Jadah Mbah Karto Selo Boyolali

Kuliner Khas Selo, Dari Jagung Bakar Hingga Jadah Dan Wajik Mbah Karto

Halo Ezytravelers, saya masih melanjutkan cerita jalan-jalan ke lokasi wisata seputar Kragilan-Ketep-Selo. Kalau sepulang dari selfie di Kragilan, kami menyempatkan diri mampir mencicipi Jagung Bakar dan Mendoan. Kali ini kami ingin berbelanja kuliner khas Selo, yaitu Jadah dan Wajik Mbah Karto. Nah, kalian pernah mencicipi Jadah? Kuliner khas Selo Boyolali, yang terbuat dari ketan dan kelapa. Rasa gurih jadah selalu bikin saya dan keluarga kangen ingin mencicipinya lagi.

Karena rasa kangen pula yang membuat kami ingin menikmati kembali kuliner khas dari Kecamatan Selo. Udara sejuk yang cenderung dingin memang paling cocok makan yang mengenyangkan. Maksudnya tentu agar penghuninya nggak mudah kedinginan. Perut kenyang kan bikin tubuh nyaman ya, hahaha.

Baca Juga: Top Selfi Hutan Kragilan

Melanjutkan cerita yang lalu, rombongan tiga mobil keluarga kami meninggalkan Dukuh Plalangan. Gapura yang bertuliskan ucapan Selamat Jalan terlihat dari kejauhan. Rasanya hati saya masih tertinggal di wisata New Selo. Tahu sendiri kan dari cerita minggu lalu, kalo saya dan rombongan tidak bisa menatap cantiknya Gunung Merapi gara-gara kabut tebal mulai turun. Rasanya kami bahkan pengen balik lagi suatu saat nanti. Terutama kalo cuaca nggak bikin baper kayak sekarang. Nggak bisa diprediksi, pagi hujan nanti siang cerah dan sore sudah hujan lagi.

Gapura Dukuh Plalangan

Keluar dari Dukuh Plalangan, rombongan mengambil belokan ke kanan melewati pasar. Kami sempat mampir salat Asar dulu sebelum beli oleh-oleh. Beberapa ruas jalan masih ada juga yang rusak. Kali ini kami berjalan diiringi gerimis lembut yang bikin udara makin dingin. Toko tempat penjualan oleh-oleh kesukaan kami berada di sisi kiri jalan raya Magelang – Boyolali. Mbah Karto adalah nama dagang kuliner khas Selo yang sudah terkenal sejak lama. Saya kenal pertama kali nyaris 16 tahun yang lalu. Cukup lama kan? Makanya saya rekomendasikan kuliner ini mengingat rasanya yang gurih.

Putri Mbah Karto sendiri yang melayani kami. Biasanya pembeli banyak yang memesan Jadah dengan srondeng atau serundeng. Srondeng di Mbah Karto ini adalah teman pelengkap untuk menikmati jadah. Srondeng di sini terbuat dari parutan kelapa yang dimasak dengan tambahan gula. Jadi rasanya manis. Cocok kalo disandingkan dengan Jadah yang gurih. Kalo saya sih lebih suka makan Jadah tanpa ditemanai Srondeng. Maklum, saya kan kurang suka makanan manis.

Srondeng di Jadah Mbah Karto

Namun saya nggak bakal menolak makan jadah dengan tempe bacem. Nah, Ezytravelers pernah ke Kaliurang? Banyak sekali jajanan seperti Jadah yang dijual bersama Tempe Bacem. Bahkan ada tempat yang menjual kuliner ini menyebutnya Burger Jawa. Jadi tempe bacem diletakkan di antara dua jadah. Unik ya kuliner di Indonesia ini.

Jadah Mbah Karto

Di toko oleh-oleh khas Selo Jadah Mbah Karto, menjual berbagai macam jajanan lain. Ada Wajik, Rengginang, Kembang Goyang, Satru, Bolu Kelapa, dan lainnya. Saya dan adik-adik serta kakak ipar aja sampai bingung memilih oleh-oleh khas Selo. Pengennya semua dibeli dan dibawa pulang untuk dijadikan oleh-oleh. Maruk banget ya, hahaha.

Bolu Kelapa

Pengunjung tak perlu belanja banyak kalo di sini. Kemarin saya memesan beberapa bungkus Jadah dengan Srondeng seharga Rp. 10.000 untuk oleh-oleh tetangga. Murah banget kaaaan?! Lumayan buat dibagi-bagikan tetangga satu kampung. Saya sendiri beli Jadah dan Wajik serta bonus Srondeng seharga Rp. 25.000.

Jadah dan Wajik mbah Karto

Oleh-oleh lain yang jadi belanjaan saya adalah Rengginang, Satru, dan Tempe bacem. Rencananya Tempe Bacem itu akan kami makan bersama Jadah. Sambil menyusuri jalur menuju kota Boyolali, kami bisa menikmati Burger Jawa ala Desa Selo. Nikmat mana coba yang kamu dustakan? Udara dingin, perut kosong, dan Burger Jawa yang mengenyangkan.

Di tempat Mbah Karto juga tersedia Ayam goreng kampung yang lezat. Tapi saya nggak beli karena lebih memilih Jadah yang bisa langsung dinikmati di jalan. Apalagi kalo tentang ayam kampung goreng, kami sudah punya langganan sendiri di rumah makan yang ada di dekat pasar Boyolali. Alasan lainnya adalah kami ingin makan Soto Seger yang pasti cocok untuk dinikmati usai jalan mendaki ke desa terakhir di jalur pendakian gunung Merapi. Jadi kami rasa, belanjanya sudah cukup. Dan sore itu kami beranjak pulang menuju kota Semarang.

Gimana Ezytravelers, udah cukup kan cerita jalan-jalan saya beserta rombongan keluarga menjelajah seputar lokasi wisata Kragilan, Ketep, dan New Selo. Nantikan cerita jalan-jalan saya berikutnya ya.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel Semarang, tour murah, dan tiket pesawat Semarang
Kuliner Khas Selo, Dari Jagung Bakar Hingga Jadah Dan Wajik Mbah Karto
5 (100%) 1 vote
(Visited 211 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Kuliner Khas Selo, Dari Jagung Bakar Hingga Jadah Dan Wajik Mbah Karto' have 2 comments

  1. January 26, 2017 @ 9:40 am Dewi 'Dedew' Rieka

    akk menggiurkan jadah dan bacemnyaaa

    Reply

  2. January 26, 2017 @ 12:47 pm Hidayah Sulistyowati

    Enak mba, cocok dinikmati di Selo yang dingin banget, blrrr

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool