Penasaran Bermain Air di Air Terjun Sekar Langit, Grabag, Magelang

Vote Us

Halo kawan, semoga sehat ya. Saya semangat banget pengen jalan-jalan keluar kota Semarang. Kebetulan sudah lama banget saya pengen wisata air tapi bukan yang buatan. Banyak tuntutan deh saya, hahahaa.

Main ke pantai? Bukan. Saya sudah terlalu sering ke pantai. Meski saya yakin pemandangan pantai dan bermain air di sana selalu mengasyikkan. Namun kali ini saya sedang pengen jalan-jalan ke lereng gunung. Tempat yang masih hijau dan berudara sejuk. Hmm, membayangkannya saja saya sudah kangen banget.

Ih lebay amat. Tapi memang sudah lama juga kami tidak menjelajah alam. Saya sampai lupa kapan terakhir kami ke gunung. Benar-benar jalan ke gunung, menghirup udaranya yang bersih dan menapaki lerengnya. Bukan sekedar turun dari mobil terus masuk ke restoran atau penginapan yang terletak di lereng gunung.

Apalagi saya sudah senang menjelajah alam sejak masih kecil. Nah, nggak salah kan kalau saya sampai kangen pengen jalan ke gunung. Nggak perlu mendaki ke puncak, cukup di lerengnya aja. Tapi yang ada bonus sungai dengan air yang mengalir jernih. Kira-kira kemana destinasi jalan-jalan kami minggu ini?

Lereng gunung di Kecamatan Grabag, Kota Magelang

Senangnya saat saya menemukan satu lokasi di lereng gunung, yang memiliki sungai dengan hulu air terjun. Waaaah, air terjuuuun?

Saya juga baru tahu kalo ternyata di kota Magelang memiliki tempat wisata air terjun. Dan saya ingat, waktu anak-anak masih balita, sempat mengajak mereka jalan-jalan ke salah satu air terjun di dekat gardu pandang Ketep.

Tapi hari Minggu kemarin, saya bersama keluarga memilih air terjun yang ada di perbatasan Salatiga dan Magelang. Tepatnya di desa Tlogorejo Kecamatan Grabag, lokasi Air Terjun Sekar Langit. Kami sekeluarga berangkat agak siang, maksudnya sih agar sampai di sana menjelang Ashar. Matahari sudah tidak menyorot terik, dan jalan juga nggak padat seperti bila berangkat pagi dari Semarang.

Kami sengaja memilih lewat jalur Grabag, karena jalanan yang beraspal mulus dan lumayan lebar. Lewat daerah Pingit juga bisa, namun minggu kemarin masih ada perbaikan jalan. Hanya sepeda motor yang diperkenankan lewat.

sekar6

Dari jalur masuk ke Grabag, pemandangan mulai terlihat memesona. Saya suka memandang hamparan sawah yang beragam warna. Ada warna yang kehijauan, namun banyak juga yang kuning, dan kecoklatan. Sebagian petani mulai memanen padi dan menyisakan lahan yang kecoklatan. Jalur sepanjang 23 km tak terasa kami lintasi dengan hati riang.

Jalan mulai agak ramai mendekati pasar Grabag. Kami memilih belok kiri saat sampai di perempatan, sebelum pasar Grabag. Dari jalan ini, akan ada pertigaan pertama dan kami mesti mengambil jalur belok ke kanan. Ada papan petunjuk jalan yang mudah dilihat di kiri jalan.

Jalan Sunan Geseng menyambut kami dengan pemandangan yang tak kalah menarik. Ada Gunung Andong yang gagah seakan menyapa kami dari puncaknya. Jalur pendakian Gunung Andong berada dalam satu jalan menuju Air Terjun Sekar Langit. Sebelum melanjutkan perjalanan, ada belokan ke kanan dengan papan penunjuk arah “Jalur Puncak Gunung Andong”.

Jalan masih terus menanjak hingga lokasi parkir Air Terjun Sekar Langit. Gerbang masuk menuju lokasi wisata terdapat loket pembelian tiket. Kemarin kami mengeluarkan uang sejumlah Rp. 17.000 untuk tiga orang. Itu sudah termasuk parkir mobil dan asuransi masuk kawasan wisata Air Terjun Sekar Langit.

sekarlangit1

Tiket sudah di tangan, saatnya menjelajahi alam pegunungan!

Jangan harap menemukan jalan mulus menuju lokasi air terjun. Begitu melewati pintu gerbang, jalanan yang sudah dicor beton terlihat nyaman. Lebar jalan setapak sekitar 1,5 meter dengan sisi kanan dari pintu masuk berupa bukit. Sementara sisi kiri jurang sedalam kurang lebih sepuluh meter. Jalanan juga berkelok-kelok, naik turun mengikuti kontur tanah.

sekarlangit5

Jadi mesti hati-hati kalo melangkah di sepanjang jalur menuju lokasi air terjun. Salah melangkah, bisa terpeleset ke jurang yang dalam. Tapi tenang aja, udara sejuk dan suasana yang tenang bekal bikin kamu betah.

Suara gemericik air bikin langkah saya makin bergegas.

“Asyik, sudah hampir sampai di air terjun,” ucap saya dengan langkah makin semangat.

Di depan mata ada jembatan gantung sepanjang kira-kira 9 meter, yang pijakannya terbuat dari bambu. Konstruksi jembatan terbuat dari rangka baja yang kokoh. Jadi berjalan di atasnya nggak bakal bikin kita cemas. Saya saja melenggang santai sambil menatap aliran air di bawah jembatan. Batu-batu besar menghalangi laju air yang berarus deras. Beberapa pengunjung memilih duduk di batu besar sambil asik selfie bareng teman.

sekar5

Sampai di ujung jembatan, masih ada anak tangga terakhir sebelum tiba di lokasi air terjun Sekar Langit. Nafas mulai terengah seiring langkah kaki yang berasa berat. Daaaaan, lelah ini terhapus seketika begitu melihat curah air yang turun dari atas bukit.

Sungguh tak terbayangkan bila keindahan ini yang kami tangkap dengan panca indera penglihatan. Air yang tercurah dengan debit kencang menimpa bebatuan di bawahnya. Hingga membentuk air terjun yang bertingkat. Ah, indahnya Indonesiaku.

sekarlangit4

Saya nggak sabar pengen bermain air di kali yang bening. Batu-batu dalam berbagi ukuran berserakan di dasar air. Kabarnya sih kalo mencuci muka dengan air di sini, bagi perempuan bakal makin cantik. Percaya atau tidak, itu pilihan kalian. Yang pasti sih saya langsung cuci muka karena pengen merasakan kesegaran air yang jernih dan dingin. Saya ingin menikmati sentuhan air di wajah dan lengan. Jadi pengen mandi, sayang banyak yang bukan muhrim di sana, hahaha.

Air terjun setinggi kira-kira 25 meter jatuh ke dalam kolam. Warna kehijauan terlihat kontras dengan batu-batu besar yang mengelilingi kolam. Beberapa pengunjung terlihat asik mandi dan bercanda. Ada juga pengunjung ibu-ibu yang berjalan tertatih. Rupanya si ibu pengen membasuh kakinya yang gatal-gatal dengan air di kolam. Banyak warga sekitar yang meyakini khasiat air yang jatuh ke kolam itu sebagai obat penyembuh sakit.

sekarlangit6

Di sisi kiri, sebelum tiba di air terjun, ada batu besar yang biasanya untuk tempat bersembunyi Joko Tarub. Kisah legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Sekali lagi mau percaya atau tidak, kembali pada pilihan masing-masing.

Fasilitas warung ada satu yang dekat dengan lokasi air terjun. Sayangnya toilet yang disediakan terbuat dari bahan seadanya dan tidak layak pakai. Kalo ingin menggunakan toilet, pilih yang terletak di belakang loket. Ada toilet dan mushola yang lumayan bersih.

Nah, pengen nggak mengikuti saya bermain air terjun di Air Terjun Sekar Langit. Jangan malas melangkahkan kaki. Waktu perjalanan pulang, nggak bakal terasa karena cepat banget tiba di gerbang masuk tadi. Saya enggan pulang ke Semarang. Pengennya main air seharian di Air Terjun Sekar Langit. Sampai jumpa destinasi berikutnya ya.

(Visited 228 times, 1 visits today)


About

Ibu dua remaja cowok yang suka jalan dan gila baca


'Penasaran Bermain Air di Air Terjun Sekar Langit, Grabag, Magelang' have 5 comments

  1. October 21, 2016 @ 1:19 pm Relita Aprisa

    Wuah pengen mainan air mb jadinya..dulu selalu mandi kalau nemu air terjun pakai baju lengap dan pas perempuan semua..hihi

    Reply

    • October 22, 2016 @ 10:28 am Hidayah Sulistyowati

      Kalo lihat air emang pengennya nyebur aja ya mba. Sayang kemarin saya cuma main air di pinggir. Enggak di tengah kolam :*

      Reply

  2. October 21, 2016 @ 10:23 pm Naqiyyah Syam

    Seru banget Mbk maen airnya. Aku juga mupeng bisa berenang mandi di air hahah

    Reply

  3. October 23, 2016 @ 8:08 pm Khoirur Rohmah

    Wohh… jembataannyaa bikin tersepona mbaak. Jalananya mayan nyeremin itu ya mbak. Kudu ati2 kalo lewat. Kan sampingnya ga ada pegaangannya yahh …

    Reply

  4. October 26, 2016 @ 11:21 am Vita Pusvitasari

    Air terjunnya menarik pengen nyemplung ya mbak, sejuk ya udaranya juga ☺

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool