Pasar Kriya Lopait

Pasar Kriya Lopait di Tuntang Semarang

Pasar Kriya Lopait di Tuntang Semarang
5 (100%) 1 vote

Sobat Ezytravelers,

Setelah dioperasikannya jalan tol Semarang-Ungaran dan Semarang-Bawen, wisata di Semarang semakin mudah dan bervariasi. Kali ini sobat traveler akan kami ajak mengunjungi beberapa objek wisata di Kabupaten Semarang yang merupakan daerah penyangga Kota Semarang.

Pagi-pagi setelah menikmati wisata kuliner di Semarang, kita meluncur ke Cimory untuk sejenak menikmati kudapan dan aneka produk olahan dari susu sapi. Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, Benteng Pendem peninggalan jaman penjajahan Belanda, dan Rawa Pening. Masing-masing objek wisata tersebut memiliki daya tarik tersendiri yang khas. Kini saatnya sobat traveler menuju Pasar Kriya Lopait, di Desa Tuntang yang masih cukup dekat lokasinya dengan objek-objek wisata yang disebutkan terdahulu, untuk membeli oleh-oleh aneka jajanan khas dan berbagai produk kerajinan rakyat.

Pasar Kriya Lopait terletak di jalan Raya Semarang-Solo, sekitar 10 kilometer dari Ambarawa atau 10 menit dari pintu keluar tol Semarang-Bawen ke arah Solo. Sebenarnya Pemkab Semarang dan Pemprov Jateng sudah menyediakan Pasar Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK), namun karena dipandang kurang mampu menampung semua kios dan kurang gencar promosinya, maka para pedagang aneka kerajinan tersebut tetap berjualan di sepanjang tepi jalan raya tersebut.  Dulu, lokasi ini dikenal sebagai tempat berjualan aneka buah yang dihasilkan dari daerah sekitar seperti klengkeng, rambutan, dan durian. Namun sejak tahun 1998 banyak pedagang yang beralih untuk berjualan aneka produk kerajinan seiring meningkatnya produksi dan permintaan barang-barang kerajinan khas Jawa Tengah.

Pasar Kriya Lopait

Aneka produk yang dijual di Pasar Kriya Lopait sebagian besar merupakan industri daerah sekitar. Misalnya kerajinan berbahan enceng gondok yang memanfaatkan gulma di Rawa Pening menjadi aneka kerajinan seperti mebel, pernak-pernik interior, tas dompet, dan lain-lain kerajinan bernilai komersil dan layak ekspor. Yang cukup mencolok adalah deretan wajan, panci, cetakan kue, dan kelengkapan dapur  lainnya yang dipasok oleh sentra industri logam binaan Dinperindag Prov. Jateng.

Warna-warni segar dan semarak ditampilkan oleh kios-kios yang menjual bunga hias imitasi. Aneka bunga tiruan yang tidak kalah kualitasnya dengan yang dijual di toko besar tersedia di sini. Batang-batang kopi yang dikeringkan (dari perkebunan kopi Banaran yang berdekatan dengan Pasar Kriya) juga sangat cocok untuk memberi ornamen natural di rumah. Tentu saja tidak boleh lupa disebutkan, aneka kerajinan dari lidi (batang kelapa), bambu (termasuk akar bambu yang dibuat kentongan dan aneka patung), rotan serta tempat bunga dan alat musik, miniatur kendaraan, dll. dari bahan kayu.

Melihat potensi pasar yang menggairahkan, para pengrajin batu andesit dan gerabah dari daeerah sekitar juga ikut memasok dan menambah variasi dagangan di sana. Ada cobek (uleg-uleg, Jw), lumpang, alu, patung, air mancur yang kebanyakan dipasok dari Muntilan. Juga banyak kerajinan gerabah (tanah liat yang dibakar) dengan aneka bentuk dan kreasi. Kalau sobat traveler belum sempat beli oleh-oleh jajanan khas, di Pasar Kriya juga banyak pedagang menyediakan makanan khas Salatiga (enting gepuk, intip goreng, kripik paru, welut goreng, dsb).

Pasar Kriya Lopait

Mungkin banyak obyek wisata lain yang menyediakan produk serupa, namun di Pasar Kriya cukup satu lokasi untuk mendapatkan aneka kebutuhan. Karena lokasinya yang sangat strategis di jalur utama Semarang-Solo yang sangat ramai, para pedagang di Pasar Kriya kebanyakan buka 24 jam. Untuk anda para traveler, lebih dari 100 pedagang Pasar Kriya siap melayani kunjungan wisatawan yang membutuhkan aneka kerajinan dan jajajan khas dengan harga kompetitif.

Monggo mampir…

(Visited 2,980 times, 4 visits today)



'Pasar Kriya Lopait di Tuntang Semarang' have 17 comments

  1. April 10, 2015 @ 12:17 pm Soviana

    Sering lewat tapi baru ngeh kalo namanya Pasar Kriya hahahaha

    Reply

    • April 10, 2015 @ 4:34 pm Inung Djuwari

      idem dek sov….ternyata namanya Pasar Kriya Lopait…. tak kirain ya cuman pedagang pinggir jalan gitu aja… 😀

      Reply

    • April 12, 2015 @ 6:12 pm Dwi Pramono

      Lain kali lewat dan mampir, Sovi dan mbak Inung.. kalau punya referensi harga dan pinter nawar bisa dapat barang bagus dan lebih murah lho.. (tapi belum ngitung transport PP-nya) 🙂

      Reply

      • April 13, 2015 @ 8:43 am slamet riyadi

        aku pernah beli bunga ndog ndogan beserta vas bunganya… iya harus pinter nawar

        Reply

  2. April 13, 2015 @ 5:58 am Hidayah Sulistyowati

    Aku kalo ke Boyolali atau Salatiga, pulangnya kadang mampir di sini. Pernah beli wajan kecil, juga tudung saji. Harus pinter nawar, paling enggak separo dari harga barang yg ditawarkan.

    Reply

    • April 13, 2015 @ 6:13 pm Dwi Pramono

      Wuih.. nggak tega kalau sampai separo harga.. Kapan kalau mau belanja mesti ngajak mbak Wati, nih 🙂

      Reply

  3. April 13, 2015 @ 4:45 pm Dewi 'Dedew' Rieka

    mobil-mobilannya menggodaaa…*tutup mata Alde

    Reply

    • April 13, 2015 @ 6:05 pm Dwi Pramono

      Alde umur berapa, Mak Dew? Hati-hati dengan paku atau sudut lancip kayu kalau main mobil-mobilan yang macam itu.

      Reply

  4. April 28, 2015 @ 1:28 pm Desty Rosalia Ekaningtyas

    Sering Lewat Kalau Pulang Ke Salatiga Tapi Baru Tau Kalau Namanya Pasar Kriya lopait.. padahal Kalau Lewat Ingin Banget Mampir Pingin Beli Hiasan Buanga,,,

    Reply

    • April 29, 2015 @ 5:55 am Dwi Pramono

      Nah, kalau begitu saat lewat sana lagi sempatkan mampir… Terimakasih komennya, @desty

      Reply

  5. June 26, 2015 @ 4:54 pm Desty Rosalia Ekaningtyas

    Biasanya untuk hiasan bunga harganya kisaran berapa pak..

    Reply

    • June 26, 2015 @ 5:00 pm Dwi Pramono

      Wah, variasinya banyak sekali tentu juga kisaran harganya, mbak Desty. Setahun yang lalu beli yang model daun-daunan, kalau ngecer @ Rp 5000-an, tapi karena beli agak banyak bisa ditawar lumayan.

      Reply

  6. July 16, 2015 @ 3:29 am ronaldo

    numpang tanya pak klw hotel2 melati deket pasar ada ngakk?or penginapan yg deket2 sm dusun salakan.thx before

    Reply

    • July 21, 2015 @ 3:06 pm Dwi Pramono

      Bro Ronaldo, saya belum sempat survei ke lokasi tapi hanya melintas. Sepanjang jalur Pasar Kriya (tepi jalan) saya tidak menemukan papan nama penginapan. Mungkin yang paling dekat di daerah Rawa Pening atau di kompleks Kampoeng Kopi Banaran (kelas resort tarif > Rp 300 rb/malam)

      Reply

  7. January 24, 2016 @ 12:24 pm Juny

    Bisa beli via online tak ya kira” ..

    Reply

  8. October 20, 2016 @ 9:20 pm Nurbaeti

    Minta alamat lengkap nya sama no hp yg bisa dihungi saya mau belanja pas bunga ini no saya 081906179279 mohon bantuan nya terimakasih

    Reply

  9. November 14, 2016 @ 3:37 pm Feri

    saya baru saja beli wajan dstu
    harga bs ditawar jd nyaman klo beli bs nawar

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool