Sate Kambing dan Tongseng Semarang

Nikmatnya Sate Kambing dan Tongseng Pak Amat

Nikmatnya Sate Kambing dan Tongseng Pak Amat
5 (100%) 1 vote

Tiga hari lalu saya dan tiga orang kawan memutuskan makan siang di Sate Kambing dan Tongseng Pak Amat. Ini bukanlah kunjungan pertama saya ke warung yang terkenal dengan olahan daging kambing Semarang. Seingat saya, sudah lebih dari sepuluh kali saya berkunjung ke sini.

Menurut kabar yang saya dengar, Sate dan Tongseng Pak Amat pertama kali dirintis oleh Pak Ahmad Sahid pada tahun 1937. Sejak tahun 1966 hingga sekarang, warung sate Pak Amat di wariskan ke putranya yang bernama Ahmad Djiono. Pada tahun 80-an warung ini pindah ke tempat permanen di Jl Thamrin No 23, Semarang.

Salah satu ciri khas sate di warung Pak Amat adalah dagingnya yang empuk. Berbeda dengan beberapa warung sate lain di Semarang yang dagingnya kadang terasa alot atau keras. Daging kambing di warung ini sengaja dipilih dari kambing yang masih muda dan diiris dengan keahlian tertentu sehingga ukuran dan bentuk hampir sama.

Kami berempat tiba di warung Pak Amat pukul 14:05 WIB. Tidak seperti biasanya yang selalu ramai, kali ini hanya dikunjungi tak lebih dari sepuluh orang termasuk kami berempat. Warung Pak Amat bisa menampung sekitar dua puluhan pengunjung. Kami berempat memesan dua porsi sate kambing dan dua porsi tongseng yang menjadi menu andalan. Kurang lebih 10 menit menunggu, akhirnya menu yang dipesan datang juga

Sate Kambing

Sate Kambing Pak Amat dagingnya empuk

Sate yang sudah matang ditaruh di atas piring. Disela-sela piring terdapat irisan tomat dan daun selada sebagai pelengkap. Sementara irisan bawang merah disajikan secara terpisah dipiring kecil. Irisan daging yang pas dan bau harum membuat selera makan saya langsung memuncak. Begitu menggigitnya terasa sekali daging yang empuk dan rasa yang nikmat. Mantaabbb…!!!

Setelah sate kambing, saya mencoba tongseng. Irisan daging pada tongseng mempunyai ketebalan dan ukuran yang pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Hasilnya tingkat kematangan daging merata hingga kebagian yang dalam.

Tongseng Kambing

Tongseng Pak Amat, enak dan tidak bau prengus

Salah satu yang saya suka dari tongseng di warung ini adalah, aroma dan bau prengus daging kambing tidak terlalu kuat, sangat cocok dengan selera saya. Tingkat kekentalan kuah, rasa, aroma dan irisan kentang benar-benar menggoda. Taburan merica bubuk yang saya tambahkan pada tongseng makin menambah keragaman rasa.

Tongseng Lidah

Tongseng lidah, salah satu varian menu di warung Pak Amat

Satu porsi sate kambing dan tongseng di banderol dengan harga sama, yaitu Rp 45.000,-. Sedikit lebih mahal jika dibandingkan warung lainnya, tapi dijamin tidak akan mengecewakan. Dalam sehari tak kurang dari 20 kg daging kambing habis disantap para langganan yang datang, baik itu dari warga Semarang maupun dari luar kota yang sedang di Semarang. Bahkan beberapa artis dan pejabat juga sering mampir ke warung ini.

Jika Anda penasaran ingin mencoba, silakan datang ke warung Pak Amat antara pukul 11:00 – 22:00 WIB selain hari Kamis Legi dan Jumat Kliwon. Pada hari itu warung Pak Amat biasanya tutup karena ada pengajian rutin.

Selamat menikmati…

(Visited 7,257 times, 1 visits today)



'Nikmatnya Sate Kambing dan Tongseng Pak Amat' have 3 comments

  1. April 12, 2015 @ 11:25 am saiful bahri

    Saya tertarik dengan artikelnya, mas. Sekaligus menggugah saya untuk mengajukan lamaran apakah saya bisa menjadi kontributor Hello Semarang. Latar belakang saya wartawan, jadi tulis menulis sudah menjadi pekerjaan saya.

    Reply

  2. April 14, 2015 @ 11:27 am Rahmi Aziza

    Udah makan sate lanjut tongseng, mantep tenan yo mas 😀 Jadi pengen nyobain, selama ini kalo beli sate kambing seringnya alot dagingnya

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool