museum ronggowarsito semarang

Menapaki Sejarah Melalui Museum Ronggowarsito

Menapaki Sejarah Melalui Museum Ronggowarsito
4.8 (96%) 5 votes

Jika Anda terbang dari Jakarta ke Semarang, Anda akan tiba di Bandar Udara Ahmad Yani. Tak jauh dari bandara, terdapat museum dengan ribuan koleksi yang bisa Anda kunjungi.

Museum Ronggowarsito, bertempat di  Jalan Abdul Rahman Saleh No. 1, Semarang merupakan museum kebanggaan Jawa Tengah. Dapat Anda kunjungi setiap hari Senin – Minggu mulai pukul 08.00 – 15.00 kecuali Jum’at, hanya sampai pukul 11.00. Museum ini memiliki luas mencapai 8.438 meter persegi, terdiri dari pendapa, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran dan ruang deposit koleksi. Museum yang diambil dari nama seorang pujangga besar Keraton Surakarta Hadiningrat ini memiliki empat gedung pameran dengan dua lantai.

Ketika Anda memasuki gedung pameran lantai satu, Anda akan disambut dengan Gunungan Blumbangan, yang menggambarkan alam semesta, manusia dan lingkungannya. Selain itu, Anda juga akan menemukan lukisan alam semesta, bebatuan meteroit, zaman prasejarah, peradaban Hindu – Budha serta perjuangan kemerdekaan semasa perjuangan fisik dan diplomasi, disertai diorama antara lain: diorama pertempuran lima hari Semarang, diorama peristiwa Palagan Ambarawa, diorama gerilya dan kembali ke Yogyakarta.

Meriam sulut

Meriam sulut, salah satu peninggalan masa kolonial.

Masih di lantai satu,  di gedung D Anda dapat menelusuri ruang pembangunan, ruang numismatika dan heraldik, ruang tradisi nusantara, ruang intisari dan hibah yang berisi koleksi keris dan lain sebagainya. Koleksi keris tersebut merupakan hibah dari warga Jawa Tengah. Untuk menyatakan berganti kepemilikan, keris itu harus dibeli seharga sesuai dengan keinginan si pemilik dan sesuai dengan persetujuan. Konon, keris di museum ini ada yang dibeli dengan harga Rp 1.000.

Koleksi keris di Museum Ronggowarsito

Koleksi keris di Museum Ronggowarsito

Nah, sebelum naik ke lantai dua, Anda bisa mengunjungi wahana 3 dimensi. Hanya dengan Rp 10.000, Anda dapat menonton film prasejarah berdurasi sekitar 20 menit. Anda juga bisa memilih film yang akan Anda tonton seperti film tentang pembuatan candi borobudur, proses terjadinya gunung melutus, penemuan candi, dsb, tergantung dari permintaan pengunjung.

Lantai dua Museum Ronggowarsito berisi koleksi dan peralatan kesenian yang dipisahkan menjadi seni pergelaran, seni pertunjukan dan seni musik, di antarnya wayang, culung, gamelan, angklung, kulintang, dll. Terdapat juga peralatan hidup seperti gerabah, dokar, rumah, dll, yang mencakup teknologi mata pencaharian, teknologi industri dan transportasi, teknologi kerajinan, dan rumah tinggal.

Replika Patung

TIKET KE SEMARANG

Jika Anda belum pernah melihat seperti apa pakaian pengantin Semarangan, Anda akan menemukannya di bagian Pojok Semarangan. Di bagian ini terdapat pakaian manten kaji, gamelan gambang semarang, wayang potehi dan serba serbi dugderan.

Pakaian pengantin Semarang

Pakaian pengantin Semarangan yang merupakan perpaduan antara etnis Jawa, Tionghoa dan Arab.

Koleksi yang Anda telusuri di gedung pameran, hanya sebagian dari sekitar 59.000 koleksi museum. Sisanya, terdapat di ruang deposit. Anda bisa mengunjungi ruang ini dengan menghubungi petugas museum.

Untuk dapat mengunjungi museum ini, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.

Liburan di Semarang tak selalu soal hiburan tetapi juga bisa untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dengan mengunjungi museum. Tertarik untuk mengunjugi museum ini?

(Visited 3,763 times, 1 visits today)


About

Sleep well. Eat more. Travel often.


'Menapaki Sejarah Melalui Museum Ronggowarsito' have 21 comments

  1. March 8, 2015 @ 8:37 pm Amee

    Wah sekarang kayaknya makin bagus trus terang juga. Tahun lalu ke sana agak gelap, lampunya kurang. Jadi pengen ke sini lagii

    Reply

    • March 9, 2015 @ 8:34 am Soviana

      Silakan main lagi, mbak. Museum ini sudah mulai berbenah. Lebih bersih, ndak bau pengap dan penerangannya juga sudah diperbaiki 🙂

      Reply

  2. March 9, 2015 @ 7:10 am didut

    14 tahun di Semarang dan somehow belum pernah menginjakkan kaki ke dalamnya 😛

    Reply

    • March 9, 2015 @ 8:35 am Soviana

      Waduh, om diduuuuut.. Ayo ke Semarang lagi trus main ke sini. Siapin tenaganya hahaha

      Reply

  3. March 9, 2015 @ 8:56 am Inung Djuwari

    Dek Sov, aku pernah kesini jam 2-an siang hari Sabtu sudah tutup ik… 🙁 belum beruntung aku.

    Reply

    • March 9, 2015 @ 9:03 am Soviana

      Ohya, Mbak? Kemarin ngobrol-ngobrol sama petugasnya, buka sampai jam 3 sore. Kalo sebelum itu sudah tutup, mungkin bisa disampaikan, Mbak. Hawong bukanya sampe jam 3 kok 😀

      Reply

  4. March 9, 2015 @ 8:58 am Mega Temen MTsNya Sovi

    Dah lama gak ke sana. Terakhir ke sana jaman SD. Gelaaapppp….

    Reply

    • March 9, 2015 @ 9:04 am Soviana

      Coba main deh. Ajakin anak wedhok hehehhe.. Tahun lalu aja aku ke sini memang gelap dan bau pengap. Tapi kemarin pas ke sini sudah lumayan bersih, lampunya juga terang kok. Masih berbenah 🙂 #AyoKeMuseum

      Reply

  5. March 9, 2015 @ 9:55 am Hidayah Sulistyowati

    Anakku yg udah kemari, cuman kalo dari ceritanya belum komplit kayak gini tuh. Ya iya lah wong udah sembilan tahun yll hahaha

    Reply

    • March 9, 2015 @ 11:28 am Soviana

      Coba main ke sini lagi deh, Mbak. Sambil nginget-inget perubahan apa saja yang terjadi pada museum Jateng ini 😀

      Reply

  6. March 9, 2015 @ 3:39 pm Mr. Moen

    Itu dekat rumah saya, tetapi sudah lama saya nggak kesana lagi

    Reply

  7. March 9, 2015 @ 8:21 pm rahmiaziza

    Wisata murah namun mendidik ya Sof, kapan2 pengen ngajak bocah ksini ahh

    Reply

    • March 10, 2015 @ 2:13 pm Soviana

      Betul sekali, Mbak. 🙂 #AyoKeMuseum

      Reply

  8. March 9, 2015 @ 9:20 pm Slamet Riyadi

    sudah lama tak berkunjung ke sini…
    terakir kesini 10 tahun yang lalu

    Reply

  9. March 10, 2015 @ 7:47 am Johanis Adityawan

    wah baru tau ada gajahnyaa.. :3

    Reply

  10. March 10, 2015 @ 2:19 pm Mundjirin

    Semoga dapat dijadikan panduan untuk menambah wawasan dan pengetahuan termasuk untuk anak-anak sekolah.

    Reply

  11. March 10, 2015 @ 5:08 pm munif

    wih tambah bagus, terakhir ke sini beberapa tahun lalu, masih sepi bikin merinding, moga kini selalu ramee… 😀

    Reply

    • March 11, 2015 @ 3:24 pm Soviana

      Iya, mas. Udah ndak sesuwung dulu kok

      Reply

  12. March 10, 2015 @ 7:55 pm Lestari

    Terakhir dan pertama kali ke sini pas kondangan. Dan kesan pertama serem. Gelap dan pengap. Syukurlah kalau sekarang lagi berbenah 🙂

    Reply

  13. October 2, 2015 @ 3:41 pm zola

    Harga tiket nya apakah masih sama Rp.4000?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool