Pesona Bangunan Bernuansa Tiongkok, Ini Dia 15 Klenteng di Kota Semarang #1

Pesona Bangunan Bernuansa Tiongkok, Ini Dia 15 Klenteng di Kota Semarang #1
5 (100%) 1 vote

Menilik sejarah kota Semarang memang tidak bisa lepas dari peranan etnis Tiongkok yang datang ke Indonesia berabad tahun silam terutama untuk tujuan berdagang. Salah satu bukti sejarah yang nyata adalah keberadaan Perkampungan Cina atau Pecinan di Semarang yang berlokasi di sekitar daerah Pekojan dan Petudungan. Sebelumnya, perkampungan Cina ini berlokasi di Gedong Batu namun pasca pemberontakan etnis Cina di Batavia yang merembet hingga ke timur, pemerintah VOC memindahkan lokasinya ke jalan Beteng hingga Kali Semarang.

Derah Pecinan dibagi sesuai dengan arah mata angin, yaitu Pecinan Wetan (gang pinggir), Pecinan Tengah (Gang tengah), Pecinan Kulon (Gang Baru), dan Pecinan Lor (Gang Warung). Di pecinan sendiri terdapat sekitar 10 klenteng, namun di daerah lain di Kota Semarang pun bisa juga kita temukan bangunan klenteng yang digunakan untuk ibadah umat Budha, atau Konghucu, atau aliran Tao, atau bahkan ketiganya (Tri Dharma).

Nah, kebetulan saya berkesempatan mengunjungi satu persatu klenteng yang tersebar di kota Semarang, dari pecinan, gedong batu, kebon jeruk, sampai di daerah selatan kota Semarang <a

kuan cu gee yang dikenal sebagai dewa kesabaran

kuan cu gee yang dikenal sebagai dewa kesabaran

Masing-masing klenteng biasanya memiliki ‘tuan rumah’ beserta Sien Bing (dewa atau para suci yang dipuja) masing-masing. Seperti di Klenteng Tay Kak Sie dengan tuan rumah Kwan See Im Po Sat atau kita lebih familiar dengan sebutan Dewi Kwan Im, serta beberapa Sien Bing yang mewakili masing-masing permohonan atau doa antara lain untuk kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

1. Klenteng Siu Hok Bio / Cap Kau King (1753)
Klenteng Siu Hok Bio merupakan klenteng yang tertua di Kota Semarang. Dibangun sekitar tahun 1753 Semarang di Jalan Wotgandul Timur no 38, Pecinan Semarang. Klenteng Siu Hok Bio merupakan ungkapan syukur atas rejeki yang didapat masyarakat sekitar Wotgandul yang dahulu terkenal cukup makmur.

Siu hok bio (cap kaw king)

Siu hok bio (cap kaw king) 3

Di sini dikenal ada tiga Sien Bing yaitu Hok Tek Tjeng Sien yang merupakan dewa utama dalam ajaran Taoisme. Altarnya berada di dalam ruangan utama menghadap pintu masuk. Sedangakan di sisi kiri dan kanan altar utama terdapat altar pemujaan untuk Kwan Sing Tee Koen dan Kwan See Im Po Sat.

2. Klenteng Tek Hay Bio (1756)
Klenteng Tek Hay Bio didirikan pada tahun 1756 dan merupakan klenteng tertua kedua di Semarang setelah Klenteng Siu Hok Bio. Klenteng Tek Hay Bio ini dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Klenteng Sinar Samudra, dan merupakan salah satu Klenteng Tri Dharma di Semarang (untuk umat Budha, Kong Hu Cu, dan aliran Tao).

tek hay bio

Kwan See Im Po Sat atau lebih dikenal sebagai dewi Kwan Im

Kwan See Im Po Sat atau lebih dikenal sebagai dewi Kwan Im

Klenteng ini merupakan satu-satunya klenteng di Semarang yang memuja dewa setempat yaitu Kwee Lak Kwa yang dianugerahi gelar Tek Hay Tjin Djien. Bahkan yang pertama di Indonesia, karena setelah itu baru muncul klenteng serupa di Indramayu, Jakarta, Tegal, dan lain-lain. Kwee Lak Kwa merupakan seorang pahlawan dalam perang melawan Belanda di Batavia tahun 1740 yang juga dipercaya memiliki kemampuan untuk menolong sesama manusia. Klenteng Tek Hay Bio ini berlokasi di Gang Pinggir no 105-107, masih satu arah jalan dengan Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong)

3. Klenteng Tay Kak Sie (1771)
Menurut tahun didirikannya, Klenteng Tay Kak Sie ini merupakan klenteng tertua ketiga yang ada di pecinan Semarang. Klenteng Dewi Kwan Im ini selain sebagai klenteng induk bisa dibilang klenteng yang paling terkenal di Semarang. Areanya pun sangat luas jika dibandingkan dengan klenteng lainnya di pecinan. Ada belasan Sien Bing yang dipuja di Klenteng Tay Kak Sie, bagi Tri Dharma, yaitu umat Budha, Konghu Chu, dan Aliran Tao, yang terbagi menjadi tiga area yaitu bagian utama untuk tuan rumah, dan sisi utara dan selatan.

tay kak sie

Sien Bing yang dipuja di sini antara lain Kiang Cu Gee (dewa kesabaran), Thay Sang Lau Cin (dewa keadilan), Djing Tjoe Tjo Soe (dewa samudera), dan lain-lain. Dewa-dewi yang dipuja disini merupakan dewa-dewi yang paling tua. Sedangkan tuan rumahnya adalah Kwan Im Po Sat atau Dewi Kwan Im.

tay kak sie 2

4. Klenteng Tong Pek Bio (1782)
Klenteng ini berada di Jalan Gang Pinggir dan sudah terdaftar pada Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi di Kota Semarang. Sien Bing yang dipuja di Klenteng ini antara lain Hok Tek Tjeng Sien (Dewa Bumi) sebagai tuan rumah atau dewa utama, Kwan Sing Tee Koen (Dewa Perang), Kwan See Im Po Sat (Dewi Kwan Im), Jai Seen Ya (Dewa kekayaan), dan Kong Tek Cun Ong (Dewa Pelindung). Di sisi luar ada meja dan kursi yang ditata rapi, biasanya digunakan umat untuk sembahyang arwah. Klenteng Tong Pek Bio ini didirikan pada tahun 1782.

tong pek bio

Hok Tik Tjing Sien sebagai sien bing utama di Klenteng Tong Pek Bio

Hok Tik Tjing Sien sebagai sien bing utama di Klenteng Tong Pek Bio

(Visited 1,406 times, 1 visits today)


About

blogger, social media strategist, dan fanboy DC.


'Pesona Bangunan Bernuansa Tiongkok, Ini Dia 15 Klenteng di Kota Semarang #1' have 2 comments

  1. September 9, 2015 @ 5:33 am Eksa Studio's

    Wah blogger Semarang ya gan ?? Salam dari Kendal deh kalau gitu 😀

    Reply

  2. September 26, 2015 @ 7:40 pm Kuka

    Baru tahu ada dewa lokal Kwee Lak Kwa.. Lima tahun di Semarang tapi kurang kalan-jalan nih say sepertinya 🙂

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool