sunan kalijaga

Menziarahi Penggubah Lir Ilir dan Pencetus Wayang

Menziarahi Penggubah Lir Ilir dan Pencetus Wayang
5 (100%) 2 votes

Sekali-kali berkunjunglah ke Demak ketika melakukan wisata ke Semarang. Sepuluh menit ke arah timur dari Masjid Agung Demaknya, perjalanan akan membawa kita juga ke makam Sunan Kalojogo.

Sunan Kalijaga  lahir sekitar tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia merupakan putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilwatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.

Sunan Kalijaga

Salah satu dari Wali Songo ini terkenal karena keunikannya.  Selain pernah mempunyai pengalaman kelam sebagai begal, meskipun harta rampasan dan curiannya diberikan pada  wong cilik dan orang tak mampu, beliau juga pernah berjaga alias bertapa di kali (sungai) menuruti titah gurunya. Tidak bergerak sedikitpun sampai akhirnya sang guru yang tadinya pergi meninggalkannya itu kembali. Dan menemukan Raden Sahid dalam keadaan berjanggut, berjenggot, gondrong dan berlumut.

Sunan Kalijaga

Selain itu Sunan Kalijogo juga sangat kreatif serta menghadirkan gebrakan-gebrakan dalam mengemban tugasnya sebagai pendakwah. Beliau memasukkan ajaran-ajaran islam lewat tembang-tembang Jawa dan juga mempopulerkan lagu Lir Ilir. Karena ada versi yang menyebutkan beliau sebagai penggubah lagu tersebut, namun ada versi lain yang menyatakan lagu itu sesungguhnya digubah oleh gurunya yaitu Sunan Bonang sedangkan Sunan Kalijogo yang mempopulerkan. Demikian antara lain caranya untuk menarik perhatian dan simpati dari masyarakat . Bahkan Sunan Kalijogo menginisiasi adanya wayang kulit yang dalam lakonnya banyak memuat filosofi dan ajaran Islam yang luhur.

Tak ayal Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali yang sangat merakyat. Tak hanya wong cilik yang gemar mendengar wejangan beliau, namun kaum bangsawan dan cendekiawan pun simpati pada beliau. Cara beliau mensyiarkan agama Islam yang disesuaikan dengan keadaan dan zaman menunjukkan sikap tolerannya. Namun begitu Sunan Kalijaga juga dikenal sangat kritis.

PAKET WISATA SEMARANG

Peninggalannya secara fisik yang terkenal antara lain soko tatal, jimat kalimasada dan baju antakusuma. Juga serat-serat antara lain Suluk Wijil dan Suluk Linglung. Beberapa benda pusaka ini dijamas alias dicuci setahun sekali saat  Grebeg Besar.

Area makam Kadilangu dengan makam Kalijogo sebagai pusatnya ini selalu ramai dikunjungi peziarah. Utamanya pada malam Jumat Kliwon.

kalijogo

Dekat area makam, terdapat masjid yang konon dibangun Sunan Kalijaga pada suatu malam dan selesai malam itu juga, sebelum dilaksanakan shalat Subuh berjamaah pada tahun 1479 M. Wallahu ’alam bishshowab. Menurut prasasti yang tersimpan di sana, masjid ini mengalami renovasi pertama kali pada 1564 M oleh Pangeran Wijil.

Terdapat juga rumah petilasan serta peninggalan yang kini dihuni oleh keturunan dan kerabat beliau. Terdapat pula madrasah yang berada di sisi selatan musholla.

Di sepanjang lajur dari areal taman parkir sampai ke areal makam, berjajar kios-kios menjual berbagai baju muslim dengan aksesorisnya juga bermacam-macam cendera mata.

(Visited 523 times, 1 visits today)


About

penikmat hujan, pecinta purnama.


'Menziarahi Penggubah Lir Ilir dan Pencetus Wayang' have 2 comments

  1. April 4, 2015 @ 8:13 am Inung Djuwari

    Sudah pernah kesini, tp tidak bisa menikmati karena ruameeee pollllll
    Hari apa mbak yg nggak begitu rame?

    Reply

    • April 17, 2015 @ 2:51 pm dian

      Yang ramai itu pas musim ziarah, juga malam Jumat sampai akhir pekan.
      Kalau hari-hari biasa agak longgar, mbak 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool