Live In di Kampung Pelangi Desa Wisata Bejalen

Spot foto selfie sekarang menjadi tempat favorit lho Ezytravelers! Desa wisata Bejalen, Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang mendadak ramai dikunjungi wisatawan. Penasaran dong, saya pun menyempatkan untuk live in di sana. Dua malam saja tinggal di Bejalen, serasa kurang untuk menikmatinya.

Desa wisata bejalen

hoto by jejakjelata

Tembok yang dicat warna warni menarik perhatian saya

Desa pelangi? Begitulah warga sekitar menyebutnya! Saat saya datang ke sana, mata ini tak luput dengan pemandangan tembok rumah warga yang nampak warna-warni bagai pelangi. Reflek saya pun mengangkat ponsel dan mencoba mengabadikan pemandangan itu.

Spot foto itu ada di bantaran kali werno. Rumah-rumah warga yang berada di sebelah kanan dan kiri sungai dicat warna warni. Selain itu ada juga gambar-gambar yang terlihat cantik.

Meskipun pinggir kali, lokasi itu bersih dari sampah!

Pinggir kali biasanya identik dengan kekumuhan. Tapi istilah kata kumuh nggak berlaku lho di desa Bejalen ini? Sampah? Nggak nampak tuh di depan mata saya. Meskipun air sungai yang mengalir sebening kopi susu, tapi tak ada satupun sampah yang mengambang di sana.

Seneng banget rasanya kalau melihat pemandangan yang bersih dan indah itu. Pikiran pun menjadi fresh dan segar lagi. Salut sama warga di desa itu karena sebagian besar warga di desa itu sudah sadar akan lingkungan. Setiap halaman rumah mereka pun bersih.

Kali itu dikenal dengan kali werno!

Warna-warni itulah yang menyebabkan kali itu disebut kali werno. Serta hiasan bola warna-warni yang nampak ramai. Bayangan saya awal mulanya mengira kalau air sungai itu berwana warni. Ternyata imajinasi saya yang terlalu liar.

Sungai itu hanya dihias dengan aneka warna bola dan pagar kali yang dicat warna warni. Keunikan itu pun menarik perhatian saya lagi. Apa yang saya lakukan kalau tidak memotretnya.

Pokonya saya juga mau foto di sungai werno itu!

Asyik kan? Dokumentasi pribadi

Setiap wisatawan yang datang selalu narsis dan foto-foto di tembok itu. Sepertinya sudah menjadi hal yang wajar gitu melihatnya. Nggak mau ketinggalan saya pun melakukan hal yang sama. Saya pun mengajak teman saya untuk berfoto di spot foto di desa wisata Bejalen itu.

Saya pun memilih tembok yang saya suka untuk narsis. Sekali-sekali boleh dong! Asal masih di taraf kewajaran. Saya dan kak Aji pun memilih spot tembok dengan gambar sepeda. Seolah-olah kami naik sepeda, gitu. Unik kan?

Bila foto kalian ingin tampak bagus lagi, kalian bisa kim menyewa payung ala-ala sebagai aksesoris berfoto. Kalian pun nggak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup keluarkan Rp. 3.000,00. Murah kan?

Ada perahu yang bisa kalian sewa untuk menuju Rawa Pening

photo by jejakjelata

Saya penasaran, kok di kali ada perahu dengan aneka warna juga. Ternyata perahu itu bisa disewa lho dengan biaya Rp. 30.000 sekali jalan menuju Rawa Pening dan untuk satu perahu. Seru lho, ezytraveler! Kalian bisa susur sungai sambil melihat pemandangan Gunung Merbabu, Telomoyo, Ungaran dan lainnya. Kalau langit mendukung ya!

Merasakan naik perahu dengan kapasitas empat orang itu membuat saya jadi ketagihan. Kalian penasaran? Coba aja! Daripada penaasaran dan nggak doyan makan, lho! Datang aja langsung ke desa wisata Bejalen.

Kalian kepengen? Datang aja ke desa wisata Bejalen

view dari pinggir rawa pening Photo by JejakJelata

Nggak susah kok menemukan lokasi desa wisata Bejalen ini! Kalau kalian dari Semarang, Kalian bisa menuju ke Kecamatan Ambarawa. Kalian bisa melewati ring road jurusan ke Jogja. Melewati Kampung Rawa di kiri jalan Kalian bisa melihat sebuah gapura dengan nama Desa Bejalen.

Saatnya jalan-jalan hemat! Ambil promo menarik: Tiket pesawat Jakarta SemarangHotel di Semarang dan Tour murah Indonesia. Mau?

Mudah kan? Untuk mencari desa Pelangi ini. Kesan pertama saat masuk desa wisata Bejalen ini kebersihan jalan tanpa sampah. Takjub saya melihatnya.

Seolah mengingatkan kita akan sebuah kebersihan dan mengajarkan kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalian, bila datang kesana pun harus menjaga kebersihan lingkungan desa itu juga ya! Kalau kalian malas membuang sampah di tong sampah, bawa pulang aja sampah kalian. Beres kan! Jangan kotori desa yang bersih itu dengan sampah kalian.

***

Setelah baca ulasan di atas, kalian ingin datang ke sana? Siapkan uang Rp. 3.000,00 ya per satu orang untuk bayar tiket masuk! Sungguh piknik yag murah dan nggak menguras kantong.

 

 

Live In di Kampung Pelangi Desa Wisata Bejalen
Vote Us
(Visited 347 times, 1 visits today)

About

Seorang gadis yang doyan jalan-jalan. Selalu menceritakan cerita perjalanannya melalui tulisan dan foto.


'Live In di Kampung Pelangi Desa Wisata Bejalen' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool