oleh oleh demak

Mengulik Cindera Mata Dari Kota Wali (bagian 1)

Mengulik Cindera Mata Dari Kota Wali (bagian 1)
5 (100%) 1 vote

Happy Friday!! Saatnya Jumat’an, ya kan?

Mau Jumatan ke mana? Ke sini yuk!

Melakukan Wisata  Ke Semarang dan kemudian pergi sedikit ke arah timur 25 km, kita akan menemukan masjid yang bersejarah peninggalan kerajaan Islam pertama di Jawa. Masjid Agung Demak dengan segala pernak-perniknya, sejarah, filosofi, symbol akulturasi, asimilasi, toleransi dan artefak terkait.

Setiap perjalanan tentu akan membawa oleh-oleh tersendiri, cerita, momen, kenangan, pencerahan dan termasuk souvenir khas setempat. Berikut beberapa item yang bisa kita bawa pulang dari kota wali.

Berbagai macam peralatan ibadah dan busana muslim/muslimah kadang bahkan dibeli sebelum mau pulang, alias ketika hendak memasuki areal masjid. Biasanya mungkin karena  belum punya atau lupa membawa barang tersebut. Seperti mukena, picis, kopyah, sarung, kerudung, jilbab dan lainnya. Kain yang serupa sarung pantai yang sering kita temukan di kawasan wisata pantai, juga tersedia di sini, karena kadangkala para pelancong dan pengunjung tadinya menggunakan celana atau rok pendek, sedangkan untuk memasuki kawasan masjid memang dianjurkan untuk memakai busana yang lebih sopan/tertutup.

wisata di semarang

Bentuk  kopyah berbagai macam, demikian pula dengan motif serta bahannya. Sebagian diproduksi sendiri oleh orang-orang serta industri kecil lokal sekitaran, sebagian diimpor dari Kudus, Surabaya, Bandung dll.

kopiah oleh-oleh demak

 

Jangan heran jika menemukan banyak sekali pisau dijual di deretan kios souvenir. Mungkin karena Demak terkenal dengan hasil alamnya berupa belimbing dan jambu Demak yang terkenal maknyus dan segar rasanya, jadi dijuallah pisau sebagai sarana untuk memotong buah-buah tersebut.

pisau oleh-oleh demak

BOOKING HOTEL DI SEMARANG

Kita tahu, bahwa dalam lagu lir ilir yang digubah oleh Sunan Bonang dan dipopulerkan oleh Sunan Kaligogo itu mengandung  bait “ penekno belimbing kuwi” (panjatkan pohon belimbing itu)

Sebuah simbol betapa licin dan sulitnya untuk mencapai penegakan lima rukun Islam. (Biasanya sisi-sisi buah belimbing ada lima)

Meskipun sebenarnya buah belimbing dan jambu itu lebih maknyus lagi kalau kita memakannya dengan  cara langsung menggigitnya, dan bukannya dipotong dengan pisau dulu.

wisata di semarang

Cincin, gelang, kalung, tasbih, menjadi souvenir dengan ukuran yang bisa masuk ke saku. Bahannya bermacam-macam, ada yang dari kayu, kokka (yang konon dari Mesir dan Turki), atom, plastik, kuningan, perak sampai dengan sepuhan emas imitasi. Ada beberapa kios yang khusus menjual pernak-pernik ini, sehingga kilau dan gemerlapnya mengingatkan kita pada kios-kios sejenis yang kita temukan di sepanjang jalan antara masjidil haram menuju maktab/penginapan saat berhaji/umroh.

Blangkon dan Surjan, dua busana khas yang sering dipakai Sunan Kalijogo ini akhir-akhir ini menjadi hits dan incaran. Baik yang bermotif batik maupun berwarna hitam polos.

blangkon oleh- oleh demak semarang

Gending, terbang, ketipung dan marawis, dari ukuran kecil sampai besar juga bisa dijadikan cendera mata sekaligus alat musik untuk memperkenalkan kembali seni dan tradisi lokal yang saat itu membawa ajaran Islam dikenal masyarakat sebagai ajaran yang damai, menyenangkan, dan membawa pada kegembiraan dan kebahagiaan.  Selain juga wayang yang dijadikan kendaraan bagi Sunan Kalijogo untuk bisa menyatu dengan kebudayaan yang telah ada sebelumnya.

Masih belum semuanya nih, kita sambung di bagian 2-nya Jumat pekan depan ya 🙂

(Visited 1,021 times, 2 visits today)


About

penikmat hujan, pecinta purnama.


'Mengulik Cindera Mata Dari Kota Wali (bagian 1)' have 8 comments

  1. March 13, 2015 @ 1:10 pm Inung Djuwari

    aku mau belimbing mbak Diannnn……

    Reply

    • March 13, 2015 @ 3:31 pm dian

      ayo, main ke sini 🙂

      Reply

  2. March 13, 2015 @ 10:01 pm Dwi Pramono

    Mana tasbih raksasanya? Ow, masih ada bagian ke-2 ya? *menunggu dengan khidmat…

    Reply

    • March 16, 2015 @ 11:19 am dian

      siap! sudah disiapkan tasbih raksasanya 🙂

      Reply

  3. March 14, 2015 @ 8:34 am Dewi 'Dedew' Rieka

    Menanti tasbih raksasa…

    Reply

    • March 20, 2015 @ 8:53 am Dian Nafi

      ayo atuh dibeli tasbih raksasanya ya :))

      Reply

  4. March 16, 2015 @ 10:12 am Hidayah Sulistyowati

    Hahayyy ada blangkooon… Naufal suka koleksi blangkon, hihiii. Mampir kesini ah kalo ke Kudus 🙂

    Reply

    • March 20, 2015 @ 8:54 am Dian Nafi

      ayo mbak, mampir ke sini. jangan lupa beli blangkonnya 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool