 2015 @ 7:58 pm Mechta

    Hm… Dawetnya yg lebih bikin pengeeen…hehe…. Mudah2an bisa nyobain kapan2 ๐Ÿ™‚

    Reply

    • August 15, 2015 @ 8:54 am Hidayah Sulistyowati

      Iya mbak, dicoba aja dawetnya, saya juga pengen balik kesini buat beli dawetnya yang beda ๐Ÿ˜€

      Reply

  5. August 13, 2015 @ 10:31 pm ade anita

    waaa..subhanallah.. itu ayamnya masih terlihat seperti itu? polos gak ditutupi serbuk bubuk gitu mak? duh.. kalo aku malah jadi nggak nafsu makan kayaknya.

    Reply

  6. August 15, 2015 @ 3:47 pm Rahmi Aziza

    Pernah ngelewatin mbak kayaknya, dan tertarik juga nih untuk mencoba

    Reply

  7. August 16, 2015 @ 10:42 am Aira Kimberly

    Iwak manuknya bikin laperr! belum pernah nyoba nih aku. Moga-moga pas ada moment jalan-jalan di Semarang, aku bisa mampir ๐Ÿ™‚

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

ยฉ2017ย HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool