Bodo Kupat

Meriahnya Bodo Kupat, Perayaan Satu Minggu Setelah Lebaran

Meriahnya Bodo Kupat, Perayaan Satu Minggu Setelah Lebaran. Hai Ezytravelers, setelah 30 hari berpuasa, kita akan merayakan lebaran. Biasanya udah pada siap dengan kue kering, opor dan ketupat ya.

Eh tapi di Kudus, kampung halaman saya, pada saat hari raya Idul Fitri atau lebaran, justru jarang orang yang sedia ketupat lho! Ketupat baru dinikmati pada saat bodo kupat, yaitu satu minggu setelah lebaran, alias tanggal 8 Syawal.

 

Bodo kupat

Tidak hanya di Kudus, beberapa kota lain di Jawa Tengah pun, disebut-sebut mengenal dua istilah hari raya di bulan Syawal, yaitu bodo lebaran dan bodo kupat. Orang Jawa memang biasa menyebut hari raya dengan kata bodo atau bakda. Kedua istilah “bodo” ini konon diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Kalijaga.

Biasanya pada tanggal 2 Syawal (lebaran hari kedua) umat muslim mulai melakukan puasa sunnah Syawal sampai dengan tanggal 7 Syawal. Nah bodo kupat ini merayakan keberhasilan melaksanakan puasa Syawal selama enam hari. Pada saat itu masyarakat membuat ketupat untuk diantarkan kepada sanak kerabat sebagai tanda keberasamaan.

Ketupat sendiri, dalam filosofi Jawa, bukan hanya sekedar hidangan khas hari raya lebaran. Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan, yaitu lebaran, luberan, leburan, laburan.

 

bodo kupat

Lebaran
Lebaran bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan
Bermakna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin. Pengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran pun selain menjadi ritual yang wajib dilakukan umat Islam, juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.

Leburan
Maknanya adalah habis dan melebur. Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan
Berasal dari kata labur atau kapur. Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.

Di Kudus, even tradisional bodo kupat atau kupatan biasanya digelar hampir di seluruh kecamatan dan mereka memiliki gelar tradisinya masing-masing. Di desa Sumber Hadipolo misalnya, biasanya rutin diselenggarakan tradisi Bulusan. Bulusan diambil dari kata bulus yang artinya kura-kura air tawar.

Mengenai Bulusan ini ada legendanya lho! Konon pada jaman dahulu ada seorang alim ulama penyebar agama Islam bernama Mbah Dado. Beliau mempunyai murid bernama Umara dan Umari. Dalam perjalanannya menyebarkan agama Islam beliau berniat untuk mendirikan sebuah pesantren.

Tempat yang diangggap tepat untuk membangun pesantren sudah ditemukan, yaitu di kaki Gunung Muria. Pada bulan Ramadhan, tepatnya pada waktu malam Nuzulul Qur’an datang Sunan Muria untuk bersilaturahim dan membaca Al Qur’an bersama Mbah Dado. Dalam perjalanannya, Sunan Muria mendengar ada orang bekerja di sawah pada malam hari sedang ndaut (mengambil bibit padi).

Sunan Muria berhenti sejenak dan berkata, “Lho, malam Nuzulul Qur’an kok tidak baca Al Qur’an, malah di sawah berendam air seperti bulus saja?” Seketika itu Umara dan Umari berubah menjadi bulus. Mbah Dado datang pada Sunan Muria untuk memintakan maaf atas kesalahan santrinya. Akan tetapi, kedua santrinya sudah tidak dapat berubah menjadi manusia lagi.

Akhirnya, Sunan Muria menancapkan tongkatnya ke tanah, keluar mata air atau sumber sehingga diberilah tempat itu nama Dukuh Sumber dan tongkatnya berubah menjadi pohon yang diberi nama pohon tamba ati. Sambil meninggalkan tempat itu Sunan Muria berkata, “Besok anak cucu kalian akan menghormatimu setiap satu minggu setelah hari raya bulan Syawal tepatnya waktu Bada Kupat.

Siapa yang gak mau traveling hemat? Ambil promo murah Explore Budaya Semarangpromo hari raya dan booking hotel murah. Yuk berangkat!

Tradisi Bulusan biasanya dimeriahkan kegiatan bersih sendang (sumber air), kirab, pembagian bancaan kepada masyarakat dan pertunjukkan wayang. Selain itu, ada pasar malam dan hiburan musik modern juga.

Wah seru yaa, tradisi bodo kupat di Kota Kuds bagaimana di kotamu Ezytravelers? Ada yang seru, yang menarik untuk dikulik?

Meriahnya Bodo Kupat, Perayaan Satu Minggu Setelah Lebaran
Vote Us
(Visited 297 times, 1 visits today)


About

Ibu dua anak, blogger, penulis komik Mak Irits dan #DiaryMamaMie


'Meriahnya Bodo Kupat, Perayaan Satu Minggu Setelah Lebaran' have 3 comments

  1. June 17, 2017 @ 10:39 am vita pusvitasari

    Kalau aku gak pernah lebaran di Semarang, lebaran lebih terasa di garut karena pasti ada ketupat, lontong, opor ayam, sambel goreng kentang dan sate sapi, nah kalau di ponorogo gak ada masak itu semua, hari biasa , hari lebaran tak luput dari pecel sayur dan soto ayam tok, kadang rawon heuheu, jadi ya biasa aja hanya ada kue cemilan anak-anak di meja hihi, kalau rumah garut meriah selain masakan khas juga gak ada menu khas, hmm, kalaupun syawalan mertuaku mah gak pernah masak ketupat dll, karena hobina masal pecel ma soto, kakak ipar juga pada males masak, kalau mamahku, aku ama adikku sregep masak rame2 justru itu seninya

    Reply

  2. June 17, 2017 @ 11:10 am Hidayah Sulistyowati

    Semarang sama kayak Kudus, bodo kupat dirayakan setelah pjasa Syawal. Insya Allah ikut puasanya. Kalo kupat ama lepet tergantung bikinnya sesuai kondisi. Tapi sejak aku kecil sampai sekarang, jarang absen, hihii. Kalo gak bikin juga gampang, tinggal berkunjung ke rumah saudara yg banyak, tinggal pilih kemana, hahahaa

    Reply

  3. June 18, 2017 @ 9:28 pm nur rochma

    Di daerah saya, Tuban, seminggu setelah lebaran (riyoyo kupat/kupatan). Tapi biasanya orang-orang desa yang meramaikannya. Saya tiap tahun dapat kiriman kupat lengkap dengan lepet dan sayurnya. Tinggal makan saja.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool