Lopis Raksasa, Tradisi Syawalan di Pekalongan

Sobat Ezytravelers,

lupis-ketanTentu anda tahu suatu penganan khas Nusantara bernama lopis. Makanan yang berbahan utama beras ketan ini dimasak dalam bungkus daun pusang atau daun kelapa dibentuk silinder (seperti lontong) atau segitiga (macam ketupat), dan biasanya disajikan bersama aneka “jajan pasar”.  Yang istimewa dari jenis makanan ini, ia memiliki daya rekat luar biasa bila sudah direbus sampai masak benar. Sebagai bagian dari jajan pasar, tentunya ukuran penyajiannya kecil-kecil saja. Membahas tentang kuliner khas ini, Kota Pekalongan memiliki tradisi yang unik dan sudah berpuluh tahun turun temurun dilakukan, yaitu pembuatan lopis yang ukurannya tidak biasa-biasa saja. Acara ini menjadi agenda tahunan wisata Kota Pekalongan dan disebut “Syawalan Lopis Raksasa”.

Bagi warga Pekalongan khususnya dan masyarakat Pantura Jawa umumnya, kemeriahan lebaran biasanya bukan pada saat Idul Fitri, melainkan pada tanggal ke-8 Bulan Syawal, yang dinamakan Syawalan. Sebagai masyarakat agamis yang taat dan patuh pada ustadz/kyai, umumnya setelah Idul Fitri umat Islam masih melaksanakan puasa sunnah 6 hari. Pada hari ke-8 Bulan Syawal itulah, warga masyarakat merayakan lebaran yang sesungguhnya dengan berbondong-bondong saling berkunjung ke rumah sanak famili dan ke tempat-tempat hiburan.

Asal muasal tradisi syawalan

3 copy

Pada tanggal 8 Syawal masyarakat Krapyak Pekalongan merayakan hari raya setelah berpuasa 6 hari. Para sesepuh dan tokoh masyarakat setempat menerima tamu baik dari luar desa dan luar kota (sekarang istilahnya open house). Hal ini diikuti oleh masyarakat di luar wilayah Krapyak, sehingga mereka pun tidak mengadakan kunjungan silaturahmi pada hari-hari antara tanggal 2 hingga 7 dalam bulan Syawal, melainkan berbondong-bondong berkunjung pada tanggal 8 Syawal. Kegiatan ini berkembang luas, bahkan meningkat terus dari masa ke masa sehingga terjadilah tradisi Syawalan seperti sekarang ini.

Menurut informasi, tradisi Syawalan ini sudah dimulai sekitar 160 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1855, ketika KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan dari Kyai Bahurekso (Perwira Kerajaan Mataram yang ditugaskan menjaga wilayah Pekalongan dan sekitarnya)  menggelar hajatan Syawalan. Lopis, merupakan suguhan utama bagi para tamu. Mengingat banyaknya tamu yang hadir, lopis dibuat dengan ukuran besar. Tradisi ini berlanjut pada Syawalan tahun-tahun berikutnya. Adapun upacara pemotongan lopis ini baru dimulai sejak tahun 1956 oleh bapak Rohmat, kepala desa (lurah) Krapyak pada saat itu. Sekitar tahun 1970-an upacara ini mulai menjadi agenda kegiatan pemerintah kota dan Walikota yang memimpin pemotongan tumpeng raksasa sebelum dibagi-bagikan kepada pengunjung.

20150729143614 (2)

Tradisi Syawalan Lopis Raksasa saat ini sudah menjadi salah agenda tahunan wisata Kota Pekalongan. Bukan hanya warga sekitar Krapyak atau Kota Pekalongan, bahkan dari berbagai daerah juga berminat menyaksikan upacara pemotongan lopis raksasa ini. Ukurannya pun semakin meraksasa, sehingga pernah dicatat dalam rekor MURI tahun 2002. Mungkin sampai saat ini belum ada kota lain yang menyaingi, karena setiap tahun rekor tersebut diperbarui sendiri oleh Kota Pekalongan.

Tahun ini ukuran lopis raksasa yang dibuat adalah: tinggi 215 cm, lingkar diameter 240 cm, berat 1,320 kg dan membutuhkan 400 kg beras ketan. Tahun sebelumnya diameternya sama tapi ketinggiannya 210 cm (selisih 5 cm). Untuk memasak lopis sebesar itu dibutuhkan waktu paling tidak 2×24 jam tanpa henti dengan menggunakan kayu bakar. Total biayanya sekitar Rp 30 juta. Luar biasa…

Foto pada header di atas adalah saat Walikota Pekalongan, Basyir Achmad, memberikan sambutan sebelum upacara pemotongan lopis raksasa di Kelurahan Krapyak Kidul Kota Pekalongan, Jumat, 24 Juli 2015 yang lalu. Sayang artikel ini dibuat sesudah acara, sehingga Sobat Ezytraveler baru bisa menyaksikan secara langsung tradisi Syawalan Lopis Raksasa pada tahun 2016. Masih banyak agenda lain untuk wisata di Pekalongan yang mendapat predikat Kota Kreatif Dunia dari Unesco kalau sobat Ezytraveler berkunjung ke Semarang dan sekitarnya.

Monggo….

Lopis Raksasa, Tradisi Syawalan di Pekalongan
5 (100%) 2 votes
(Visited 754 times, 1 visits today)



'Lopis Raksasa, Tradisi Syawalan di Pekalongan' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool