Sop Konro Coto Makassar

Menikmati Kuliner Makassar di Semarang

Menikmati Kuliner Makassar di Semarang
5 (100%) 1 vote

Menikmati kuliner Makassar di Semarang? Ya, dikarenakan status saya sekarang bukan lagi seorang yang sedang berlibur di Semarang, melainkan sudah menjadi penduduk Semarang, kadang suka kangen aja sama makanan khas dari kota-kota yang pernah saya singgahi dulu. Termasuk Makassar. Ingin langsung terbang aja ke Makassar, tapi ngga punya sayap masih harus menabung sembari berburu tiket pesawat murah menuju ke sana. Hehe.

Salah satu tempat untuk menikmati kuliner Makassar di Semarang adalah Daeng Baba’ Resto. Sudah cukup lama saya mengetahui keberadaan resto khas Makassar ini, tapi baru kemarin berkesempatan makan di sana.

Begitu masuk ke dalam resto aroma kuah coto dan jeruk nipis menyeruak, mengingatkan saya pada warung coto yang sering saya kunjungi di Makassar. Membuka kenangan lama ceritanya, uhuk.

Tanpa menunggu lama saya langsung meminta daftar menu. Menu kuliner Makassar cukup komplit tersedia, ada coto, sop konro, sop saudara, es pisang ijo dan masih banyak lagi. Ada juga satu menu daerah lain yang ikut nyempil di situ, “Soto Betawi”. Hehehe saya merasa agak aneh juga sih dengan satu menu tersebut kok bisa nyasar ke resto yang menyediakan makanan khas Makassar.

Daftar Menu Coto

Ada juga nih menu spesial weekend, barongko. Barongko merupakan kue basah khas Makassar yang berbahan baku pisang. Agak mirip dengan nagasari, bedanya yang paling jelas, untuk membuat barongko, pisangnya dihaluskan.

Saya memilih coto Makassar dan es pisang ijo untuk menu makan sore hari itu. Banyak yang keliru, mengira coto adalah sejenis soto. Secara tulisan bedanya memang hanya satu huruf, tapi kalau rasa sangat jauh perbedaannya.

Coto Makassar dan es pisang ijo

Coto Makassar dan es pisang ijo

Coto berisi potongan daging sapi, yang bisa kita pilih, mau bagian dagingnya, ati, paru, atau kombinasi kesemuanya juga boleh. Kuahnya cukup kental, bukan karena santan, tapi karena kacang tanah goreng yang ditumbuk dan dihaluskan bersama bumbu rempah lain, kemudian dimasukkan ke air rebusan daging sapi bersama air cucian beras.

Sementara es pisang ijo merupakan pisang yang dibalut tepung berwarna hijau, disiram santan yang bercampur dengan tepung beras.

Soal harga, bisa dibilang lumayan terjangkau. Terjangkau daripada harus ke Makassar dulu untuk makan coto hahaha. Beruntungnya saya pada saat ke sana, pas diberlakukan harga promo hari terakhir. Ada diskon 20% untuk makan di tempat, dalam rangka anniversary ke-6 Daeng Baba’.

Daeng Baba’ resto terletak di Jalan Brigjen Katamso no. 7, persis di depan RB Bunda. Beberapa bulan lalu sudah membuka outlet barunya di Jl Veteran no.41 yang lebih luas bisa menampung lebih banyak pengunjung. Ada beberapa menu yang ada di outlet baru namun tak tersedia di mini restonya yang lama. Salah satunya mie kering khas Makassar alias mie titi.

(Visited 5,437 times, 5 visits today)


About

Ibu dua anak, blogger, penulis komik Mak Irits dan #DiaryMamaMie


'Menikmati Kuliner Makassar di Semarang' have 2 comments

  1. April 29, 2015 @ 3:12 pm Susindra

    Rasanya Makassar banget ya mbak?
    Pernah mampir ke Daeng Tata tapi tak berani nyicip masakan yg bikin penasaran krn harga lumayan
    Hihi.. Yg di sini pakai kurs Jawa atau Kurs Makassar? Haghag.. Kan beda ya nominalnya meski sama rupiahnya.

    Reply

  2. December 10, 2015 @ 10:20 pm Kobe

    Wah, saya udah 3 bulan di Semarang dalam rangka kuliah, baru tau saya ada resto yg jual makanan khas Makassar..baguslah, minggu depan mau jalan kesana deh

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool