Sate Kambing

Menikmati Sate Kambing 29 Yang Sangat Legendaris

Menikmati Sate Kambing 29 Yang Sangat Legendaris
5 (100%) 2 votes

Salah satu wisata kuliner yang cukup legendaris di Semarang ini adalah Sate Kambing & Gule 29. Sangat cocok untuk para penikmat wisata kuliner yang tidak takut dengan efek tensi tinggi, maka dari itu aneka macam sate kambing ini pun bisa menjadi salah satu agenda liburan di semarang dan tentunya mengunjungi tempat wisata semarang lainnya.

Sate Kambing Semarang

Terletak di Kawasan Kotalama, Sate dan Gule 29 yang beroperasional setiap hari mulai pukul 08.00 sampai pukul 21.00, hanya tutup di hari Minggu dan untuk hari besar tetap buka, ini pertama kali dirintis oleh keluarga dari Yap Pak Yoe (alm) yang kemudian diteruskan oleh anaknya, Tjandra Wibowo. Dan hebatnya, tempat ini sudah ada sejak tahun 1945. Berbagai macam jenis masakan berbahan dasar kambing, diolah menjadi berbagai menu khas seperti sate tusuk daging, campuran, atau atinya saja. Selain itu ada juga yang namanya sate buntel, yang sajiannya sangat unik, yaitu daging kambing dicacah halus kemudian diberi bumbu dan dibungkus dengan gajih tipis. Setelah dibungkus, baru dibakar dan rasanya pun bisa dipastikan nikmat sekali. Biasanya, jenis sate buntel ini disediakan untuk para orang-orang tua yang sudah tidak kuat untuk mengunyah daging.

Sate Kambing Semarang

Menu lainnya adalah gule kambing yang disajikan dengan bumbu khusus yang rasanya berbeda dengan menu-menu gule yang lainnya. Gule kambing ini berisi iga, daging, usus hingga paru. Pepes olor yang terbuat dari isi tulang belakang atau sumsum tulang belakang kambing, dicampur kuah cukup lezat. Lalu balungan atau tengkleng pun juga tersedia disini.

Yang menjadikan tempat ini legendaris adalah ketika Yap Pak Yoe (alm) yang datang dari Tiongkok pada jaman penjajahan Belanda yang kemudian menjelajahi kota Semarang untuk menikmati kuliner, sampai akhirnya tertarik dengan sajian sate kambing yang dipikul di jalan-jalan yang ditemuinya. Dari situ kemudian dipelajarilah menu tersebut sampai menemukan resep khasnya. Setelah kemudian jaman sudah mulai beralih dari penjajahan Belanda ke jaman penjajahan Jepang, Yap akhirnya memulai bisnis kulinernya dengan membuka warung kecil sate kambing di depan Gereja Blenduk no. 29. Dan nomor 29 ini pun dipakai sampai sekarang sampai menjadikan sebuah merk dari rumah makan khusus olahan daging kambing ini.

PESAN TIKET MURAH KE SEMARANG

Tempat Makan di Semarang

Berkembanganya usaha ini, akhirnya pada tahun 1975 diteruskan oleh anak pertamanya, Tjandra. Dan kemudian dikembangkan lagi oleh saudara-saudaranya yang membuka rumah makan yang sama di Jalan Teuku Umar dan Jalan Kusumawardhani. Dan mereka semua pun menggunakan resep yang sama, yang merupakan warisan dari pendirinya.

Soal harga, rumah makan Sate Gule Kambing 29 bisa memang lebih mahal dibanding dengan rumah makan sejenis yang lainnya. Seporsi sate dengan jenis apapun  dan sate buntel yang berisi 2 tusuk pun diberi harga yang sama yaitu Rp. 50.000 sedangkan untuk Gule diberi harga Rp. 30.000 dan Gule Kaki Rp. 40.000. Untuk Sumsum dan Balungan diberi harga sama Rp. 30.000 sedangkan untuk otak atau olor diberi harga Rp. 20.000. Untuk anda yang suka makan sedikit, ada juga porsi sate setengah yang hanya Rp. 27.500 dan setengah porsi gule atau balungan di harga Rp. 20.000.

(Visited 4,309 times, 7 visits today)


About

cowok tampan yang punya nickname @hyudee yang suka nulis dan kuliner serta hobi foto. salam manis, :)


'Menikmati Sate Kambing 29 Yang Sangat Legendaris' have 13 comments

  1. March 12, 2015 @ 11:21 am Sriyono Suke

    Traktir yuuuud… 🙂

    Reply

  2. March 12, 2015 @ 11:49 am Inung Djuwari

    mendadak laparrrrr….

    Reply

  3. March 12, 2015 @ 7:50 pm Hidayah Sulistyowati

    Iya nih, jadi laperrr 🙂

    Reply

  4. March 13, 2015 @ 8:43 am munif

    klo ke sini jangan lupa coba sate buntelnya… 😀

    Reply

  5. March 14, 2015 @ 4:50 am Dwi Pramono

    Meskipun aku sudah tua :8 tapi tidak setuju kalimat ..sate buntel untuk orang tua yang nggak kuat mengunyah daging… 🙂 Itu varian sate yang juga digemari tua dan muda, lho.. Lalu, ada yang terlewat belum dibahas… sate torpedo.

    Reply

    • March 14, 2015 @ 1:12 pm Wahyudi

      hahaha ….

      nganuuu pak, kalo dibahas semua bisa jadi 1 bab dalam sebuah buku nih, dari menu per menunya yang khas, sejarah dari rumah makan ini, trus perkembangan sekarang hehehe … 😀

      Reply

  6. March 14, 2015 @ 6:06 pm Dewi 'Dedew' Rieka

    hihihihi ini to sate lima puluh ribu rupiah…enyak banget yaa..huhuhu…

    Reply

  7. May 1, 2015 @ 11:20 pm Hello SEMARANG / 10 Resto Bernuansa Tempo Doeloe di Semarang

    […] Sate Kambing dirintis oleh keluarga dari Yap Pak Yoe (alm) sejak tahun 1945 yang kemudian diteruskan oleh anaknya, Tjandra Wibowo. Rumah makan ini sudah terkenal sebagai penyaji sate enak selama empat dasawarsa. Sebagian besar karyawan warung sudah menjadi pelayan di sini selama belasan tahun, sehingga bisalah dikatakan pakar sate dan olehan daging kambing. Berbagai macam jenis masakan berbahan dasar kambing yang tersedia di sini, seperti sate daging, sate ati, sate buntel, gule, tengkleng, juga tersedia sate jeroan kambing (sumsum, otak/olor, torpedo) bagi yang gemar jeroan. Sate dan Gule Kambing “29” terletak di Jl, Letjen Suprapto 29, di seberang Gereja Blenduk, Semarang. Sedangkan cabangnya berada di Jalan Teuku Umar. Mengenai sate dan gulai kambing “29” ini, rekan kontributor @hyudee sudah menuliskan di blog ini. Selengkapnya… […]

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool