Menikmati Nuansa Bangunan Tua di Tekodeko Koffiehuis Semarang

Menikmati Nuansa Bangunan Tua di Tekodeko Koffiehuis Semarang
5 (100%) 1 vote

DSC_0230

Dulunya Kota Lama Semarang hanya sebagai tempat kunjungan wisata bagi wisatawan yang ingin belajar sejarah dengan melihat langsung beberapa bangunan tua yang masih utuh atau pun sebagian masih berdiri kokoh. Namun jika Anda berkunjung ke kawasan Kota Lama sekarang sudah menjadi sebuah tempat wisata di Semarang yang indah dan menarik seperti layaknya bangunan-bangunan yang ada di Eropa. Munculnya beberapa café, bistro, dan restoran yang ada di Kota Lama seperti menghidupkan beberapa bangunan tua yang telah lama mati.

Ada salah satu café yang mengusung konsep retro klasik yang menggunakan bangunan tua bernama Tekodeko Kuffiehuis. Mengenai asal usul dari nama café ini mengapa diberi nama TEKODEKO saya sendiri juga begitu kurang begitu mengerti. Namun café ini masih terbilang cukup baru. Karena baru saja diresmikan pada awal bulan Juni 2015 lalu. Lokasi tepatnya café ini berada di jalan Letjen Suprapto nomor 44. Untuk mempermudah mengingatnya café berada persis di seberang Polsek Semarang Utara Kota Lama. Jika Anda ingin berkunjung ke café Tekodeko disarankan pada saat sore hari hingga menjelang malam hari. Karena di Tekodeko ada sebuah tempat di atap terbuka yang berada di atas bangunan. Di atap sini Anda bisa menikmati suasana angin sore di Kota Lama. Bisa dikatakan lokasi ini menjadi tempat favorit untuk nongkrong. Lokasi ini juga sering dijadikan sebagai tempat kegiatan seminar, talkshow, atau workshop.

Mengenai design interior dari café Tekodeko ini ditata sangat apik. Dimana di setiap dinding-dinding ruangan ada beberapa lukisan yang terpampang dan merupakan karya dari salah satu pegiat komunitas art di Semarang. Kemudian ada juga sebuah gambar atau lukisan dua Teko besar dimana lokasi ini seringkali dijadikan objek untuk foto selfie atau pun groufie bagi pengunjung. Jika melihat dari berbagai seni dekorasinya beberapa ornamen yang menggambarkan sisi oroginalitas bangunan bisa dilihatkan pada lantai-lantai kayu yang masih kokoh, dinding-dinding yang cukup tebal, dan jendela dengan model krepyak yang besar semua masih utuh. Namun yang sudah sedikit berubaha adalah lantainya yang sekarang sudah berubah menjadi tegel. Dimana dulunya yang terbuat dari marmer.

Menurut pengalaman pribadi café ini mulai ramai pengunjung mulai jam 4 sore. Karena waktu itu sengaja saya datang ke café ini pad ajam setengah 3 masih sangat sepi namun satu jam kemudian orang-orang sudah mulai berdatangan untuk mengisi kursi-kursi yang kosong. Dari sisi harga beberapa menu yang ada di café ini masih terbilang cukup standar. Untuk minuman harganya mulai dari 7ribu sampai dengan yang paling mahal 45ribu saja. Dari berbagai macam jenis kopi sampai dengan juice sampai dengan yang seger-seger seperti lime squash. Kebetulan pada saat itu saya memesan lime squash dan juga caramel latte serta Chiken Curry Sandwich. Lumayan mengganjal perut meski pada akhirnya saya harus memesan lagi

(Visited 1,683 times, 1 visits today)


About

Blogger, Goweser, Food Lover, Owner KeyshaSnack.com


'Menikmati Nuansa Bangunan Tua di Tekodeko Koffiehuis Semarang' have 1 comment

  1. April 20, 2016 @ 5:39 pm Bonny

    Kopi, pelayanan & tempat recommended buat nongkrong….
    Baristanya juga humble…

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool