Masjid Kyai Sholeh Darat

Numpang Shalat di Masjid Peninggalan Ulama Besar, Kyai Sholeh Darat di Semarang

Numpang Shalat di Masjid Peninggalan Ulama Besar, Kyai Sholeh Darat di Semarang
5 (100%) 1 vote

Dua minggu lalu sepupu yang tinggal di Bekasi, mengirimkan pesan singkat via ponsel, bakal berkunjung ke Semarang. Di antara kesibukan keperluan dinas, dia ingin mengunjungi masjid-masjid tua yang memiliki nilai historis di kota ini. Sepupu saya ini sudah pernah menumpang shalat di masjid Pekojan dan masjid Menara. Kali ini sepupu minta diantar ke masjid Kyai Sholeh Darat, yang dibangun pada abad 18.

Saya perlu cerita sedikit tentang Kyai Sholeh Darat ini. Beliau adalah ulama besar pada jamannya. Terkenal cerdik karena bisa menipu Belanda dengan menerjemahkan Al Quran dalam bahasa Jawa. Saat itu pihak Belanda melarang para ulama menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Melayu. Kyai Sholeh belajar ilmu agama di tanah suci, bersama Syekh Ahmad Khatib. Seorang ulama yang berasal dari Minangkabau. Begitu pulang ke tanah air, Kyai Sholeh mengamalkan ilmunya dengan menjadi guru di pesantren mertuanya. Dan akhirnya beliau mendirikan mushola di kampung Darat. Dalam perjalanan waktu, mushola itu berubah menjadi masjid dan diberi nama sesuai pendirinya. Yaitu Masjid Kyai Sholeh Darat.

Sebenarnya saya enggan diajak mampir ke masjid ini. Penyebabnya adalah dalam ingatan saya, masjid tersebut terlihat jelek dan tak terurus. Entah kapan terakhir saya numpang shalat di sana dan melihat bangunannya yang mengenaskan. Namun sepupu saya ngotot ingin ditemani shalat di masjid tersebut.

Sore itu saya menjemput sepupu yang menginap di hotel jalan Pemuda. Tempat menginap yang sudah menjadi langganannya bila ada urusan dinas di kota Semarang. Dari jalan pemuda, saya memilih naik taxi agar lebih mudah mengakses jalan Kakap Darat Tirto 212 Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara.

Masjid Kyai Sholeh Darat

Fasad bangunan dilihat dari jalan Kakap

Ternyata saya dibuat takjub saat akhirnya menuruti keinginan sepupu mampir ke masjid Kyai Sholeh Darat. Masjid telah direnovasi dan jauh lebih indah dipandang mata. Kami pun segera melaksanakan shalat sunah di sana. Bangunan sudah diperbaiki namun tak merubah keasliannya. Saat ini dinding keramik warna hitam mendominasi keseluruhan fasad bangunan. Bersanding dengan kusen dan daun jendela yang terbuat dari kayu dengan finishing melamin.

Masjid Kyai Sholeh Darat

Serambi depan

Ruangan shalat bagian dalam tetap sederhana dan tak berubah banyak. Bentuk atap limasan yang menyerupai atap Masjid Agung Demak tetap dipertahankan. Hanya lantai masjid yang ditinggikan untuk mengantisipasi banjir rob. Sehingga fasad bangunan menjadi tampak rendah bila dilihat dari jalan raya.

Masjid Kyai Sholeh Darat

Ruang shalat yang tak seberapa luas

Peninggalan Kyai Sholeh Darat memang hanya berujud fisik bangungan. Namun ada amalan yang akan terus mengalir dengan penggunaan bangunan itu untuk tempat ibadah. Seperti juga peninggalan lain yaitu berupa tulisan tangan terjemahan Al quran dalam bahasa Jawa. Kitab terjemahan ini sekarang disimpan di ruangan museum di lantai 2 masjid Agung Jawa Tengah.

(Visited 776 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Numpang Shalat di Masjid Peninggalan Ulama Besar, Kyai Sholeh Darat di Semarang' have 6 comments

  1. April 25, 2015 @ 6:14 am Inung Djuwari

    Ademmm bangettt suasananya

    Reply

    • April 25, 2015 @ 10:10 pm Hidayah Sulistyowati

      Iya adem, padahal terletak di dekat laut dan daerah rob pula. Tapi kemarin pas ke masjid ini gak ada genangan rob, jalannya udah ditinggikan, udah bagus 😀

      Reply

  2. April 25, 2015 @ 10:28 am ophi ziadah

    Waah kayaknya klo lain kali ke Sematang

    Reply

    • April 25, 2015 @ 10:11 pm Hidayah Sulistyowati

      Ayo mbak Ophi, datang ke masjid ini. Shalat juga yak, nikmati deh suasana masjid peninggalan kyai Sholeh Darat 😀

      Reply

  3. April 25, 2015 @ 10:29 am ophi ziadah

    Wah kayaknya klo lain kali ke semarang..bisa colek2 mah hidayah juga niih.
    Kayaknya referensi obyek wisatanya kap lengkap deh

    Reply

  4. April 26, 2015 @ 8:14 am ima

    wah saya sering ke semarang, bisa jadi wisata ibadah ya mak.. TFS *_*

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool