masjid agung demak semarang

Napak Tilas Kerajaan Islam Pertama Dekat Semarang

Napak Tilas Kerajaan Islam Pertama Dekat Semarang
3.67 (73.33%) 3 votes

Napak Tilas Kerajaan Islam Pertama Dekat Semarang

(don’t miss it! 29 Maret  2015 Haul Agung Sultan Fatah Demak)

 

Siapa yang sudah pernah ke Demak?

Buat yang sudah Wisata Ke Semarang, mungkin  telah menjadikan Demak sebagai salah satu destinasi alias tujuan kunjungannya juga. Atau mungkin saat ini malah sedang ada yang merancang Liburan Di Semarang? jangan sampai ketinggalan untuk memasukkan Demak dalam itinerary-nya  ya.

Ada apa sih di Demak?

Seringnya yang menjadi kunjungan utama adalah  Masjid Agungnya, selain ada juga makam Sunan Kalijogo di Kadilangu dan beberapa destinasi lain. Bagi yang sudah menonton film Kukejar Cinta Sampai Negeri Cina awal tahun ini mungkin sempat juga melihat penampakan masjid Agung Demak yang terkenal ini. (ssst…aku sempat foto dengan dua pemain utamanya, Adipati Dolken dan Eriska Rhein)

Dian Nafi

Dian Nafi

Eh tapi tahu nggak ya, kalau itu adalah penampakan terakhir dari kawasan masjid Agung Demak yang itu?   Hah??!! Kenapa memangnya? Masjidnya nggak ada lagi? Dibongkar gitu? Why oh why?! Enggak laaah….Masjid Agung Demaknya tentulah masih ada, kan termasuk artefak bersejarah yang sangat berharga. Jadi harus dikonservasi dan preservasi. Tapi  kawasannya diperindah, diperbarui. Pelataran yang tadinya berupa hot mix dan paving block abu-abu diganti dengan keramik dan granit. Konsepnya jadi meniru pelataran di masjidil Haram  Mekkah dan masjid Nabawi Madinah.

masjid agung demak

Alun-alun yang dulu sering kotor, jorok dan semrawut dengan para pedagang kaki lima dan pedagang tiban, kini lebih rapi, cantik dengan tetanaman dan penataan yang memanjakan pedestrian alias pejalan kaki. Yang utamanya adalah para peziarah dan pengunjung masjid Agung Demak.

alun alun masjid agung demak

pedestrian masjid agung demak

Pujasera alias pusat jajanan serba adanya juga direnovasi sehingga lebih nyaman dan representative. Sekarang  di kawasan pujasera tersedia payung-payung hijau yang meneduhi meja dan kursi-kursi makan seperti di kafe-kafe 😀

tempat makan sekitar masjid agung demak

Kios-kios souvenir pun ditata lebih rapi demi kenyamanan para wisatawan.  Sehingga tidak ada lagi kesan kumuh dan semrawut.

souvenir dekat masjid agung demak

Penasaran kan?  Yuk, datang lagi  ke Masjid Agung Demak. Apalagi tanggal 29 Maret ini akan diselenggarakan Haul Sultan Fatah Demak.

haul sultan fattah

PESAN TIKET PENERBANGAN MURAH KE SEMARANG

Raden Fatah Sayyidin Panatagama,  raja pertama di kerajaan Demak  yang  bernama asli Hasan atau  Jinbun (nama  cina-nya) ini adalah putra dari Raja Majapahit Prabu Brawijaya V dengan Siti (Sayyidati) Murtasimah (Putri Campa)

Maka tak heran jika kita bisa menemukan delapan soko/tiang dari kerajaan Majapahit yang menjadi penyangga teras masjid Agung Demak ini.

tiang masjid agung demak

Pun dapat kita temukan piring-piring khas Cina dan Tiongkok peninggalan Putri Campa di  dinding-dinding masjid.

piring putri campa

Masjid yang didirikan Wali Songo ini penyangga utamanya berupa empat soko  guru peninggalan Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan soko tatal yang terkenal peninggalan Sunan Kalijogo.

 

soko guru masjid agung demak

Kenapa soko buatan Sunan Kalijogo disebut tatal dan bagaimanakah bentuk aslinya? Kita bisa melihatnya langsung di Museum Masjid Agung Demak.

museum masjid agung demak

Buat yang sama sekali belum ke sini, duh sayang banget. Karena bahkan banyak turis manca Negara yang sudah datang berkunjung untuk mencerap spiritualisme  dan menapaktilasi sejarah kerajaan Islam yang pertama di Jawa ini.

Don’t miss it! Akhir bulan ini, tepatnya 29 Maret  2015  akan ada Haul Agung Sultan Fatah Demak, yang rangkaian acaranya berlangsung selama sepekan.

haul sultan fattah

(Visited 1,380 times, 1 visits today)


About

penikmat hujan, pecinta purnama.


'Napak Tilas Kerajaan Islam Pertama Dekat Semarang' have 20 comments

  1. March 6, 2015 @ 11:21 am Hidayah Sulistyowati

    Aku nggak bisa ngitung berapa kali shalat di sini , mbak. Sekarang makin bagus donk kalo pelataran diganti keramik. Etapi pengunjungnya kadang jorok ya, buang sampah sembarangan. Ini kan masjid ya. Harus ada woro-woro nih mbak, agar gak seenak buang sampah 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 1:40 pm dian

      bener banget, mbak. tong sampahnya memang harus lebih banyak lagi di banyak sudut dan spot 🙂

      Reply

  2. March 6, 2015 @ 11:36 am Sriyono Suke

    Fotone kok cilik cilik, eniwei di depan masjid apa masih ada pengemis dalam jumlah yang wow banget itu yang sangat memalukan untuk tempat yang menjadi sebuah landmark yang dibanggakan kah?

    Reply

    • March 6, 2015 @ 1:42 pm dian

      wah, iya ya? harusnya tadi ukuran fotonya kubiarkan besar aja ya dan tidak kuperkecil.
      tentang pengemis itu, sekarang ada satpol PP yang rajin mengejar mereka agar tidak nangkring di sekitaran masjid. hanya saja entah akan kuat berapa lama. siapa yang lebih kuat? pengemisnya atau satpol PP-nya? 😀

      Reply

  3. March 6, 2015 @ 11:49 am Dwi Pramono

    Alhamdulillah kemarin (05/03) sholat Ashar di sini. Buat orang Demak mungkin biasa, buat “turis” macam saya, sholat di masjid kuno seperti ini “sesuatu” banget… 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 1:44 pm dian

      wah, kok nggak mampir? he3.
      trims ya sudah berbagi pengalaman spiritualnya :))

      Reply

  4. March 6, 2015 @ 4:39 pm Inung Djuwari

    beberapa kali lewat tok….wahhh tgl 29 pas ada acara mbak….
    Kapan2 kopdar kita di rumah mbak Dian aja kali ya….sekalian wisata religi 🙂

    Reply

    • March 6, 2015 @ 10:05 pm Dian Nafi

      asyiiik…ide bagus nih..yuk kopdar di tempatku sekalian wisata religi 🙂

      Reply

  5. March 6, 2015 @ 9:02 pm Dewi 'Dedew' Rieka

    aku belum pernah ke demak lho mba dian..terlaluuu…

    Reply

    • March 6, 2015 @ 10:07 pm Dian Nafi

      wuoh, beneran belum pernah ya? kan dekat….ayo yuk ke sini 🙂

      Reply

  6. March 7, 2015 @ 10:53 am Iyan Ferdian

    Pernah ke sini cuman sekali, padahal deket 😀

    Reply

  7. March 7, 2015 @ 7:21 pm Johanis Adityawan

    kesini jaman masih kecil belom mudeng… jadi pengen mampir lagi

    Reply

    • March 13, 2015 @ 10:01 am Dian Nafi

      Silakan, monggo. Pasti akan ada sensasi tersendiri seiring bertambahnya usia 🙂

      Reply

  8. March 18, 2015 @ 3:50 pm wongkamfung

    Pernah sih ke masjid ini. 😉

    Salam persahablogan,
    @adiwkf

    Reply

    • March 20, 2015 @ 8:57 am Dian Nafi

      Ah iya. Ayo ke Demak lagi, mas Adi 🙂

      Reply

  9. July 13, 2015 @ 9:34 am slamet riyadi

    biasanya kalau ke demak cuma lewat saja. yang sudah malah ke masjid kudus.
    nah kemarin sabtu kebetulan mampir sholat dhuhur di Masjid Agung Demak dan berkunjung ke museumnya..
    kisah sejarah yang wow…

    Reply

    • July 24, 2015 @ 2:29 pm Dian Nafi

      terima kasih sudah berkunjung ke Masjid Agung Demak dan museumnya. Semoga kisah sejarahnya bisa digepoktularkan ke teman-teman yang lain supaya tertarik berkunjung juga 😀

      Reply

  10. August 25, 2015 @ 11:29 am amee

    Pengen kesitu…ada info tempat makan daerah situ yg murah enak gak di deket masjid?

    Reply

    • September 30, 2015 @ 7:51 pm dian

      sebelah utaranya masjid, ada yang jual bakso dan soto di taman parkir masjid agung.

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool