Vihara Buddhagaya Watugong

Pesona Wisata Religi di Vihara Buddhagaya Watugong

Pesona Wisata Religi di Vihara Buddhagaya Watugong
5 (100%) 2 votes

Ketika anda terbang dari Jakarta ke Semarang, dan memasuki kota Semarang lebih tepatnya di sekitar Markas Kodam IV Diponegoro Watugong, atau lebih tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang. Anda akan melihat salah satu destinasi wisata dari kota Semarang ini, yaitu Vihara Buddhagaya Watugong atau lebih familier dengan Pagoda Avalokitesvara. Tempat ini merupakan tempat peribadatan untuk umat Buddha, yang biasanya digunakan untuk peribadatan di setiap tanggal 1 dan 15 tiap bulannya, serta di hari raya kebesaran.

Vihara Buddhagaya Watugong

Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya tampak depan

Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong Semarang ini memiliki tinggi 45 meter dan dibangun menjadi tujuh tingkat dengan hampir semua konstruksi bangunannya terbuat dari beton, serta banyak menggunakan latar warna merah dan beberapa arca di tiap tingkat pagodanya. Semua bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya dan dipadupadankan dengan keindahan arsitektur Tiongkok. Yang lebih membanggakan lagi, Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya ini telah ditetapkan oleh Museum Rekor Indonesia MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia.

Pohon Bodhi Semarang

Pohon Bodhi (latin : Hisbiscus Reliciosa) yang menaungi patung Buddha

Ketika kita akan naik ke bangunan utama, sebelah kanan kita akan melihat patung Buddha duduk dibawah pohon yang sangat rindang sekali. Pohon itu bernama Pohon Bodhi (latin : Hisbiscus Reliciosa) yang dibawa dan ditanam oleh Narada Mahathera pada tahun 1955. Setelah itu kita akan melihat  ada dua gazebo besar tampak mengapit di samping kanan-kirinya, yang digunakan sebagai tempat tambur dan lonceng, yang menjadi salah satu adat kelengkapan pagoda.

Pagoda Buddhagaya juga dikenal dengan nama Pagoda Dewi Kwan Im. Sebutan ini ditujukan karena terdapat patung Dewi Kwan Im yang akan menyambut Anda saat berkunjung kesini. Pagoda ini juga memiliki nama lain Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih karena keberadaannya untuk menghormati figur Kwan Sie Im Po Sat, sang Dewi cinta kasih.

PESAN TIKET MURAH KE SEMARANG

patung Dewi Kwan Im

patung Dewi Kwan Im

Dalam pagoda ini dibangun patung Bodhisattva Avalokiteswara yang berdiri kokoh menghiasi interior bangunan pagoda. Umat budha biasa melakukan ritual Tjiam Shi di pagoda ini, sebuah ritual untuk mengetahui nasib manusia.

Anda juga dapat melakukannya dengan menggoyangkan bambu-bambu yang diberi tanda hingga salah satunya terjatuh. Selain itu, bagi Anda yang menyukai ramalan, di pagoda ini Anda bisa meminta petugas pagoda untuk membacakan nasib ramalan Tjiam Shi.

Watu Gong

Batu Alam yang lebih familier dinamakan Watu Gong

Setelah kita melihat-lihat keindahan dari Pagoda Avalokitesvara, selanjutnya kita bisa melihat asal-usul kenapa daerah ini diberi nama Watugong. Dalam bahasa Jawa Watu itu adalah Batu, dan Gong itu merupakan alat musik daerah Jawa. Di dalam kompleks ini, terutama di pintu depan, akan tampak sebuah pintu besar yang didepannya ada hiasan batu besar yang menyerupai gong. Batu itu merupakan batu alam asli yang kemudian diberi nama Watugong. Hingga akhirnya, nama Watugong ini menjadi nama daerah di sekitar vihara tersebut.

Nah, inilah satu destinasi wisata yang perlu dipertimbangkan ketika berkunjung ke kota Semarang.

(Visited 1,638 times, 1 visits today)


About

cowok tampan yang punya nickname @hyudee yang suka nulis dan kuliner serta hobi foto. salam manis, :)


'Pesona Wisata Religi di Vihara Buddhagaya Watugong' have 18 comments

  1. March 5, 2015 @ 11:52 am Inung Djuwari

    aku suka tag line mu mas : cowok tampan yang punya nickname @hyudee yang suka nulis dan kuliner serta hobi foto. salam manis, 🙂 #salahfokus

    Reply

    • March 5, 2015 @ 6:39 pm Wahyudi

      eeeng….nganu kak ……

      *hening* *pipimerona*

      Reply

  2. March 5, 2015 @ 12:38 pm Sriyono Suke

    Yuk ke sini nyari sowan sama Dewi Kwan Im…
    eh, yud, kui twitter profilemu gak perlu make @ lagi kaliii,

    Reply

  3. March 5, 2015 @ 1:19 pm slamsr

    duh…
    sering lewat sini
    tapi belum pernah berkunjung…
    dibuka buat umum gak nih?

    Reply

    • March 5, 2015 @ 6:40 pm Wahyudi

      dibuka untuk umum dan gratis, cuman kena parkiran doang sih …. 😀

      Reply

  4. March 5, 2015 @ 2:44 pm Hidayah Sulistiyowati

    Udah penasaran pengen ke tempat ini, tapi belum sempet hihiii

    Reply

    • March 5, 2015 @ 6:38 pm Wahyudi

      ayohlaah mbak … maen kesini sekalian ajak keluarganya trus poto-poto … hehehe

      Reply

  5. March 5, 2015 @ 2:48 pm Uniek Kaswarganti

    Berasa kayak di Thailand ya ada pagoda, mana cantiiiikk banget pagodanya.

    Reply

    • March 5, 2015 @ 6:41 pm Wahyudi

      iya nih … Semarang untuk urusan kuil-kuil gini emang gak mau kalah ama luar negeri .. 😀

      Reply

  6. March 5, 2015 @ 7:40 pm Lestari

    Pernah liat temen ngeshare. Diparani rame-rame yuukk *modus 😀

    Reply

  7. March 6, 2015 @ 12:47 am Dian Nafi

    dulu teman-teman arsitektur ada yang dapat jatah tugas ke sini, sayangnya aku dapat jatahnya ke tempat lain. hiks. sekarang-sekarang kayaknya musti ke pagoda ini nih, jangan sampai enggak.

    Reply

    • March 11, 2015 @ 2:55 pm Wahyudi

      lho … mbak dian ini arsitek to ? woooogh …. kereeen ….

      ayok mampir ke sini dong 😀

      Reply

  8. March 6, 2015 @ 8:56 pm Dewi 'Dedew' Rieka

    mas yudi fotonya apik-apik yaaa

    Reply

    • March 11, 2015 @ 2:56 pm Wahyudi

      makasih mbak dew ….
      masih belajar kok ^__^

      Reply

  9. March 7, 2015 @ 7:30 pm Johanis Adityawan

    cedak tembalang ki

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool