rumah candu lasem

Rumah Candu Lasem, Saksi Bisu Penyebararan Candu di Nusantara

Ezytravelers pernah berkunjung ke rumah candu Lasem? Atau pernahkah kalian mendengar cerita penyebaran candu di tanah air khusunya di Pulau Jawa? Cerita mengenai candu dapat kalian dengar ketika kalian datang ke Lasem. Jejak mengenai opium atau candu tersebut masih terekam dalam sebuah rumah di Jalan Dasun, Soditan, Lasem.  Lasem sendiri merupakan sebuah kecamatan dari Kabupaten Rembang.

rumah candu lasem

Gerbang kuning penutup rumah candu Lasem

Setelah para imigran Tiongkok berhasil mendarat di Lasem dan melakukan sebuah proses perniagaan, seorang syahbandar bernama Liem Kim Siok menyelundupkan candu dari Tiongkok. Candu tersebut akan ditukar dengan senjata untuk melawan penjajah. Kapal-kapal saudagar tersebut mendarat di pesisir Lasem.

Banyak sekali strategi yang digunakan Kapten Liem untuk meyelundupkan candu tersebut, salah satunya adalah membuat galian sumur yang tembus sampai ke sungai yang bermuara di laut pantai utara Lasem. Konon, sumur yang terletak di dalam rumah candu Lasem tersebut memiliki diameter 3 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Namun sekarang lubang tersebut hanya berdiameter 1 meter saja, lantaran sungai yang menjadi penghubung sumur tersebut sering meluap.

Sampai  saat ini peninggalan rumah Kapten Liem masih berdiri kokoh dan menjadi bukti peninggalan sejarah di Lasem. Sebuah saksi bisu penyelundupan candu di tanah Jawa. Pada masa kolonial, perdagangan candu sempat di legalkan. Namun, Karena sebuah sebab maka perdagangan candu di ilegalkan.

Suasana rumah candu Lasem sekarang nampak kosong dan terdapat beberapa perabotan peninggalan pemilik terdahulu. Rumah ini terdapat dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Di dalam rumah bagian depan terdapat sebuah altar untuk persembahan dan di halaman belakang terdapat sebuah makam Kapten Liem yang konon mati  terbunuh. Arsitektur rumah ini terdapat perpaduan unsur Tiongkok dan Belanda.

rumah candu lasem

altar yang terdapat di rumah bagian depan

Jika kalian datang ke Lasem, akan sangat merugi bila tidak menyempatkan datang ke rumah candu Lasem. Di sana kalian dapat mengetahui sebuah sejarah terpendam yang pernah ada di Lasem. Rumah candu yang sering disebut sebagai rumah Lawang Ombo ini setiap harinya nampak tertutup. Meskipun rumah ini bebas didatangi siapa saja, namun gerbang berwarna kuning ini selalu terkunci.

Jangan berkecil hati, bila kalian ingin berkunjung ke rumah ini. Kalian dapat menemui sang empunya rumah. Beliau bernama Pak Gandor. Ada baiknya kalian berkunjung bersama beliau, selain kalian dapat masuk ke dalam rumah tersebut, kalian juga mendapatkan beragam cerita mengenai rumah tersebut. Mulai dari datangnya imigran Tiongkok ke Lasem hingga kisah Kapten Liem menyelundupkan Candu di Lasem.

Kalian bisa mencari tahu keberadaan Pak Gandor melalui masyarakat di sekitar Jalan Dasun. Jika tidak, kalian dapat mencarinya di Klentang Cu An Kiong yang terletak di sebelah utara rumah candu tersebut. Klenteng tersebut juga merupakan bangunan bersejarah lainnya selain rumah Candu.

Akses Menuju Rumah Candu Lasem

Untuk datang ke Jalan Dasun, kalian dapat melakukan perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum berupa Bus Jurusan Semarang – Surabaya. Bila perjalanan lancar kalian dapat menempuhnya selama 3 jam perjalanan dengan ongkos sebesar Rp25.000. Jalur yang dilalui adalah jalur Pantura Timur. Jangan salah naik ya!

Kalian dapat mengakhiri perjalanan di Jembatan Babagan Lasem dan berjalanlah masuk gapura Jalan Dasun ke Utara, atau bila kalian tak suka jalan maka kalian dapat mengakhiri perjalanan di Masjid Jami Lasem dan lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek. Tak ada ojek online, maka kalian bisa gunakan ojek pangkalan dengan membayarnya sekitar Rp. 20.000.

Tak jauh dari pandangan mata, kalian sudah dapat melihat sebuah gerbang berwarna kuning bertuliskan Lawang Amba bila sudah memasuki Jalan Dasun. Di situlah rumah candu berada sebuah saksi bisu penyebaran candu di pulau Jawa.

rumah candu lasem

Lubang yang digunakan untuk menyelundupkan candu

Pastinya kalian akan bertanya berapa HTM untuk masuk ke dalam rumah candu tersebut? Untuk saat ini, belum di patok berapa harga tiket masuk ke dalam bangunan tersebut. Hanya saja kalian dapat memberikan tips seikhlasnya kepada Pak Gandor yang senantiasa tulus berbagi kisah sejarah tentang rumah tersebut.

Beliau yang terkenal ramah ini akan senantiasa berbagi  seluruh cerita kepada para wisatawan yang ingin berkinjung ke rumah candu tanpa terkecuali.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel di Semarang, Wisata di Semarang, dan tiket pesawat Jakarta Semarang
Rumah Candu Lasem, Saksi Bisu Penyebararan Candu di Nusantara
5 (100%) 1 vote
(Visited 180 times, 1 visits today)

About

Seorang gadis yang doyan jalan-jalan. Selalu menceritakan cerita perjalanannya melalui tulisan dan foto.


'Rumah Candu Lasem, Saksi Bisu Penyebararan Candu di Nusantara' have 2 comments

  1. January 21, 2017 @ 9:55 am Dewi 'Dedew' Rieka

    Pas kesana cuma mampir foto-foto depannya huhuhu ternyata bisa hubungi Pak Gandor yaaa

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2017 HelloSemarang.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool