Nasi Megono

Nasi Megono: Kuliner Khas Pantura

Vote Us

Selain terkenal dengan batik dan kebudayaannya, Kota Pekalongan juga memiliki kuliner yang unik dan khas. Seperti yang kita ketahui, nasi yang telah menjadi makanan pokok di Indonesia telah dikreasikan menjadi kuliner yang unik. Tidak hanya di Kota Pekalongan, di berbagai daerah di Indonesia telah mengkreasikan nasi menjadi makanan yang unik dan khas. Seperti nasi kuning, nasi gudeg, nasi pecel, nasi goreng, nasi nasi urap. Namun, ketika berada di Kota Pekalongan sebaiknya jangan lewatkan salah satu kuliner kreasi dari nasi. Sajian kreasi nasi yang unik itu dikenal dengan nama Nasi Megono (Sego Megono).

Warung Nasi Megono

Sebetulnya Nasi Megono tidak hanya di Kota Pekalongan, namun juga daerah pantura Jawa Tengah bagian barat. Meliputi daerah Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Keempat wilayah tersebut bisa ditempuh dengan waktu perjalanan sekitar 1.5 jam hingga 3 jam perjalanan dari Kota Semarang. Bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum (bus dan kereta).

Nasi Megono berasal dari kata mergo yang berarti sebab dan ono yang berarti ada. Nasi ini terdiri atas nasi yang yang diatasnya diberi olahan nangka muda (megono). Menurut cerita, Nasi Megono lahir dari kondisi yang saat itu terbatas. Konon, Nasi Megono menjadi bekal atau ransum bagi prajurit Mataram yang sedang melakukan perjalanan jauh. Mereka harus membuat makanan dari bahan yang mudah didapat selama perjalanan, namun tetap memperhatikan kebutuhan energi dan selera makan prajurit. Megono dibuat kering, tidak berkuah agar bisa lebih tahan lama saat perjalanan. Seiring berjalannya waktu, Nasi Megono mengalami penyesuaian menurut selera masyarakat.

tiket mudik murah

Cara pembuatan Nasi Megono juga terhitung sederhana. Pertama memasak nasi seperti biasanya. Megono dibuat dengan cara mencacah nangka muda menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian cacahan nangka muda dan parutan kelapa muda dikukus bersama dengan bumbu dapur yang sudah dihaluskan terlebih dahulu. Bumbu dapur terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai merah, ketumbar, merica, kemiri, dan lengkuas. Selain itu, ditambahkan daun salam, serai, dan bunga kecombrang.

Nasi Megono

Setelah matang, nangka muda, parutan kelapa, dan bumbunya dicampur menjadi satu dan merata kemudian disajikan diatas nasi. Dulu Nasi Megono disajikan diatas daun jati. Tentu saja hal tersebut menambah cita rasa. Namun seiring berjalannya waktu, penjual mengganti daun jati dengan daun pisang sebagai alas daut jati. Hal itu dikarenakan sulitnya mencari daun jati. Namun, masih terdapat beberapa penjual yang menggunakan daun jati masih ada beberapa orang saja.

Belum lengkap ketika makan Nasi Megono tanpa dicampur dengan lauk pauk. Warung-warung ini juga menyediakan berbagai aneka lauk. Seperti telor balado, mendoan, aneka sate, dan udang tepung. Penjual juga menyediakan sambal untuk mereka yang suka pedas.

Nasi Megono telah menjadi makanan pokok bagi masyarakat. Bisa dimakan pada waktu pagi, siang dan malam hari. Penjualnya pun bisa ditemui di berbagai sudut kota kota Pekalongan. Baik dalam wujud rumah makan, maupun warung lesehan kaki lima. Selain Kota Pekalongan, Kabupaten Batang juga terdapat beberapa warung lesehan. Seperti di Warung Nasi Megono Pak Mungkin.

Nasi Megono

Warung Nasi Megono terletak di Alun-Alun Kabupaten Batang. Buka mulai sore pukul 17:00 hingga malam hari. Warung ini berupa warung lesehan yang lokasinya disediakan oleh pemerintah kabupaten untuk para pedagang kaki lima. Selain menyediakan Nasi Megono, Warung Pak Nyaman juga menyediakan sambal, aneka sate, gorengan, udang tepung, dan peyek. Di warungnya, Pak Mungkin juga menjual beberapa makanan lainnya. Seperti ayam srundeng, soto, dan aneka pepes. Dalam berjualan, Pak Mungkin dibantu oleh beberapa pelayannya. Pelayannya melayani pembeli dengan ramah. Pembeli bisa menikmati makanan yang disajikan sambil ditemani keramaian kota.

Saatnya jalan-jalan hemat! Ambil promo menarik: Tiket pesawat Jakarta SemarangHotel di Semarang dan Tour murah Indonesia. Mau?

Dengan segala kesederhanaannya maka bisa dikatakan kuliner Nasi Megono sangatlah merakyat. Dengan harga yang sangat terjangkau dan tempat yang mudah ditemukan. Keunikan dan kekhasan yang ditawarkan dari sebuah cita rasa sebuah makanan. Belum lagi banyaknya pilihan lauk pauk sebagai  pelengkap menjadikan kuliner ini mudah untuk menyesuaikan dengan makanan lain sesuai dengan pilihan penikmatnya. Maka tidak salah jika kuliner Nasi Megono telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di pantai utara Jawa Tengah bagian barat.

(Visited 25 times, 2 visits today)


About

Traveller, Travel Blogger


'Nasi Megono: Kuliner Khas Pantura' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool