warung pecel

Pecel Bu Sumo, Kuliner Lama Semarang yang Tetap Bertahan

Pecel Bu Sumo, Kuliner Lama Semarang yang Tetap Bertahan
3.5 (70%) 2 votes

Semarang secara tidak langsung sudah berkembang menjadi kota MICE dimana orang yang pergi ke semarang bukan hanya sekedar liburan ke semarang namun juga melakukan aktivitas bisnis, tentu saja aktifitas kuliner menjadi menu wajib ketika berkunjung ke semarang, salah satu tempat kuliner yang mudah ditemukan adalah Pecel Bu Sumo yang menjadi salah satu warung pecel favorit di Semarang. Salah satu warung yang selalu ramai dikunjungi adalah di Jalan Kyai Saleh yang dijalankan oleh anak kedua Bu Sumo yaitu Bu Tugiyah (55). Tempatnya cukup sederhana, namun rasa bumbu pecelnya yang pas di lidah membuat pengunjung selalu kembali lagi ke warung ini.

pecel bu sumo semarang

Warung pecel Bu Sumo sudah ada sejak tahun 1965. Usia yang fantastik untuk sebuah usaha keluarga bisa bertahan hingga saat ini. Dikatakan Purwoko (33) salah satu putra Bu Tugiyah, dari pagi hingga sore warung selalu ramai. “Kami mulai buka pukul 06.00 sampai 16.30 WIB, ya selalu habis, kalau pun sisa paling sedikit,” ujar Purwoko.

Satu porsi berisi nasi hangat, potongan rebusan bayam, kacang panjang dan tauge yang disiram oleh sambel kacang tiba tiba sudah ada didepan mata. Lalu kita tinggal pilih berbagai macam lauk, seperti telur ceplok, telur rebus, babat, ati ampela, tempe goreng, loenpia, tahu bacem dan berbagai macam gorengan seperti bakwan jagung, mendoan sungguh lengkap untuk sebuah warung pecel. Harga satu porsi pecel bervartiasi tergantung lauknya. Kalau nasi pecel telor Rp 7.500, sedangkan nasi pecel gading Rp 12.000, mangut Rp 10.000 dan juga ada soto, harga masih ramah dikantong.

pecel bu sumo

Tentu saja sudah sangat jarang sebuah tempat kuliner untuk bertahan sekian lama, ternyata rahasia yang membuat warung pecel Bu Sumo tetap eksis sampai sekarangadalah ada pada rasa, mutu dan kualitas yang selalu dipertahankan dari dulu sampai sekarang. “Resepnya cuma itu, kami yang menjalankan usaha ini selalu menomor satukan rasa, mutu dan kualitas, dalam mengolah resepnya tidak menggunakan penyedap rasa,” ujarnya.

Kata Purwoko, bu Sumo memiliki lima orang anak dan semuanya menjalankan usaha pecel Bu Sumo yang tersebar di beberapa lokasi di Semarang antara lain cabang Jatisari, Gombel, Tafmawati, Puri Anjasmoro dan di Tanahmas baru akan dibuka, Pujasera. “Kami berharap warung pecel Bu Sumo ini ada diseluruh Indonesia. Saya denger katanya di Belanda juga ada tapi ga tau siapa yang buka,” kata Purwoko yang mempekerjakan sekitar 20 karyawan dibagi untuk tiga tempat.

BOOKING HOTEL DI SEMARANG

pecel bu sumo

Ditambahkan Purwoko, usaha pecel Bu Sumo berawal dari usaha pecel rumahan, dan gendongan sempat buka warung dan berpindah-pindah beberapa kali. Namun sekarang pecel Bu Sumo sudah ada dimana-mana dan dikenal kalangan mana saja. “Sebagai cucu saya berharap usaha yang sudah dirintis oleh mbah saya ini, bisa tetap berjalan dan terus diminati masyarakat, baik dalam maupun luar Semarang,” tandasnya.

Anda penasaran ingin mencobanya? lokasi ini sangat mudah di jangkau apalagi kalau anda menginap di hotel dekat simpang lima, cukup Tanya receptionis atau tukang becak sekitarnya.

(Visited 3,816 times, 1 visits today)



'Pecel Bu Sumo, Kuliner Lama Semarang yang Tetap Bertahan' have 2 comments

  1. March 9, 2015 @ 7:46 pm Dwi Pramono

    Gravatarnya kok nggak ada, mbak Novi? 😛

    Reply

  2. March 10, 2015 @ 7:24 pm Lestari

    Emang enak ini peceeeelll 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool