Menikmati Ramen dengan Selera Lokal di Semarang

Bertemu dan berkumpul bareng keluarga saat lebaran, ibarat menambah energi positif bagi setiap orang. Itulah yang jadi alasan ketika setiap tahun selalu saja orang yang merantau, mudik kembali ke kampung halaman masing-masing. Seperti keluarga kami yang selalu berkumpul saat lebaran tiba. Bahkan dua hari menjelang lebaran, kakak dan adik yang tinggal di luar kota mulai berdatangan ke Semarang. Yang terjauh tentu saja adik yang tinggal di Pekanbaru. Mereka tahun ini memilih terbang ke Semarang, setelah tahun sebelumnya selalu menggunakan mobil pribadi untuk transportasi.

Hangatnya kebersamaan saat makan malam

Hangatnya kebersamaan saat makan malam

Buka bersama menjelang lebaran kemarin menjadi perjumpaan pertama keluarga besar ibu mertua di salah satu tempat makan yang sedang happening saat ini. Tempat makan yang menyajikan ramen ini berlokasi di jalan Singosari raya, dekat dengan hotel yang ada di Simpang Lima. CHICKEN RAMEN dengan tagline Mie – Ramen – Sushi ini menyajikan menu makanan dari negeri tetangga dengan selera sesuai lidah lokal.

Keponakan yang masih kecil memilih menu seragam, yaitu Ramen Katsu. Semangkok ukuran sedang berisi ramen, sayuran, irisan ayam dengan kuah bening serta satu porsi chicken katsu di piring tersendiri. Kuahnya yang segar, dengan pedas level pilihan masing-masing sesuai selera. Ada pilihan level sedang dari 0 – 2, hingga super pedas dengan level 9-10. Harga makanan sesuai dengan isi serta rasa yang juara. Untuk makanan dimulai dari harga Rp. 9.500 hingga Rp. 48.000. Sementara cemilan berkisar Rp. 4.500 hingga Rp. 11.000. Sementara minuman yang beragam dari yang hangat hingga beragam jus, dimulai dengan harga berkisar Rp. 1.500 hingga Rp. 13.500. Cukup reasonable!

Ramen dengan toping Chicken Katsu

Ramen dengan toping Chicken Katsu

Sementara keponakan yang lebih besar, juga kakak dan adik, serta ipar memilih ragam menu lain. Seperti Ramen Tempura, Udon, Mie Ayam Jamur serta Ramen Lengkap yang berisi ayam, telor dan tempura. Sementara untuk cemilan, kami memilih Sushi dan pangsit goreng. Sushi-nya pleasure deh untuk lidah orang Indonesia. Sushi dan pangsit dihidangkan sebagai menu penutup.

Ramen Telor dengan toping Tempura

Ramen Telor dengan toping Tempura

Semua makanan di sini dijamin halal. Bahan Mie dan Ramen juga diolah tanpa penambahan bahan kimia, jadi aman bagi penderita mag seperti anak bungsu saya. Mie Ayam jamur yang dipilih ibu mertua saya, juga empuk mie-nya, tidak kenyal seperti kebanyakan mie ayam lain. Sementara Udon pesanan calon keponakan ipar, terlihat menggiurkan.

Udon Telur dengan level 5-6

Udon Telur dengan level 5-6

Satu persatu menu pesan disajikan dan segera diserbu dengan teriakan meriah. Suasana hangat dengan sajian makanan yang masih mengepulkan uap panas, makin menghangatkan hati. Makanan yang disajikan pun dalam waktu singkat telah tandas disantap. Sementara percakapan menggantikan denting sendok yang beradu dengan mangkok saji. Mengalir canda dan tawa di seputar meja yang memanjang dari ujung ke ujung, meningkahi gelak tawa pengunjung lain.

Malam beranjak makin larut. Kami pun pulang dengan perut kenyang dan selera yang terpuaskan. See you next destination.

Menikmati Ramen dengan Selera Lokal di Semarang
5 (100%) 1 vote
(Visited 5,692 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Menikmati Ramen dengan Selera Lokal di Semarang' have 2 comments

  1. July 29, 2015 @ 1:52 pm Ika Puspitasari

    Penasaran sama rasa ramen and udon. Bisa dicoba nih, sambil ngajak anak-anak.

    Reply

  2. July 31, 2015 @ 12:11 am Uniek Kaswarganti

    Udonnya nggemesin banget ya mba. Aku belum pernah nih maem udon, ajakin dong mbaaaa…

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool