Lima Kuliner Khas Kudus Yang Menggugah Selera

Lima Kuliner Khas Kudus Yang Menggugah Selera
5 (100%) 1 vote

Anda sedang liburan di Semarang? Kalo liburnya agak panjang yuk sempatkan mampir ke Kudus kampung halaman saya hehehe. Ngga jauh kok dari Semarang, hanya berjarak sekitar 55 km saja, kalau ditempuh dengan naik kendaraan bermotor dan kondisi jalan lancar,  1 jam sudah sampai.

Banyak hal menarik yang bisa kita temui di Kudus. Kebanyakan orang mungkin mengenal Kudus sebagai tujuan wisata religi untuk berziarah ke makam sunan Kudus kemudian lanjut ke makam sunan Muria. Tapi kali ini saya mau membahas Kudus dari segi wisata kulinernya yang menggugah selera.

Lentog Tanjung

lentog kudus

Ketika menyebut lentog, orang-orang yang belum pernah ke Kudus biasanya merasa kurang familiar. Maksudnya lontong? Begitu biasanya pertanyaan mereka. Menurut salah satu sumber lentog memang mempunyai arti lontong. Karena makanan ini memang terdiri dari lontong, sayur gori (nangka), dan semur tahu tempe. Sementara Tanjung merupakan nama salah satu desa yang ada di Kudus (Tanjungkarang). Dahulu memang penjual lentog ini berasal dari desa Tanjung, tapi sekarang penjual lentog sudah banyak tersebar di penjuru kota Kudus. Lentog enak dinikmati untuk sarapan. Biasanya penjual lentog mulai membuka kedainya pada jam enam pagi dan tutup sekitar jam sepuluh pagi. Harganya murah meriah.

Sate Kerbau

Sate ayam atau sate kambing pasti Anda sudah pernah mencicipinya. Bagaimana dengan sate kerbau? Hmm daging kerbau di sate gimana rasanya ya? Satenya empuk, sementara bumbunya cenderung berasa manis gurih, ada rasa mirip serundeng di dalamnya. Sebenarnya agak kurang cocok di lidah saya dikarenakan saya tidak terlalu suka dengan makanan manis. Tapi kalau pakai lombok kletusan yang sudah direbus ternyata rasanya enak juga. Sate kerbau yang pernah saya cicipi yang ada di kompleks pertokoan nusantara, harga persepuluh tusuknya Rp 42.000,-

Soto Kerbau

Kebanyakan soto menggunakan suiran daging ayam, ada juga yang menggunakan daging sapi. Tapi di Kudus ada soto dengan potongan daging kerbau. Rasanya gurih, dagingnya empuk. Oya kenapa daging kerbau begitu populer di Kudus? Menurut cerita dari beberapa sumber, Menurut beberapa sumber, ini bermula dari jaman Sunan Kudus menyebarkan agama Islam di Kudus. Ketika itu agama mayoritas di Kudus adalah agama Hindu. Dan menurut kepercayaan Hindu, sapi adalah binatang suci yang tidak boleh dikonsumsi. Untuk menghormati kepercayaan tersebut, Sunan Kudus melarang pengikutnya menyembelih sapi di Kudus. Sebagai ganti sapi, warga Kudus menyembelih kerbau.

Nasi Pindang

Nasi Pindang merupakan masakan yang berupa nasi dan olahan daging kerbau disajikan dengan kuah santan dan aneka rempah dilengkapi daun melinjo atau daun so. Penjual nasi pindang banyak tersebar di kota Kudus, salah satunya di Taman Bojana simpang tujuh. Saudara saya ada juga lho yang buka kedai nasi pindang di depan rumahnya yang terletak di Jalan Raya Kudus-Pati, Ngembal hehehe.

nasi pindang, foto dari: teruskan.com

nasi pindang, foto dari: teruskan.com

Garang Asem

Garang asem juga merupakan salah satu kuliner khas dari Kudus. Isinya, ayam kampung yang dipotong kecil-kecil, dicampur irisan tomat dan potongan cabai, kemudian dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan dikukus (digarang/dipanaskan). Ada juga garang asem yang menggunakan lauk jeroan ayam, ikan dan tahu. Garang asem yang paling terkenal di Kudus, terletak di Jl. R.Agil Kusumadya. Kalau Anda tidak suka keramaian jangan datang pada saat jam istirahat kantor yaa.

garang asem kudus

garang asem, gambar dari: tribunnews.com

Itulah lima kuliner khas Kudus yang menggugah selera. Tertarik untuk mencoba?

(Visited 754 times, 3 visits today)


About

Ibu dua anak, blogger, penulis komik Mak Irits dan #DiaryMamaMie


'Lima Kuliner Khas Kudus Yang Menggugah Selera' have 8 comments

  1. July 23, 2015 @ 10:35 pm Hidayah Sulistyowati

    Ini makanan favoritku, tapi jarang bisa mampir ngincipi kecuali lentog karena seringnya ke kudus malah udah disiapin makanan sama mbakku

    Reply

    • July 28, 2015 @ 4:32 pm Rahmi

      Aku juga paling sering ngelentog, soalnya seringnya berangkat pagi jadi sbelum sampe rumah mampir lentog dulu

      Reply

  2. July 24, 2015 @ 7:21 am ririe khayan

    Suami saya srg cerita ttg Sate kerbau di kudus. Katanya maknyus banget.

    Reply

    • July 28, 2015 @ 4:30 pm rahmiaziza

      Satenya enak sih mba, tapi aku kurang cocok sama bumbunya yang agak manis, makanya harus ngeletus lombok banyak2 hehe

      Reply

  3. July 24, 2015 @ 8:03 am diarysivika

    wah menu-menu ini kesukaaan saya semua. paling ngiler lihat nasi pindangnya. Nasi pindang yang recomended dimana kak?

    Reply

  4. July 24, 2015 @ 1:45 pm Mask-ID

    jadi laper…. suka garangasemnya…

    Reply

    • July 28, 2015 @ 4:31 pm Rahmi

      Iya garang asem emang enaak

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool