Masakan Arab

Mencicipi Masakan Arab Legendaris di Ungaran

Mencicipi Masakan Arab Legendaris di Ungaran
5 (100%) 1 vote

Rumah makan Djawas nampak lengang. Rumah makan ini menempati sebuah bangunan ruko berlantai dua dengan penampilan sederhana. Hanya ada tulisan Rumah Makan Djawas di kaca jendela. Letaknya di perempatan bangjo pertama Ungaran dari arah Semarang. Dari Semarang, rumah makan ini di kanan jalan.

Jika masuk, kita mendapatkan sebuah ruangan tak terlalu besar. Bercat oranye dan ditata sederhana , bersih bahkan terkesan kosong. Tak ada kehidupan. Namun, jangan salah. Rumah makan Djawas ini salah satu tempat kuliner yang wajib dikunjungi orang jika berlibur ke Semarang.

Hanya ada beberapa meja dan kursi kayu di ruangan.

Sebuah konter tempat kita memesan makanan sekaligus membayar. Di dinding, digantung beberapa foto makanan yang djual dan juga foto pemilik Djawas dengan selebriti yang pernah mampir ke Djawas.

Diantaranya Pak Bondan Winarno, si maknyus dan Benoe Buloe. Selain itu, ada dua atau tiga pigura bertuliskan testimoni para artis tentang rumah makan Djawas.

Bersama Pak Fauzi Djawas di Ungaran

Bersama Pak Fauzi Djawas di Ungaran

Aku dan anakku disambut seorang lelaki berusia senja berwajah Arab. Ia mengulurkan daftar menu dengan ramah. Aku memilih nasi kebuli dengan daging kambing andalan rumah makan ini.

Sedangkan anakku memilih roti cane dengan topping keju, susu dan coklat. Minumannya? Cukup segelas air mineral dingin untukku dan segelas es teh permintaan anakku.

“Mau roti cane dengan kari kambing?” tunjukku pada foto makanan yang digantung di dinding.

Nailah menggeleng.

Dua orang pemuda di sudut ruangan, lahap menyantap nasi kebuli. Sambil menunggu pesanan, aku melihat-lihat pigura yang digantung di dinding.

Ternyata, pigura tadi berisi ulasan Pak Bondan Winarno tentang rumah makan ini. Pak Bondan adalah pelanggan rumah makan Djawas sejak kecil. Ayah Pak Bondan, kerap mengajaknya makan nasi kebuli di Semarang.

Jangan heran. Rumah makan Djawas ini sudah berdiri tahun 1940.

Dan kini sudah tiga generasi pengelolanya. Rumah Makan Djawas didirikan oleh Datok Awood Djawas, pria keturunan Yaman di Semarang.

Pertengahan 2000, rumah makan pindah ke Ungaran dan menempati bangunan ruko berlantai dua hingga kini. Pengelola rumah makan Djawas kini adalah cucu Datok, bernama Abah Fauzi Djawas. Pria yang menyambut kami tadi.

Walaupun pewaris resep turun-temurun, peracik masakan di Djawas ini bukan Pak Fauzi melainkan istrinya, Ibu Maryam. Ibu Maryam belajar dari Ibu mertuanya meracik makanan lezat ini.

Walaupun tidak pernah mencicipi masakannya, Bu Maryam sangat ahli. Ia bisa tahu bahan apa yang kurang dari melihat masakannya saja. Ya, istri Abah Fauzi adalah seorang vegetarian.

Pesanan kami tiba. Sepiring nasi kebuli yang mengepul. Nasinya berwarna kekuningan dan tidak terlalu berminyak. Wangi rempah-rempah menggugah selera. Daging kambingnya empuk dan tidak anyir. Saat saya memperkenalkan diri, Abah mengajak kami mengobrol.

Roti cane topping meses di Djawas Ungaran

Roti cane topping meses di Djawas Ungaran

Bahan baku nasi kebuli terutama rempah-rempahnya dikirim dari Arab dan India. Aku mencicipi sesendok dan rasanya tak ingin berhenti. Lagi dan lagi. sepiring nasi kebuli daging kambing dibandrol Rp.29.000. dilengkapi acar Arab, salata. Lezat rasanya.

Rumah makan Djawas dikunjungi banyak pembeli dari luar kota lho. Rumah makan ini buka setiap hari hingga pukul 19.30. Jangan sampai kemalaman, nanti kehabisan nasi kebuli andalannya yang maknyus.

Masakan Arab

Nasi kebuli spesial kambing bakar

Selain nasi kebuli, juga tersedia nasi bukhari ayam, nasi biryani, kambing guling, iga bakar dan berbagai masakan Arab lainnya.

Beliau juga menerima pesanan untuk acara seperti aqiqah atau arisan. Jika berlibur ke Semarang, jangan lupa mampir di Rumah Makan Djawas yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No.102 Ungaran. Cicipi masakan arab legendaris tiga generasi.

(Visited 4,709 times, 1 visits today)


About

Penulis serial Anak Kos Dodol. Bercita-cita melanglang buana dari menulis.


'Mencicipi Masakan Arab Legendaris di Ungaran' have 7 comments

  1. April 29, 2015 @ 4:53 pm munif

    pengen nyoba nasi kebulinya…

    Reply

  2. April 30, 2015 @ 11:11 am sesy

    jd pengen salata lagi.

    Reply

  3. April 30, 2015 @ 11:31 am Slamet Riyadi

    awalnya punya toko besar di dekat gor pandanaran wujil ya?
    lalu pindah, namun nama toko masih melekat “jawas”

    Reply

    • March 30, 2016 @ 6:46 pm Tian

      Ini didaerah mana yaa,,pgen nyoba kesan

      Reply

      • October 19, 2016 @ 11:03 am Drogba

        sebelah SDIT Assalammah Ung

        Reply

  4. July 2, 2015 @ 4:18 pm Mayalina

    Nasi kebuli tu seperti apa yaaa…hmmm…pantas di coba…jadi pengen nyobain ke sana….

    Reply

  5. August 31, 2015 @ 8:49 pm titus aji

    Kalo tidak salah dulu di restoran yang kini jadi toko Tahu Bakso Bu Puji di dekat Bawen….

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool