Belut Sampangan

Menggoyang Lidah di Warung Makan Belut Sampangan Semarang

Libur sekolah dan lebaran sebentar lagi akan tiba. Bagi yang akan mudik ke Semarang, entah ke rumah orang tua atau mertua, pasti mengagendakan kunjungan ke beberapa tempat. Wisata Semarang yang memang tersohor sudah pasti menjadi tujuan utama. Bagi sebagian orang kuliner juga menjadi agenda wajib kala mudik. Ini adalah obat mujarab untuk mengobati rasa kangen pada kampung halaman. Hingga pada akhirnya waktu bergulir terasa begitu cepat. Tahu-tahu sudah harus kembali ke perantauan lagi.

Semarang memang menyimpan banyak tempat kuliner yang membuat ngiler. Mulai dari makanan sekelas cafe, angkringan, warung rumahan, bahkan lesehan. Semua menawarkan cita rasa dan kenikmatan tersendiri. Tergantung berapa banyak budget yang telah disiapkan.

Berbicara kuliner, nggak ada salahnya mencicipi makanan di warung yang satu ini. Warung sederhana yang terletak di Jalan Menoreh Raya No. 10, Sampangan, Semarang. Memang secara tampilan dari luar warung tersebut terlihat biasa. Layaknya warung-warung makan yang kerap kita jumpai di sepanjang jalan. Halamannya tak begitu luas. Sebuah pohon beringin tua nongkrong manis di depan.

Lalu apa yang istimewa?

Belut Sampangan Semarang

Tuh tampak depan aja rame pisan 🙂

Warung Makan Belut Sampangan Ibu Hj. Nasimah, begitulah tulisan yang tertera di banner. Melihat dari segi nama, bisa ditebak bahwa belut menjadi menu andalan. Mangut belut. Begitulah sebutan olahan dari belut ini. Disajikan dengan kuah santan pedas bersama potongan cabe, mangut belut terasa begitu segar. Sangat cocok dinikmati dengan nasi putih hangat.

Belut Sampangan Semarang

Jika ingin menikmati menu lain yang tak kalah pedas, cobalah kepala manyung. Bongkahan kepala ikan disajikan bersama kuah pedas sungguh menggoda iman. Bumbunya meresap pada daging yang melekat di kepala ikan. Dagingnya juga terasa lembut di lidah. Hhmmmm…bisa menghabiskan nasi sebakul deh.

Belut Sampangan Semarang

Kepala manyungnya ueenaaaakk 😀

Belut Sampangan Semarang

Bagi yang nggak doyan pedas jangan khawatir. Ada berbagai macam masakan lain yang tak kalah menggoyang lidah. Masakan cumi juga menjadi favorit di warung ini. Masih berbalut tinta hitam, daging cumi ini tersaji dengan empuk. Ternyata cumi cepet habis diantara makanan yang lain lho.

Tersedia juga aneka masakan lain seperti ikan belanak goreng, mangut ikan pari, nila bumbu rujak, garang asem, lele goreng, keong bumbu pedas, bandeng goreng, mujair goreng, kering tempe, oseng-oseng dan pepes. Bagi yang gemar makan sayur, lidah akan dimanjakan dengan sayur asem, sayur nangka, sayur bayam dan sayur lodeh. Sebagai pelengkap ada tempe tahu goreng, bakwan sayur dan gimbal udang yang yahud rasanya.

Belut Sampangan Semarang

Suegernyaaaa

Belut Sampangan Semarang

Belanak goreng guedhe plus endes 😀

Belut Sampangan Semarang

Tuh pada bingung mau pesen apa :p

TIKET LOMBOK KE SEMARANG

Warung Belut ini buka dari jam 7 pagi hingga 4 sore. Jam makan siang menjadi puncak-puncaknya pembeli hingga mbludak. Orang-orang berseragam kantoran tumplek blek di sini. Jangan heran kalau harus rela antre. Enggak cuma antre saat pesan makanan tapi juga tempat duduk. Satu lagi plus antre parkir. Tuh, kebayang kan gimana antreannya?

Belut Sampangan Semarang

Ini antre makan loh, bukan sembako 😀

Belut Sampangan Semarang

Ramenya ngalahin pasar 🙂

Owh ya warung ini juga menerima pesanan loh. Kamu nggak pengen mencicipi aneka masakan yang menggoyang lidah ini?

Menggoyang Lidah di Warung Makan Belut Sampangan Semarang
5 (100%) 1 vote
(Visited 3,198 times, 1 visits today)


About

Penggemar makanan dan minuman tradisional (KW 5), tukang numpuk buku lupa baca, suka mlipir jalan-jalan tapi pusing liat keramaian :D


'Menggoyang Lidah di Warung Makan Belut Sampangan Semarang' have 5 comments

  1. March 25, 2015 @ 10:13 pm Inung Djuwari

    Rasanya belut gimana tarooo?

    Reply

  2. March 25, 2015 @ 11:01 pm Ika Puspitasari

    Jadi pengen icip2…mangut belut sama kepala manyung nya euy…:D

    Reply

  3. March 26, 2015 @ 6:33 am Hidayah Sulistyowati

    Huuu…kebayang2 nih pedasnya, bikin banjir keringat 😉

    Reply

  4. March 26, 2015 @ 10:05 am munif

    di sini antrenya lebih panjang dari pada yang di pujasera kyai saleh…

    Reply

  5. March 29, 2015 @ 3:17 pm Soviana

    Kayaknya libur lebarannya masih luamaaaaaaaa 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool