Masjid Pekojan Semarang

Menikmati Suasana Berbuka di Masjid Pekojan Semarang

Menikmati Suasana Berbuka di Masjid Pekojan Semarang
5 (100%) 1 vote

Bulan Ramadan tinggal menghitung hari nih teman-teman. Bagi masyarakat Jawa, menjelang bulan Ramadan juga mengisinya dengan kegiatan Nyadran atau Ruwahan. Kegiatannya bersih-bersih makam leluhur. Nah, banyak sekali keluarga yang merantau di kota besar seperti Jakarta, kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan tradisi Nyadran. Mereka rela terbang ke Semarang, untuk bersih-bersih makam orang tua dan kerabat.

Di sebagian masjid di Semarang pun mulai mempersiapkan kegiatan yang rutin dilakukan selama bulan Ramadan. Salah satu masjid di Semarang, di daerah Pecinan, mulai berbenah juga.

Ramadan tahun lalu, saya dan si sulung sempat berkunjung ke Masjid Pekojan, Semarang. Sebenarnya bukan hanya kami berdua yang ingin menikmati suasana berbuka di masjid yang berusia lebih dari satu abad ini. Suami, si bungsu dan adik saya pun ingin ikut. Tapi sayangnya si bungsu ada kegiatan berbuka di sekolah, jadi gagal ikut.

Jadi, sore itu hanya saya dan si sulung yang berangkat ke masjid Pekojan Semarang. Masjid Jami Pekojan Semarang ini dibangun pada tahun 1878 oleh Haji Muhammad Azhari. Nah, penasaran dong, mengapa Masjid Pekojan Semarang memilih bubur india sebagai takjil saat Ramadan?

Masjid Pekojan Semarang

Ini dia jawabannya, teman. Masyarakat yang bermukim di sekitar Masjid Pekojan Semarang merupakan pendatang dari berbagai belahan bumi. Yang paling banyak adalah pendatang dari negeri India, Arab, dan Gujarat. Kedatangan mereka karena niat berdagang. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di kawasan Pekojan yang saat itu dekat dengan dermaga kapal. Tak hanya berdagang, kaum pendatang tersebut juga mensyiarkan Islam. Dari mereka pula, dimulailah tradisi setiap bulan Ramadan selalu membagikan bubur india sebagai takjil. Sejak saat itu pula tradisi berbagi bubur india sebagai takjil terus dilestarikan hingga sekarang.

Setiap hari dimulai usai Salat Zuhur, beberapa orang mengolah bahan baku bubur hingga menjelang Asar. Sejumlah 200 hingga 300 porsi bubur disiapkan untuk jemaah yang berbuka di masjid. Sementara pihak pengelola juga menyiapkan jatah bubur bagi masyarakat sekitar dan kaum pendatang yang ingin membawa pulang bubur india. Tentu saja mereka yang ingin membawa pulang, mesti menyiapkan wadah dari rumah.

Masjid Pekojan Semarang

Semua bahan bubur merupakan swadaya dari masyarakat sekitar. Petugas yang mengolah bubur, setiap hari bekerja dibantu dengan beberapa temannya. Bubur india ini dibuat dari berbagai bahan. Yaitu beras, bumbu rempah, seperti batang serai, daun pandan, kunyit, lada, dan garam, serta bumbu yang lain. Wortel dan daun bawang juga ditambahkan untuk cita rasa serta tampilan yang menarik selera.

Si sulung yang sudah membawa tempat makan dari rumah, ikut antre meminta jatah berbuka. Saat berbuka puasa tiba, kami langsung menikmatinya bersama jemaah lain di Masjid Pekojan.

Hmm, lezat banget. Buburnya enak, gurih, dan lembut. Saya merasakan aroma rempat yang cukup menonjol. Bubur india ini dinikmati bersama kuah gulai ayam. Kuah gulainya tidak terlalu kental, jadi nggak bikin mblenger yang menikmatinya. Untuk hari Kamis, kuah gulai kambing yang menjadi pendamping bubur india.

Masjid Pekojan Semarang

Bagi teman-teman yang datang ke Semarang, sebaiknya menginap selama dua hari di hotel terdekat. Banyak pilihan hotel murah di dekat Masjid Pekojan Semarang. Apabila teman-teman menginap di hotel yang terletak di jalan Pemuda, bisa memilih naik taksi menuju Masjid Pekojan Semarang. Sebut saja namanya, pasti banyak pengemudi taksi yang mengetahui letak masjid ini.

Atau bila teman-teman datang dari Jalan MT. Haryono. Bisa pilih naik BRT dan berhenti dekat dengan halte BRT di daerah Petolongan. Nanti dari situ tanya saja pada orang setempat, letak Masjid Pekojan Semarang. Masjid ini terletak di ujung barat jalan Petolongan. Oh iya,  saya mohon maaf bila selama ini sering menulis hal yang melukai hati teman-teman. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih.

(Visited 258 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Menikmati Suasana Berbuka di Masjid Pekojan Semarang' have 2 comments

  1. June 1, 2016 @ 7:42 pm Vita Pusvitasari

    Yang ada bubur nya itu ya mbak, iya Semoga Ramadhan ini meningkatkan ketakwaan kita, hati lebih bersih dan lapang, rezeki makin berkah, sehat jasmani rohani

    Reply

    • June 4, 2016 @ 10:29 am Hidayah Sulistyowati

      Iya Vit, ikutan bukber di sana yuk
      Aamiin… doa terbaik untuk kita semua yaaa 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool