Nasi Kebuli Bu Aminah

Menyantap Nasi Kebuli di Kampung Arab Semarang

Menyantap Nasi Kebuli di Kampung Arab Semarang
5 (100%) 1 vote

Semarang merupakan perpaduan dari setidaknya empat budaya. Budaya Jawa, China, Timur Tengah, dan Belanda. Tidak heran jika jejak keempat budaya tersebut mudah ditemukan di Kota Semarang. Baik itu berupa bangunan, atraksi, maupun menu makanan dari berbagai budaya tersebut. Jika kamu sedang liburan di Semarang tentu tidak lengkap jika belum menikmati harmoni budaya tersebut.

Berbagai bangunanan peninggalan dari keempat budaya tersebut kini telah menjadi daya tarik wisatawan yang mengunjungi Semarang. Seperti Lawang Sewu dan Kota Lama peninggalan Belanda, Sam Poo Kong dan Pecinan dari budaya China, dan berbagai bangunan lainnya.

Bagaimana dengan makanan? Lumpia Semarang mungkin bisa menjadi gambaran betapa kuliner di Semarang banyak yang lahir dari perpaduan dari beberapa budaya yang hidup di kota ini, terutama dari China dan Jawa. Memang menu kuliner yang berasal dari China cukup banyak mewarnai di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Lumpia ini.

Yang cukup sulit dicari adalah menu dari Timur Tengah, namun tentunya sulit bukan berarti tidak ada. Apalagi Semarang memiliki sebuah kawasan yang dikenal sebagai Kampung Arab, yaitu di daerah Jalan Petek dan Jalan Layur. Memang secara administratif kawasan tersebut tidak bernama Kampung Arab, tetapi terdapat suatu komunitas etnis Arab yang sebagian besar berada di kawasan tersebut.

Di kawasan Kampung Arab yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Poncol dan Pasar Johar ini, kita bisa menjumpai beberapa tempat makan yang menawarkan menu dari Timur Tengah. Salah satu yang banyak dikenal adalah Warung Nasi Kebuli dan Nasi Tomat Ibu Aminah yang berada di Jalan Petek No. 76.

Nasi Kebuli

Nasi Kebuli di Ibu Aminah sudah lama dikenal para pecinta kuliner. Cita rasanya yang kuat dengan campuran daging kambing membuat menu ini begitu nikmat untuk disantap. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 15 ribu. Tidak heran jika warung yang buka mulai pukul 06.00 ini biasanya hanya buka selama 5 jam atau sekitar pukul 11.00 saat menu sudah habis.

Rasanya cukup menyenangkan menikmati Nasi Kebuli di Kampung Arab. Sambil menyantap menu, saya mencoba membuka obrolan dengan Ibu Aminah. Menurut penuturannya, usaha nasi kebuli yang dirintisnya telah dimulai dari orang tuanya sejak tahun 1966. Saat itu orang tua Ibu Aminah berkeliling Pasar Johar untuk menawarkan nasi kebuli kepada para pengunjung maupun pedagang.

Usaha nasi kebuli tersebut kemudian diteruskan oleh Kakak dari Ibu Aminah. Dengan membantu Kakaknya berjualan, Ibu Aminah dengan sendirinya terlatih untuk membuat nasi kebuli dan menjaga cita rasanya. Tahun 2002, Ibu Aminah mulai membuka warung permanen di depan rumahnya di Jalan Petek hingga saat ini.

(Visited 3,591 times, 7 visits today)


About

Aktif mengenalkan Wisata Semarang melalui berbagai media


'Menyantap Nasi Kebuli di Kampung Arab Semarang' have 2 comments

  1. February 6, 2016 @ 8:45 pm dara

    masuk dalam list dulu ah..klo ke semarang mesti mampir neh.. klo udah ga sibuk ngurusi materi blog..

    Reply

  2. February 21, 2016 @ 8:45 pm Reptil

    Saya tinggal di jalan layur, Dekat dengan jalan petek. Nasi kebulinya memang beda sekali, wangi dan gurih. So pasti salah satu makanan yg harus dicoba. Worth it to try

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool