Ngafe sambil Baca Buku

Ngafe Sambil Baca Buku di Library Cafe John Dijkstra

Ezytravelers, suka baca buku? Buku apa yang biasanya kalian baca? Fiksi atau non fiksi? Kayaknya enak ya, baca buku sambil menyepi di satu kafe gitu. Eh, sekarang ada loh kafe yang juga berfungsi sebagai perpustakaan. Di sana kita bisa ngafe sambil baca buku sepuasnya. Dimana? Di Library Cafe John Dijkstra. Lokasinya berada di kawasan kota lama Semarang. Tepatnya di Jalan Taman Srigunting No. 10 dan bersebelahan dengan gedung Spiegel. Pasti kalian tahu dong tempatnya.

Meski baru resmi dibuka Bulan Desember tahun lalu, kafe yang memadukan konsep antara perpustakaan dan kafe ini sudah menarik perhatian banyak orang. Beberapa komunitas bahkan sering menggunakan Library Cafe sebagai tempat untuk berdiskusi atau sekedar kumpul-kumpul.

Menempati lantai dua sebuah gedung kuno bekas rumah pelayanan sosial, Library Cafe John Dijkstra ini dirancang untuk menarik minat baca pengunjungnya. Kalian bisa naik ke lantai dua melalui sebuah tangga kecil melingkar yang berada di depan bangunan. Diperkirakan ada lebih dari 500 judul buku berbagai jenis dan genre yang disediakan di kafe ini. Dan semua buku yang ada di kafe ini boleh kalian baca sepuasnya. Gratis.

Ngafe sambil baca buku

Namanya juga Library Cafe, selain bisa baca-baca buku kalian juga bisa memesan makanan dan minuman. Menu makanan dan minuman yang disediakan juga cukup banyak dan variatif, kok. Kalau tidak begitu lapar, kalian bisa memesan makanan ringan atau kudapan seperti lunpia, tahu bakso, roti bakar atau pisang karamel dan minuman saja. Tapi kalau lapar, Library Cafe ini juga menyediakan menu makanan berat seperti spageti bolognese, macaroni bolognese,hingga sosis bratwust bakar. Sedangkan bagi kalian yang tengah diet bisa pesan salad buah. Harga makanan dan minuman berkisar antara 12ribu hingga 18ribu saja. Murah, bukan? Kebetulan kemarin saya memilih untuk pesan lunpia dan ice caramel machiato, sedangkan dua teman saya memesan spageti bolognese, macaroni bolognese dan ice chocolate mint. Rasanya? Nggak kalah dengan kafe lain yang makanannya berharga mahal.

Ngafe sambil Baca Buku

Eh iya, kalian juga bisa menikmati menu spesial dari Library Cafe ini, loh. Apa coba? Yang spesial adalah kopi Dijkstra, yaitu perpaduan antara kopi dan rempah-rempah. Kebayang kan rasanya? Pastinya badan jadi hangat setelah minum kopi Dijkstra ini. Waah, berada di Library Cafe pasti kenyang perut sekaligus kenyang otak deh.

Library Cafe ini terbuka untuk umum dan tak sekedar mengejar untung semata. Pantesan, harga makanan dan minuman di Library Cafe ini sangat terjangkau, terutama buat pelajar dan mahasiswa yang berkantong cekak. Kalian yang ingin datang untuk sekedar  membaca pun dipersilahkan.

Fasilitas yang disediakan di Library Cafe selain buku adalah wifi. Kalian pasti makin betah berlama-lama di sini, deh. Selain bisa membaca buku, kalian juga bisa mengakses internet dengan gratis. Bukankah ini yang paling kalian cari kalau sedang ngafe?

Ngafe sambil Baca Buku

Pertama kali saya berkunjung ke Library Cafe, suasana saat itu cukup sepi. Hanya ada saya sendiri di kafe ini, sedangkan pengunjung lainnya memilih duduk-duduk di teras. Diiringi alunan musik instrumen yang lembut, hingga saya seolah terhanyut ke suasana puluhan tahun silam. Hampir-hampir saya lupa makan lunpia pesanan saya, deh.

Desain interior ruangan Library Cafe cukup menarik karena menggunakan perabotan berbahan kayu jati. Bahkan perabotan yang dipakai para pengunjung kafe ini dijual, loh. Beberapa lukisan yang dipajang di dinding kafe pun dijual. Beberapa meja yng diletakkan di beberapa sudut dan di pinggir. Sedangkan di bagian tengah, disediakan tempat untuk lesehan. Jadi kalian bisa memilih mau duduk di lantai atau duduk di kursi. Suka-suka kalian, deh.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel di Semarang, Wisata Semarang, dan tiket pesawat ke Semarang

Sekilas tentang John Dijkstra

Awalnya saya sempat bertanya-tanya, sebenarnya siapakah John Dijkstra? Mengapa namanya disematkan di belakang Library Cafe? Ternyata John Dijkstra adalah pemilik rumah pelayanan sosial yang kini dijadikan sebagai Library Cafe. Pada tahun 1960-1970 an, rumah pelayanan sosial cukup aktif. John Dijsktra adalah seorang romo asal Belanda yang awalnya akan ditugaskan sebagai mandor  di pabrik gula Jawa Tengah. Karena tak mau menjadi mandor, John Dijkstra mengabdikan dirinya untuk melakukan pelayanan terhadap gereja dan kebudayaan. Meski begitu, gedung ini boleh dipergunakan oleh siapa saja tanpa memandang suku, ras dan agama.

Wah, ternyata menarik juga ya kisah dibalik berdirinya Library Cafe John Dijkstra. Jadi, kapan kalian ngafe sambil baca buku?

 

Ngafe Sambil Baca Buku di Library Cafe John Dijkstra
4.6 (91.43%) 7 votes
(Visited 401 times, 3 visits today)


About

Blogger yang pengen jadi "traveller". Suka baca, musik dan kopi.


'Ngafe Sambil Baca Buku di Library Cafe John Dijkstra' have 8 comments

  1. February 23, 2017 @ 9:35 am Vita Pusvitasari

    Wah unik juga cafenya dengan cemilan yang enak bisa baca buka wah asyik banget ya, kapan-kapan ngajak suamiku kesini ah

    Reply

    • February 28, 2017 @ 8:42 am Ika Puspitasari

      Iya mbak Vit…asik, sepi dan tempatnya bernuansa klasik..hehe
      Makanannya juga enak dan murah kok

      Reply

  2. February 23, 2017 @ 11:05 am Mara Solehah

    Syang g ada nasi goreng atau mkanan berat lain, pdhl aku kesana pas lapar bgt huhuhu

    Reply

    • February 28, 2017 @ 8:43 am Ika Puspitasari

      Eh itu pasta sama spageti apa bukan makanan berat? hehe
      kemarin Diko sama Koko pesen itu, enak kok. Murah lagi 😀
      Ayok kesana lagi

      Reply

  3. February 23, 2017 @ 11:34 am Rahmi

    Asik banget tempatnya. Sambil ngeblog juga enak ya, suasananya tenang kaya di perpus. Kalo ada yg berisik ntar dilempar pulpen sama Nicholas Saputra

    Reply

    • February 28, 2017 @ 8:45 am Ika Puspitasari

      Asik banget mbak Rahmi…pertama kali kesana aku sendirian, suasananya sepi dan ada alunan musik yang syahdu banget, hehe
      malah jadi nulis fiksi 😀

      Reply

  4. February 25, 2017 @ 11:08 am indri

    kawasan kota lama ya mb, deket dengan rumah ibukku. sebelum ini setauku kafe yang ada buku-buku/majalah ada di Kedai Amarta. wajib di coba nih kalo pulang kampung

    Reply

    • February 28, 2017 @ 8:46 am Ika Puspitasari

      Iya mbak Indri…, sekarang ada Library Cafe ini di belakang Spiegel.
      Harus mampir kalo pas ke Semarang, mbak 🙂

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool