Menapaki Keunikan Dari Sejarah Bangunan Menara Masjid Kudus

Menapaki Keunikan Dari Sejarah Bangunan Menara Masjid Kudus
5 (100%) 1 vote

Dua minggu usai lebaran, saya dan keluarga menyempatkan diri berkunjung ke rumah keluarga kakak sepupu di Kudus. Berangkat dari kota Semarang agak pagi, karena ingin mampir belanja oleh-oleh dulu buat kakak. Dan seperti biasa, kalo sudah berkumpul bersama keluarga besar, bawaannya pengen jalan-jalan dan foto narsis.

Sebenarnya pengen mampir ke Pasar Bitingan, mencari jajanan khas kota Kudus tempo dulu. Sayangnya karena sudah siang, sudah banyak kios yang tutup.

Saya paling suka belanja Tempe dan Tahu khas di Pasar Bitingan ini. Rasa kedelainya yang masih setengah matang, nggak terlalu terasa aroma ragi yang dipakai untuk bahan pembuat tempe. Nanti deh kapan-kapan mampir ke pasar ini kalau sedang menginap di Kudus.

Akhirnya kami putuskan tetap jalan-jalan di seputar kota Kudus yang selalu bersuasana tenang. Tujuan kami berikutnya adalah Masjid Menara. Sejak menikah dan punya anak, saya udah lama berencana ingin salat di Masjid Menara Kudus. Sayangnya keinginan saya belun juga terwujud. Padahal saya ke Kudus hampir tiga atau empat kali setahun.

BUKIT HARAPAN CUNTEL, TEMPAT PELEPAS PENAT DI KOPENG
Read Artikel

Jadi siang jelang sore itu saya langsung mengajak keluarga serombongan ke Masjid Menara. Mumpung anak-anak dan keponakan ikut di rombongan yang menumpang dua mobil, rencana yang sudah lama ini mesti terwujud.

Dari Pasar Bitingan, mobil kami memilih jalur lurus melewati jalan KH. Asyhari. Sebenarnya masih banyak keluarga ibu saya yang tinggal di Kudus. Tapi mampirnya nanti saja sepulang dari masjid. Saya takut kesorean kalo mampir di rumah famili ibu.

Karena saya lama banget tidak salat atau pun melewati menara masjid Kudus ini kalau ke Kudus, sempat bingung dengan renovasi terakhir. Saya mengingat dulu gapura masjid langsung nampak dari jalan. Namun saat saya kesana, hanya tempat parkir yang cukup luas yang terlihat.

“Loh, mana Menara Masjidnya?” tanya saya dengan wajah bingung.
“Di belakang tempat parkir ini, Mba. Kita lewat jalan samping itu,” tutur keponakan saya yang tinggal di Kudus.

Saya dan rombongan melintasi jalanan di samping taman yang dijadikan tempat parkir mobil. Deretan warung yang menjajakan oleh-oleh khas lokal menyambut kedatangan rombongan kami.

menoro11

Ada banyak orang yang sepertinya akan berziarah di Makam Sunan Kudus sore itu. Ingatan saya tentang makam yang ada di sisi Barat masjid, masih lumayan jelas tergambar. Bagi peziarah yang memasuki gerbang di samping Menara Masjid, diharapkan mengambil air wudu terlebih dulu.

menara6

Bagi pengendara kendaraan roda dua, bisa juga parkir di area masuk sebelah kiri Menara. Dari situ pengunjung bisa mengambil air wudu di tempat wudu yang memiliki ukuran ruangan lumayan luas. Ada bak penampungan air yang sampai sekarang masih dipergunakan. Saya masih ingat dulu selalu mengambil air wudu di bak air ini sebelum berziarah di makam Sunan Kudus. Bak air atau kolam berbentuk padasan tersebut merupakan peninggalan jaman dahulu. Namun tidak diketahui secara pasti, sejak kapan padasan tersebut dibangun. Ada juga yang berbentuk kolam air luas, seperti bak wudu masjid jaman dulu.

menara9

Para peziarah memang lebih mengenal Menara dibanding masjidnya sendiri. Menara Kudus memiliki ketinggian sekitar 18 meter. Sementara bagian dasar Menara berukuran 10x10m. Menara Masjid Kudus ini merupakan bangunan kuno yang masih asli. Bangunan ini merupakan akulturasi antara kebudayaan Hindu-Jawa dengan Islam. Bahkan kalau saya lihat dari hiasan piring bergambar unta, pohon kurma, dan masjid, ada jejak kebudayaan Islam dari Timur Tengah. Sementara piring lainnya yang berwarna merah dan putih dengan corak bunga, mirip dengan dekorasi dari negeri Tiongkok.

menara7

Masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau 956 Hijriah. Masjid ini luasnya sekitar 2.400 meter persegi. Masjid yang memiliki 5 buah pintu pada masing-masing sisinya ini, juga memiliki 5 pintu besar. Di dalam bangunan utama masjid, terdapat 8 buah tiang berukuran besar yang terbuat dari kayu jati. Masjid ini telah mengalami renovasi beberapa kali, bukan hanya bangunan tapi juga bagian luarnya. Namun keunikan bangunan masih asli, tak akan diubah karena merupakan bangunan cagar budaya.

Di bagian depan serambi masjid, terdapat pintu gapura yang sering disebut Lawang Kembar. Kabarnya sih gapura tersebut berasal dari peninggalan kerajaan Majapahit.

Jalan menuju Menara Masjid Kudus, selalu padat oleh peziarah ataupun yang akan shalat di masjid. Banyak peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Biasanya peziarah merupakan kelompok pengajian dari berbagai kota. Jemaah pengajian di mana saya tinggal pun, pernah ke Masjid Menara Kudus. Biasanya sepulang dari berziarah dan salat di masjid, mereka mampir belanja oleh-oleh. Ada deretan panjang kios di sisi kanan dan kiri jalan yang menyediakan keperluan peziarah.

menara3

menara2

Ada tasbih, peci, kopiah, sajadah, kurma, ikat pinggang, dan jajanan khas kota Kudus. Saya tertarik membeli Rengginang dan Jenang Kudus, makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk tetangga di rumah.

menara5

Kalo teman-teman ingin berkunjung ke Kudus, singgah dulu dan menginap di Hotel Semarang. Baru pagi harinya berangkat menuju kota Kudus. Silahkan menikmati perjalanan wisata religi plus belanja oleh-oleh. Sepulangnya dari Menara Masjid Kudus, teman-teman bisa mampir mencicipi kuliner khas Kudus. Seperti Soto Kudus, Garang Asem, atau Sate Kerbau. Ada juga makanan Swike Mentog yang khas dari kota ini. Sampai jumpa cerita jalan-jalan berikutnya ya.

Yuk Pesan Tiket Pesawat ke Semarang dan Hotel Murah di Semarang, Hanya di Ezytravel.co.id
(Visited 96 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Menapaki Keunikan Dari Sejarah Bangunan Menara Masjid Kudus' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool